Catat! 10 Perlengkapan Umrah yang Wajib Dibawa Jamaah

perlengkapan-umrah-wajib

Umrah adalah salah satu ibadah umat muslim, di mana mereka melakukan suatu kunjungan ke kota suci Mekah, Arab Saudi. Umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun berbeda dengan Ibadah Haji yang memiliki tanggal dan bulan-bulan tertentu dalam tahun Islam.

Umrah adalah salah satu cara bagi umat Islam untuk mengambil waktu dari rutinitas sehari-hari mereka untuk fokus pada ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam melaksanakan ibadah umrah, terdapat beberapa perlengkapan yang perlu dibawa agar ibadah umrah nantinya terlaksana dengan optimal.

Berbagai Perlengkapan Umrah yang Wajib Dibawa

Saat melakukan Umrah, penting untuk mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan agar perjalanan berjalan lancar dan Anda dapat menjalankan ibadah dengan baik. Berikut adalah daftar perlengkapan umrah yang umumnya diperlukan:

1. Ihram

Ihram adalah pakaian khusus yang dikenakan oleh laki-laki saat memulai umrah. Ihram terdiri dari dua potong kain putih tanpa jahitan. Sementara, untuk wanita memiliki aturan berpakaian yang berbeda dengan laki-laki selama umrah.

Baca Juga:

3 Doa Mustajab saat Dihadapi Masalah

2. Baju Ganti

Selain Ihram, bawalah baju ganti yang sesuai dengan iklim dan cuaca di Arab Saudi selama periode melakukan Umrah. Pastikan baju-baju tersebut juga sesuai dengan aturan berpakaian Islam.

3. Sarung Tangan

Sarung tangan dapat berguna untuk melindungi tangan saat melakukan thawaf (mengelilingi Ka’bah).

4. Topi atau Sorban

Beberapa orang memilih untuk memakai topi atau sorban selama Umrah untuk melindungi kepala mereka dari sinar matahari.

5. Peralatan Salat

Bawalah sajadah (sejadah) kecil, mukena (bagi wanita), dan perlengkapan shalat lainnya.

6. Sandal

Bawalah sandal yang nyaman dan mudah dipakai agar tidak merepotkan saat melakukan rangkaian ibadah yang mengharuskan untuk melepas alas kaki, seperti saat melakukan thawaf.

7. Tas Kecil

Sebuah tas kecil yang dapat digunakan untuk membawa barang-barang pribadi seperti uang, paspor, kartu identitas, dan lainnya.

8. Botol Minum

Selalu bawa botol minum (tumbler) yang dapat diisi ulang untuk menjaga diri terhidrasi, terutama karena cuaca di Makkah bisa sangat panas.

9. Obat-obatan Pribadi 

Bawa obat-obatan pribadi yang mungkin diperlukan selama perjalanan dan pastikan telah memenuhi resep atau informasi medis yang diperlukan.

10. Power Bank

Bawa power bank untuk mengisi daya ponsel karena kemungkinan jamaah akan menggunakan ponsel untuk navigasi atau komunikasi selama perjalanan.

Baca Juga:

7 Tempat Bersejarah di Madinah

Sumber: ventour. (2022). Perlengkapan yang wajib dibawa saat umroh. Ventour.co.id Diakses pada 14 September 2023

Wajib Tahu! Hukum dan Etika Perceraian dalam Islam

etika-perceraian-dalam-islam

Dalam Islam, perceraian dipandang sebagai salah satu solusi yang bisa ditempuh oleh pasangan suami-istri yang merasa pernikahan mereka tidak lagi memberikan kemaslahatan. Akan tetapi, keputusan ini tidak disukai Allah SWT karena Ia menghendaki keluarga sebagai suatu institusi yang kokoh dan stabil, serta didasarkan pada cinta, kasih sayang, saling pengertian, dan kerja sama antara suami dan istri.

Sebelum membahas tentang hukum dan etika perceraian dalam Islam, mari membahas lebih dalam alasan Allah SWT tidak menyukai perceraian. Yuk, simak!

Mengapa Allah SWT Tidak Menyukai Perceraian

Allah SWT tidak menyukai perceraian karena perceraian dapat membawa dampak negatif pada keluarga, anak-anak, dan masyarakat secara keseluruhan. Beberapa alasan mengapa Allah tidak menyukai perceraian antara lain:

1. Mengganggu Keutuhan Keluarga

Perceraian dapat mengganggu keutuhan keluarga yang dianggap penting dalam Islam. Keluarga adalah dasar masyarakat dan fondasi bagi pembentukan generasi yang kuat dan bertanggung jawab.

2. Dampak Terhadap Anak-Anak

Perceraian dapat memberikan dampak psikologis yang negatif pada anak-anak, seperti perasaan tidak aman, bingung, atau tidak stabil emosional. Islam mengutamakan perlindungan dan perhatian terhadap anak-anak.

3. Rusaknya Hubungan Sosial 

Perceraian juga dapat berdampak pada hubungan sosial antara keluarga yang terlibat dan masyarakat di sekitarnya. Kehidupan sosial dan ekonomi keluarga dapat terpengaruh.

4. Pentingnya Keberlanjutan Pernikahan

Islam mendorong keberlanjutan pernikahan dan menjaga ikatan suami-istri. Allah mengatakan dalam Al-Quran bahwa pernikahan adalah ikatan yang kuat dan di dalamnya terdapat kasih sayang dan rahmat (Q.S. Ar-Rum : 21).

5. Peran Suami dan Istri

Suami dan istri memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam pernikahan. Allah menyebutnya dalam Al-Quran bahwa suami-istri bagaikan “pakaian” bagi masing-masing (Q.S. Al-Baqarah [2]: 187), artinya mereka saling melindungi dan menyembunyikan kelemahan satu sama lain.

Meskipun Allah tidak menyukai perceraian, Islam juga mengakui bahwa dalam beberapa situasi tertentu, perceraian bisa menjadi pilihan terbaik untuk menghindari lebih banyak kerusakan atau ketidakbahagiaan. Namun, pernikahan tetap diutamakan dan langkah-langkah untuk rekonsiliasi sebisa mungkin harus diambil sebelum memutuskan untuk bercerai.

Hukum Perceraian dalam Islam

Hukum perceraian dalam Islam bisa berbeda-beda tergantung dengan kondisi dari pasangan suami-istri yang sedang bermasalah.

Baca Juga:

Iman Turun? Saatnya Baca Doa ini!

Makruh

Apabila seorang suami menceraikan istrinya dengan tidak adanya alasan dan sebab yang jelas. Jika perceraian yang dilakukan sampai membuat rugi salah satu pihak, maka hal tersebut sangatlah dilarang oleh Allah SWT.

Wajib

Apabila pasangan suami-istri diketahui telah melakukan perbuatan yang keji. Lalu kesalahan tersebut tidak diakui dan tidak ingin bertobat. Jika tidak bercerai atau tetap melanjutkan pernikahan, maka hal ini dikhawatirkan akan semakin memperbanyak dosa.

Haram

Apabila seorang suami menceraikan istrinya saat kondisinya sedang haid atau nifas. Selain itu, suami juga dilarang untuk menjatuhkan talak saat melakukan hubungan suami-istri.

Mubah

Apabila rumah tangga yang dibangun justru memunculkan mudharat untuk pasangan suami-istri dan juga orang lain.

Etika Perceraian dalam Islam

Berikut adalah beberapa etika yang perlu diperhatikan dalam konteks perceraian dalam Islam:

Mediasi dan Rekonsiliasi

Sebelum memutuskan untuk bercerai, suami-istri diharapkan untuk melakukan mediasi dan upaya rekonsiliasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berkonsultasi bersama anggota keluarga, pemimpin komunitas, atau bahkan konselor pernikahan. Tujuannya untuk memahami masalah-masalah yang mendasari perpecahan dan mencari solusi.

Pertimbangan Serius

Keputusan untuk bercerai harus dibuat dengan pertimbangan serius dan matang. Pasangan yang ingin bercerai harus merenungkan dampaknya pada diri mereka sendiri, anak-anak, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Baca Juga:

Selingkuh dan Dosa-dosanya

Hormati Hak-Hak

Saat memutuskan untuk bercerai, seluruh hak baik suami dan istri harus dihormati. Hal ini termasuk memberikan nafkah selama iddah (periode tunggu setelah perceraian), menjaga hak asuh anak, dan membagi harta dengan adil sesuai dengan hukum Islam.

Perlindungan Anak-Anak

Kesejahteraan dan perlindungan anak-anak harus menjadi prioritas utama, mulai dari keputusan mengenai hak asuh, nafkah, dan pendidikan anak-anak harus diambil dengan hati-hati dan dengan pertimbangan terbaik untuk mereka.

Iddah

Istri harus menjalani masa iddah (periode tunggu setelah perceraian) sebelum dapat menikah lagi. Tujuannya untuk mengklarifikasi apakah ada kehamilan, memberikan waktu bagi refleksi, dan menghindari kesalahan identitas ketika ada kehamilan.

Hormat pada Nilai Agama

Selama proses perceraian, semua pihak yang terlibat diharapkan untuk tetap menjaga akhlak dan nilai-nilai agama. Tidak ada tempat untuk saling mencaci atau merendahkan pihak lain.

Sumber:

Oktaviana, Widya. (2021). Hukum Perceraian dalam Islam dan Etika Bercerai Menurut Pandangan Islam. Dream.co.id Diakses pada 29 Agustus 2023

7 Pedoman Adab Bersosial Media dalam Islam

adab-bersosial-media-dalam-islam

Sosial media merupakan sarana yang digunakan oleh semua orang untuk berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan cara menciptakan, berbagai, bertukar, melalui jaringan dan komunikasi virtual. Dala Islam, media sosial dianggap untuk syiar amar ma’ruf nahi munkar yang menjamin dan mengatur kebebasan berekspresi untuk mengemukakan pendapat.

Meskipun begitu, selalu ada adab yang harus diterapkan sebagai umat muslim dalam segala kondisi dan situasi, termasuk bersosial media. Di bawah ini merupakan penjelasan tentang pedoman yang bisa Anda terapkan sebagai muslim dalam memanfaatkan sosial media. Simak hingga selesai, ya!

Pedoman Adab Bersosial Media

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait pedoman bermuamalah (hal-hal yang termasuk urusan kemasyarakatan, seperti pergaulan, perdata dan sebagainya) di sosial media berdasarkan tuntunan agama agar segala yang dilakukan dalam dunia virtual tersebut berjalan kondusif dan terhindar dari hal-hal yang menjurus pada perbuatan negatif.

1. Dilandasi dengan Iman dan Takwa

Dalam bermuamalah dengan sesama, baik dalam kehidupan nyata maupun sosial media, setiap muslim wajib mendasarkan seluruh perilakunya pada keimanan dan ketakwaan, kebajikan (mu‟asyarah bil ma‟ruf), persaudaraan (ukhuwwah), saling wasiat akan kebenaran (al-haqq), serta mengajak pada kebaikan (al-amr bi al-ma‟ruf) dan mencegah kemungkaran (al-nahyu an al-munkar).

Baca Juga:

10 Adab ketika Berada di Masjid

2. Perhatikan Etika atau Adab

Setiap umat muslim yang bermuamalah melalui sosial media, wajib memperhatikan etika atau adabnya, baik pada sesama umat muslim maupun yang bukan. Konsep bermuamalah yang baik adalah senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tidak mendorong kekufuran serta kemaksiatan. 

Selain itu, muamalah juga dapat dijadikan ajang untuk mempererat persaudaraan (ukhuwwah), baik persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) atau  persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah).

3. Tidak Menghasut dan Memfitnah

Setiap Muslim yang bermuamalah melalui sosial media diharamkan untuk melakukan ghibah, fitnah, berprasangka buruk, namimah (adu domba), melakukan bullying, ujaran kebencian, dan ajakan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antargolongan. Persoalan-persoalan ini secara tegas dibahas dan dilarang berdasarkan dalil berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang. (QS Al Hujurat: 12)

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, yang suka mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah” (QS Al Qalam 10 – 11)

عَنْ حُذَيْفَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ (رواه البخاري و مسلم )

“Tidak akan masuk surga, ahli namimah (adu domba).” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:

Manfaat Membaca Al-Waqiah

4. Tidak Melanggar Ketentuan Agama dan Hukum yang Berlaku

Bermuamalah melalui sosial media harus dilakukan tanpa melanggar ketentuan agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Maksudnya, selain menjaga dari sisi agama, hendaknya juga umat muslim memperhatikan hukum bermuamalah melalui media sosial yang diatur negara.

Dalam hukum negara di Indonesia, hal ini diatur dalam UU No. 19 Tahun 2016 sebagai perubahan atas UU N0. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terdapat lima pasal yang mengatur etika bermedia sosial, mulai dari pasal 27-30 yang mengatur tentang konten yang tidak selayaknya diunggah, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, termasuk juga mencuri data tanpa izin.

5. Verifikasi Kebenaran Informasi yang Diterima

Setiap umat muslim yang menerima konten/informasi melalui sosial media, baik yang positif maupun negatif, tidak boleh langsung disebarkan kembali sebelum melakukan verifikasi dan proses tabayun agar dapat dipastikan kemanfaatannya.

Upaya melakukan tabayun juga lebih baik dilakukan secara tertutup kepada pihak yang terkait, tidak dilakukan secara terbuka di ranah publik, seperti melalui grup sosial media yang bisa menimbulkan fitnah. Dalil anjuran tabayun adalah sebagai berikut:


يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡنَ


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS Al Hujurat: 6)

Baca Juga:

Ilmuwan Muslim Berpengaruh di Dunia

6. Perhatikan Isi Konten sebelum Disebarluaskan

Pembuatan konten/informasi yang akan disampaikan ke ranah publik harus berdampak baik bagi penerima dalam mewujudkan kemaslahatan (mendatangkan kebaikan), serta menghindarkan diri dari kemafsadahan (kerusakan, kebinasaan atau akibat buruk yang menimpa seseorang atau kelompok tertentu).

Konten yang dibuat tidak menyebabkan dorongan untuk berbuat hal-hal yang terlarang secara syar’i, seperti pornografi, visualisasi kekerasan yang terlarang, umpatan, dan provokasi. Jangan sampai kita sebagai umat muslim tergesa-gesa untuk menyampaikan informasi yang belum teruji validitasnya. Hal ini disampaikan dalam sebuah hadis yang berbunyi:


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “التَّأَنِّي مِنَ اللَّهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ ” (أخرجه البيهقي(


Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketenangan itu datang dari Allah SWT dan ketergesaan itu dari setan.” (HR Al Baihaqi)

7. Penyebaran Dilakukan setelah Teruji Kebenarannya

Konten atau informasi yang akan disebarkan kepada khalayak umum harus memenuhi kriteria baik dari sisi isi, sumber, waktu dan tempat, latar belakang serta konteks informasi disampaikan.

Selain itu, perlu diperhatikan juga informasi tersebut cocok dan layak atau tidak untuk diketahui oleh masyarakat dari seluruh lapisan sesuai dengan keragaman orang/khalayak yang akan menjadi target sebaran informasi. Tidak disarankan untuk menyebarkannya apabila informasi tersebut tidak cocok atau sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu.

Sumber:

Mui.or.id. (2021). Pedoman Islami dalam Bermedia Sosial. Diakses pada 24 Agustus 2023

15 Masjid Termegah di Dunia

masjid-termegah-di-dunia

Sebagai tempat suci, masjid sudah didirikan sejak zaman Rasulullah SAW untuk dijadikan sebagai sarana memperdalam ilmu agama Islam hingga saat ini. Berbagai ibadah, kajian, sampai prosesi pernikahan pun dilaksanakan di sini.

Oleh karena itu, terdapat banyak sekali masjid termegah di dunia yang tersebar di beberapa negara. Berikut ini merupakan daftar 15 masjid yang bisa Anda kunjungi untuk menikmati keindahan dan kenyamanan selama beribadah.

Masjid Haram

Great Mosque of Mecca | History, Expansion, & Facts | Britannica

Sumber: Britannica

Masjidil Haram merupakan tempat berdirinya Ka’bah sebagai kiblat salat umat muslim di seluruh dunia. Masjid yang berlokasi di Mekah, Arab Saudi ini menjadi masjid terbesar dan terindah dibandingkan masjid yang ada di dunia karena mampu menampung sekitar 1 – 2 juta jamaah.

Masjid Nabawi

Nabawi Pictures | Download Free Images on Unsplash

Sumber: unsplash

Selanjutnya, Masjid Nabawi sebagai masjid termegah kedua yang terletak di Kota Madinah, Arab Saudi. Di dalam masjid ini terdapat makam Nabi Muhammad SAW beserta dua sahabatnya, yaitu Abu Bakar dan Umar.

Masjid Faisal

Berkas:Shah Faisal Masjid, Islamabad.JPG - Wikipedia bahasa Indonesia,  ensiklopedia bebas

Sumber: Wikipedia

Masjid Faisal memiliki desain arsitektur yang terinspirasi dari bentuk tenda Suku Badui. Masjid ini terletak di kaki bukit Margalla, Islamabad, Pakistan. Diperkirakan masjid megah tersebut mampu menampung hingga 300 ribu jamaah.

Masjid Istiqlal

Mengenal Sejarah Masjid Istiqlal Terbesar di Indonesia - Wisata  Katadata.co.id

Sumber: Katadata

Masjid Istiqlal menjadi salah satu ikon Jakarta karena tempat ibadah ini menjadi yang terbesar di seluruh masjid yang ada di Indonesia. Terletak di Jakarta Pusat, masjid ini mampu menampung hingga 200 ribu jamaah.

Masjid Hassan II

Pesona Masjid Hassan II, Maroko | Surau.co

Sumber: surau.co

Masjid Hassan II dikenal karena ukurannya yang besar dan memiliki pemandangan alam yang indah karena langsung berseberangan dengan Samudera Atlantik. Masjid ini terletak di Kota Casablanca, Maroko.

Masjid Imam Reza Mausoleum

Megahnya Makam Imam Reza yang Dikelilingi Tujuh Taman

Sumber: CNN Indonesia

Masjid ini menjadi masjid terluas dan termegah yang berlokasi di Kota Masyhad, Iran. Nama Imam Reza Mausoleum diambil dari salah satu imam besar Syiah, yaitu Imam Ali bin Musa ar-Ridha atau yang lebih dikenal dengan Imam Reza.

Masjid Badshahi

Besarnya Masjid Badshahi yang Membuat Taj Mahal Terlihat Mini

Sumber: CNN Indonesia

Masjid ini berlokasi di Kota Lahore, Pakistan yang dibangun pada pertengahan abad ke-17 atas perintah pemimpin terakhir Dinasti Mogul Besar. Masjid ini diperkirakan mampu menampung hingga 60 ribu jamaah.

Masjid Al-Saleh

Al Saleh Mosque (Sanaa, Yaman) - Review - Tripadvisor

Sumber: Tripadvisor

Masjid ini berada di kawasan bukit Kota Sana’a, Republik Yaman. Nama Al-Saleh diambil dari nama Presiden Yaman, yaitu Ali Abdullah Saleh. Diperkirakan masjid ini dapat menampung hingga 45 ribu jamaah.

Masjid Syeikh Zayed

Sheikh Abu Dhabi Bikin Masjid Gede di Solo, Ini Penampakannya

Sumber: CNBC Indonesia

Masjid yang terletak di Kota Abu Dhabi, Arab Saudi ini dikenal akan kemegahannya karena memiliki interior dan corak warna yang unik. Diperkirakan masjid ini mampu menampung hingga 40 ribu jamaah.

Masjid Jama

Masjid Jama - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sumber: Wikipedia

Masjid Jama atau dikenal juga dengan nama Masjid-i Jahan-Numa merupakan masjid utama di negara India, tepatnya di Delhi Tua. Masjid ini didirikan oleh orang yang sama dengan pendiri Taj Mahal, yaitu Kaisar Mogul, Syah Jehan.

Masjid Raya Baiturrahman

Napak Tilas Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Simbol Agama, Budaya, dan  Perjuangan Rakyat Aceh

Masjid megah ini berlokasi di Indonesia, tepatnya Banda Aceh. Masjid ini pernah mendapatkan keajaiban karena berhasil selamat pada tragedi tsunami Aceh tahun 2004 lalu.

Masjid Putra

Masjid Putrajaya (Malaysia) - Review - Tripadvisor

Sumber: Tripadvisor

Masjid Putra Malaysia merupakan masjid terapung di atas danau dan memiliki warna yang unik.

Masjid Tokyo Camii

Tokyo Camii, Masjid Imigran Turki sampai Pernikahan Syahrini

Sumber: CNN Indonesia

Masjid yang terletak di Tokyo, Jepang ini menjadi masjid terbesar yang ada di Jepang. Didesain dengan gaya arsitektur Islami dengan material serta furniture yang langsung dibawa dari Turki.

Masjid Raya Sultan Qaboos

Mengenal Masjid Agung Sultan Qaboos, Masjid Terkenal dan Terbesar di Oman

Sumber: Muslimahdaily.com

Masjid yang terletak di Kota Muscat, Oman ini menjadi masjid utama di Oman. Memiliki desain interior khas Persia yang indah dan terdapat halaman yang luas serta lima buah menara yang melambangkan 5 rukun Islam.

Masjid Jami Ul Alfar

Jami Ul-Alfar, Masjid Berwarna Permen di Sri Lanka

Sumber: CNN Indonesia

Dikenal dengan sebutan Masjid Merah karena masjid ini tersusun atas batu bata berwarna merah dan putih yang unik. Masjid Jami Ul Alfar terletak di Kolombo, Sri Lanka.

Sumber:

Kumparan.com. (2022). Daftar Masjid Termegah di Dunia, Bisa Menampung Ratusan Ribu hingga Jutaan Jemaah. Diakses pada 22 Agustus 2023

Penuh Keberkahan! Ini 10 Amalan Sunnah di Hari Jumat

amalan sunnah di hari jumat

Keistimewaan hari Jumat telah disebutkan dalam Kitab Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, dimana Rasulullah SAW bersabda:

“Hari terbaik (selagi matahari masih terbit) adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam diciptakan, pada hari itu pula ia dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya. Kiamat pun tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, sebagai hari yang istimewa tentu terdapat sejumlah amalan sunnah yang dapat dikerjakan agar kita mendapat pahala dan syafaat di dunia maupun akhirat nanti. Berikut ini terdapat 10 amalan sunnah yang bisa Sahabat Muslim lakukan di hari Jumat. Yuk, simak penjelasannya!

1. Mandi Sebelum Salat Jumat

Amalan hari Jumat yang dianjurkan Rasulullah SAW yaitu mandi sebelum melaksanakan salat Jumat. Hal ini menjadi ciri khas dari Rasulullah SAW yang selalu menjaga kebersihan, sehingga alangkah baiknya kita mencontoh amalan dari Rasulullah tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

‘’Jika salah seorang di antara kalian menghadiri shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi’’ (HR. Bukhari)

Baca Juga:

Adab Ketika di Masjid

2. Berhias dan Memakai Wewangian

Amalan sunnah lainnya yang bisa dikerjakan pada hari Jumat adalah berhias, termasuk bersiwak serta memakai wewangian. Pria muslim yang ingin pergi ke masjid pada Jumat disunnahkan dalam keadaan bersih. Anjuran ini ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said RA bahwa Rasulullah bersabda:

“Setiap muslim hendaklah mandi pada hari Jumat, mengenakan pakaiannya yang terbaik dan memakai wewangian (jika punya),” (HR Bukhari).

3. Menggunakan Pakaian yang Sewajarnya

Rasulullah SAW juga senantiasa menggunakan pakaian yang sewajarnya dan tidak berlebihan. Hal ini selaras dengan Surah Al-Araf ayat 31 yang menegaskan bahwa Allah SWT menyukai hamba-Nya yang tidak berlebih-lebihan. 

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-Araf:31)

4. Memperbanyak Selawat

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak sholawat pada malam dan hari Jumat. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aus bin Aus RA, Rasulullah bersabda:

“Di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan dan pada hari itu pula diwafatkan serta pada hari itu pula ditiup sangkakala dan dimatikan semua umat manusia. Karena itu, perbanyaklah membaca selawat atasku dan bacaanmu itu akan disampaikan kepadaku,”

Baca Juga:

Berbagai Keutamaan Membaca Surah Al-Baqarah

5. Memperbanyak Doa dan Zikir

Amalan hari Jumat selanjutnya adalah dengan memperbanyak doa dan zikir. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa di hari Jumat karena di hari tersebut Allah akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang bertakwa. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis, yaitu:

“Pada hari itu ada saat yang tidaklah seorang hamba muslim bertepatan dengannya dalam keadaan dia berdiri salat yang ia meminta sesuatu kepada Allah SWT melainkan akan dikabulkan oleh-Nya,” (HR Bukhari).

Melakukan zikir bertujuan untuk mengingat Allah, meskipun bisa dilakukan kapan saja ada baiknya memperbanyak zikir pada hari Jumat sebab di hari tersebut pahala berzikir akan dilipat gandakan. Berikut ini ayat yang menyerukan untuk berzikir dan mengingat Allah SWT:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah…,” (Al Jumu’ah: 9).

6. Memperbanyak Membaca Al Quran

Amalan hari Jumat lainnya yang dapat dilakukan oleh pria maupun wanita adalah memperbanyak membaca Al Quran guna menambah pengetahuan kita seputar agama.

Jadi, tidak hanya pahala berlipat ganda yang akan didapat tapi juga pemahaman agama juga akan meningkat. Berikut ini hadis yang memperkuat pernyataan tersebut, Imam Ja’far Shadiq berkata:

“Malam dan hari Jumat itu memiliki hak, maka jangan menyia-nyiakan kemuliaannya, jangan mengurangi ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal saleh dan tinggalkan semua yang haram. Karena di dalamnya Allah telah melipatgandakan kebaikan, menghapus kejelekan dan mengangkat derajat. Hari Jumat sama dengan malamnya. Jika kamu mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan salat. Karena di dalamnya Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mulia.”

Baca Juga:

Bentuk Kebaikan Mendengar Adzan

7. Membaca Surah Al-Kahfi

Amalan selanjutnya yang bisa dikerjakan di hari Jumat adalah membaca surah Al Kahfi. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka memancarlah cahaya terang untuknya dari bawah telapak kakinya hingga setinggi awan langit yang akan meneranginya kelak di hari kiamat dan juga diampuni dosanya di antara dua Jumat.” (HR Ibnu Mardawaih)

8. Ziarah Kubur

Dalam sebuah riwayat, dijelaskan terkait keutamaan ziarah di hari Jumat. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang ziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya pada setiap hari Jumat, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan ia dicatat sebagai orang yang berbakti kepada orang tuanya.” (HR Hakim, At Tirmidzi dan Ath Thabrani).

Baca Juga:

Makna Puasa Senin-Kamis

9. Bersedekah

Rasulullah SAW senantiasa bersedekah di hari Jumat dan mengajarkan umatnya untuk senantiasa ringan tangan. Selain memperoleh pahala di sisi Allah SWT, sedekah dapat membantu fakir miskin dan membuat ketakwaan kita semakin meningkat. 

Selain itu, bersedekah juga membuat hati menjadi lapang dan ikhlas. Banyaknya keutamaan bersedekah sebagaimana disebutkan di atas membuat kita tidak heran jika Rasulullah SAW gemar bersedekah. Hal ini juga disebutkan dalam Surah Al-Baqarah yang berbunyi:

Artinya, “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah:261)

10. Membaca 3 Surah Terakhir dalam Al-Quran

Membaca tiga surat terakhir dalam Al-Qur’an menjadi amalan sunnah yang juga dianjurkan dilakukan di hari Jumat. Mengenai anjuran ini, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa setelah shalat Jumat membaca ‘Qul huwallahu Ahad (Al-Ikhlas)’, ‘Qul a’udzu birabbil-falaq (Al-Falaq)’, dan ‘Qul a’udzu birab bin-nâs (An-Nas)” sebanyak tujuh kali, maka Allah melindunginya dari keburukan hingga Jumat mendatang,”

Sumber:

Santoso. (2023). Amalan Hari Jumat untuk Memperoleh Pahala & Keberkahan. yatimmandiri.org

7 Keajaiban Doa yang Wajib Diketahui Umat Muslim!

keajaiban doa

 dalam Al-Qur’an

Keajaiban Doa

  1. Doa adalah ibadah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Allah SWt memerintahkan langsung hambanya untuk berdoa. Apabila seorang hamba melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh-Nya, maka hal itu disebut sebagai suatu ibadah.
  1. Doa itu sari patinya ibadah. Apabila ibadah tanpa diiringi doa, sama halnya seperti buah tanpa isi.
  1. Doa memiliki kedudukan mulia. Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah SWT selain doa sebab di dalam doa terdapat hakikat seorang hamba kepada tuhan yang telah menciptakannya.
  1. Tidak ada yang dapat menolak takdir buruk selain doa kepada Allah SWT. Apabila seorang hamba berdoa dengan sungguh-sungguh, maka Allah berkenan menghapus daftar takdir buruk menurut kehendak-Nya. Apabila Dia sudah berkehendak, maka tidak ada yang bisa mengusik selain memohon kepada-Nya dengan doa. Inilah hikmah mendalam dari dahsyatnya doa.
  1. Doa membawa manfaat bagi yang memohonkannya. Hal ini harus diyakini karena termasuk dalam aqidah sam’iyah, yaitu kepercayaan yang pada dasarnya hanya sebuah kemungkinan yang boleh dipercaya maupun tidak. Akan tetapi menjadi sesuatu yang wajib dipercaya karena datangnya dari Allah dan rasul-Nya.
  1. Allah SWT banyak mengajarkan doa-doa sebagaimana terdapat dalam Al Quran, begitu pula dengan Rasulullah SAW. Beliau mengajarkan doa siang dan malam agar dapat diamalkan oleh para umatnya. Doa sudah ada sejak Nabi Adam AS diciptakan dan pengabulan doa oleh Allah SWT sudah ada sejak saat itu.
  1. Doa adalah kekuatan ampuh bagi orang-orang yang beriman. Doa adalah kekuatan batin, pembuka pintu rezeki, jalan menuju keberkahan, dan kemenangan dunia akhirat.

Baca Juga:

Janji Allah SWT Dibalik Cobaan dan Ujian

Sumber: 

Merdeka.com. (2022). Kekuatan Doa dan Perintahnya yang Wajib untuk Diketahui

Catat! 10 Adab ketika Berada di Masjid

adab ketika di masjid

Masjid merupakan rumah Allah di bumi yang memiliki kedudukan yang agung di mata umat Islam karena menjadi tempat bertemunya mereka ketika salat berjamaah ataupun kegiatan beribadah lainnya. Seluruh umat Islam senantiasa memuliakan masjid sebagaimana fungsi dan kesuciannya. Contoh, menjaga etika serta adab ketika berada di dalamnya.

Adab sendiri merupakan perilaku mulia atau akhlakul karimah. Dalam kitab “Min Aadaabi al-Masajid” karya Abdullah bin Ahmad al-Ghamidi menjelaskan tentang adab-adab yang harus diperhatikan ketika berada di dalam masjid. Artikel ini akan membahas satu persatu adab tersebut. Simak hingga selesai!

Berdoa saat Masuk dan Keluar Masjid

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ 

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian masuk Masjid, maka hendaklah ia mengucapkan, “Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahamat-Mu. Dan apabila ia keluar, maka hendaknya ia mengucapkan, “Ya Allah sesungguhnya Aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu” (HR. Muslim)

Baca Juga:

Tanggung Jawab Seorang Ayah Tiri

Mengagungkan Masjid

Beberapa contoh sikap mengagungkan masjid adalah tidak berbicara dengan suara tinggi dan tidak meremehkan masjid dengan mengomentari hal-hal yang ada di dalamnya atau semacamnya.

Menjaga Pakaian, Badan dan Mulut dari Bau yang Tidak Sedap

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ قَالَ فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ 

Artinya: “Barangsiapa memakan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah ia menyingkir dari kami. Atau beliau bersabda “Menjauhi masjid kami dan hendaknya ia duduk saja di rumahnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berpindah Tempat Duduk saat Mengantuk

Dari Ibnu Umar RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian mengantuk pada hari Jumat, maka hendaklah dia berpindah dari tempat duduknya itu,” (HR At Tirmidzi, Ahmad dan Abu Daud).

Berpindah tempat sama dengan menggerakkan tubuh. Adanya pergerakan tubuh akan menghilangkan kantuk.

Menjaga Diri dari Tindakan Menyekutukan Allah SWT

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

 وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا 

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” ( QS. al-Jin: 18).

Baca Juga:

Masjid Termegah di Indonesia

Tidak Menghias Masjid

Tidak menghias masjid secara berlebihan, seperti menaruh kaligrafi yang terbuat dari emas atau perak. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi jemaah ketika beribadah.

Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

“Di antara tanda-tanda kiamat adalah manusia berbangga-bangga dengan masjid,” (HR An Nasa’i, Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).

Melakukan Salat Dua Rakaat Tahiyatul

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ 

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid maka janganlah ia duduk hingga ia sholat dua rakaat” (HR. Bukhari).

Menjaga Kebersihan Masjid

Sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT, tentu kebersihan masjid harus tetap dijaga. Caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak meludah, dan lain sebagainya. Selain itu, masjid harus dibersihkan secara rutin dari debu dan kotoran, serta mencuci karpetnya.

Tidak Melakukan Transaksi Jual-Beli

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيْعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُوْلُوْا لَا أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَكَ 

Artinya: “Jika kamu melihat seseorang berjual beli di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya: ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan dari jual beli-mu’” (HR. at-Tirmidzi)

Baca Juga:

Pentingnya Self-Love dalam Islam

Tidak Bertengkar dan Meninggikan Suara

Diriwayatkan dari as-Saib bin Yazid, ia berkata: 

“Suatu ketika aku berada di masjid Nabawi, tiba-tiba seseorang melemparku dengan kerikil kecil. Aku melihatnya ternyata orang itu Umar bin Khatthab. Ia berkata: “ Pergi dan bawalah kedua lelaki itu kemari.” Maka aku pun membawa kedua lelaki yang dimaksud ke hadapan beliau. Umar bertanya: “Darimana kalian berdua ? Dari Thaif, jawab mereka berdua. Umar berkata: “Sekiranya kalian berdua berasal dari kota ini (Madinah-pen), niscaya akan aku pukul kalian ! Karena kalian meninggikan suara di dalam Masjid Rasulullah (HR.Bukhari).

Sumber:

  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6864545/8-adab-ketika-berada-di-masjid-perhatikan-ya
  • https://muslim.or.id/19262-adab-adab-ketika-di-masjid.html

5 Janji Allah yang Tertuang dalam Al-Qur’an

5 Janji Allah

Kitab suci Al-Qur’an yang sangat mulia ini selain mengandung petunjuk Allah SWT. ada pula janji – janji-Nya untuk orang – orang yang beriman. Apa yang ada di Al-Qur’an, ada di dunia, relate kah? Sahabat Muslim, pernah nggak lihat nama buah, nama tempat, yang ternyata memang ada di dunia ini, dan senyata itu. 

Baca juga: https://arahmuslim.id/ayat-al-quran-untuk-usir-jin-penghalang-jodoh/

Apalagi, janji – janji Allah, masyaAllah. Balasan Allah atas segala perbuatan manusia di dunia ini benar adanya, dan wajib kita meyakininya, agar manusia tidak terjerumus dalam kesesatan. Berikut adalah janji – janji Allah yang tertuang dalam Al-Qur’an, apakah Sahabat Muslim pernah merasakan salah satunya? 

  1. Senantiasa Memberikan Pertolongan

“…..Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang – orang yang beriman.” 

(QS. Ar-Ruum: 47) 

  1. Banyak Bersyukur, Nikmatnya Ditambah

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” 

(QS. Ibrahim: 7)

  1. Diberikan Pembelaan dari Allah SWT. 

“Sesungguhnya Allah membela orang – orang yang beriman…” 

(QS. Al-Hajj: 38) 

  1. Selalu Diingat Allah SWT. 

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” 

(QS. Al-Baqarah: 152)

  1. Diberikan Ampunan

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Muhammad) berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka (masih) meminta ampun.” 

(QS. Al-Anfal: 33) 

Dengan janji – janji Allah tadi, yang menerimanya pun adalah orang – orang yang dikategorikan memiliki keimanan yang sangat kuat. Semoga kita salah satunya, ya Sahabat Muslim. 

Baca juga: https://arahmuslim.id/jadwal-niat-puasa-tarwiyah-arafah/

Tak hanya yang telah dipaparkan diatas, firman Allah lainnya di Al-Qur’an tak perlu diragukan lagi kebenarannya. Apa yang ada di Al-Qur’an sudah sepatutnya kita mematuhi petunjuk-Nya. Yuk rutinkan membaca Al – Qur’an, sekarang mudah melalui ArahMuslim. 

Sahabat Muslim dapat langsung mengunduhnya di App/Play Store. 

Sumber: 

Inilah 10 Janji Allah kepada Orang Beriman

https://khazanah.republika.co.id/berita/m74y17/inilah-10-janji-allah-kepada-orang-beriman

Umat Islam Wajib Tahu, Inilah 4 Janji Allah SWT. yang Tertuang dalam Al-Qur’an

https://senyummandiri.org/umat-islam-wajib-tahu-inilah-4-janji-allah-swt-yang-tertuang-dalam-al-quran/

Inilah 5 Janji Allah Kepada Umat Islam yang Termaktub dalam Al-Qur’an, Salah Satunya Doa Akan Dijabah

https://bondowoso.jatimnetwork.com/khazanah/pr-1824732383/inilah-5-janji-allah-kepada-umat-islam-yang-termaktub-dalam-al-quran-salah-satunya-doa-akan-diijabah?page=3

Seperti Apa Seharusnya Tanggung Jawab Seorang Ayah Tiri?

Tanggung Jawab Ayah Tiri

Hubungan antara seorang anak dan ayah tiri dapat terjadi, jika sang ibu memutuskan untuk menikah kembali. Mungkin terlihat biasa, tapi rasanya, seperti ada pembatas tak kasat mata dalam hubungan ayah sambung/tiri. Mungkin dikarenakan tidak adanya hubungan pertalian darah, sehingga anak atau pun ayah tirinya merasa canggung, tidak merasakan hubungan anak & ayah pada umumnya. 

Baca juga: https://arahmuslim.id/self-love-dalam-islam/

Meskipun begitu, ada juga seorang ayah tiri memberi kasih sayang sepenuhnya layaknya ayah kandung. Tak semua ayah tiri dapat dikatakan buruk. Melihat persoalan yang marak beberapa waktu ini, jadi, harus seperti apa & tanggung jawab seorang ayah tiri kepada anak? 

Berikut ulasannya. 

Ikut Menafkahi

Apabila sang ayah kandung sudah meninggal dunia, wajib diambil alih tanggung jawabnya oleh saudara kandung sang ayah. Dan akan menjadi perbuatan yang sangat mulia jika seorang ayah tiri ikut serta dalam menafkahi & mencukupi kebutuhan anak tirinya.

Memberikan Pendidikan Agama

Ayah tiri juga bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan agama kepada anak tiri. Membimbing anaknya untuk selalu taat beribadah dan mengamalkan perbuatan baik sesuai ajaran agama. 

Baca juga: https://arahmuslim.id/dosa-dosa-selingkuh/

Memberikan Perlindungan 

Dalam Islam, tanggung jawab ayah tiri kepada anak tirinya juga harus memberikan perlindungan, seperti rasa aman & nyaman pada anak tirinya. Memastikan sang anak baik – baik aja, tanpa ada rasa khawatir. 

Menjadi Teladan yang Baik 

Layaknya seorang ayah kandung, ayah tiri pun harus menjadi teladan yang baik bagi anak tirinya. Memberikan contoh & sikap perilaku yang baik. Jadi, ayah tiri pun harus sudah sadar, bahwa dia memiliki anak sambung. 

Sekarang, Sahabat Muslim sudah mengetahui tanggung jawab seorang ayah tiri. Hampir sama dengan ayah kandung karena memang pada dasarnya, beliaulah yang menggantikan posisi ayah kandung, jadi sudah seharusnya bersikap layaknya ayah kandung. 

Sumber: 

Inilah 8 Tanggung Jawab Ayah Tiri dalam Islam

https://cintalia.com/kehidupan/orang-tua/tanggung-jawab-ayah-tiri-dalam-islam

Simak 3 Kemuliaan Memuliakan Anak Yatim 

Kemuliaan Memuliakan Anak Yatim

Anak yatim merupakan anak – anak yang tidak memiliki ayah, dikarenakan sang ayah telah dipanggil terlebih dahulu oleh Maha Kuasa. Tidak ada satu pun di dunia ini, yang menginginkan dilahirkan dalam keadaan orang tua yang tidak lengkap, bahkan tanpa keduanya. 

Oleh karena itu, Allah SWT. sangat memposisikan anak yatim, beda dari anak – anak lain pada umumnya. Kedudukan anak yatim sangat istimewa di mata Rasulullah SAW. Dalam Al-Qur’an pun secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara, dan diperhatikan. 

“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik””. (QS. Al-Baqarah:220). 

Baca juga: https://arahmuslim.id/sifat-nabi-muhammad-diajarkan-pada-anak/

Sudah menjadi tugas kita sebagai sesama Umat Muslim, memberikan kebahagiaan kepada mereka layaknya kehidupan kita. Selain dapat membahagiakan mereka, kita pun dapat merasakan ganjaran ketika kita memuliakan anak yatim. Simak uraiannya sebagai berikut. 

  1. Dekat dengan Rasulullah SAW. di Surga

Orang yang memelihara anak yatim, akan masuk surga InsyaAllah berdekatan dengan Rasulullah SAW. Kedekatannya pun seperti jari telunjuk dengan jari tengah, masyaAllah.  

“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini, kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” 

(HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). 

  1. Memperoleh Pertolongan Allah SWT. 

Bentuk kepedulian nyata yang akan mendatangkan pertolongan Allah adalah menolong anak – anak yatim. 

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat….” 

(HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah). 

  1. Dihindarkan dari Siksa Akhirat yang Pedih

Senantiasa menolong anak yatim? InsyaAllah, akan dijauhkan dari siksa akhirat yang pedih. Dalam suatu hadits, “Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman & kelemahannya.”
(HR. Thabrani dari Abu Hurairah). 

Baca juga: https://arahmuslim.id/amalan-sunnah-rasul/

MasyaAllah, memuliakan anak yatim ternyata benar – benar mulia dunia akhirat. Sosok seorang ayah yang tidak mereka miliki itu, menjadi sangat wajib hukumnya, kita harus menyantuni mereka. Semoga, kita senantiasa memberikan perhatian lebih kepada anak – anak yatim di Indonesia. 

Salah satunya, bisa mendonasikan rezeki Sahabat Muslim melalui ArahMuslim, download di playstore/appstore. Jazakumullah Khairan Katsiran, Sahabat Muslim. 

Sumber: 

Ini Keutamaan – keutamaan Memuliakan Anak Yatim yang Harus Anda Ketahui

https://lazgis.com/ini-keutamaan-keutamaan-memuliakan-anak-yatim-yang-harus-anda-ketahui-product/#:~:text=Dengan%20memuliakan%20anak%20yatim%2C%20InsyaAllah,memperoleh%20perlindungan%20di%20hari%20kiamat.

9 Keutamaan Menyantuni Anak Yatim, Pahala, dan Hukum

7 Keutamaan Menyayangi Anak Yatim dalam Islam

https://news.detik.com/berita/d-4784977/7-keutamaan-menyayangi-anak-yatim-dalam-islam