Kapan Nuzulul Quran Terjadi? Ini Dalilnya!

nuzulul quran

Kata Nuzulul Quran berasal dari dua kata, yaitu Nuzul yang artinya menurunkan sesuatu dari tempat tinggi ke rendah dan Al Quran yang merupakan kitab suci umat Islam. Nuzulul Quran merupakan peristiwa mukjizat turunnya wahyu pertama dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Pada malam yang istimewa ini, seluruh umat islam dapat memperbanyak ibadah, seperti beriktikaf di masjid, tadarus Quran, memperbanyak zikir dan sedekah, serta memperbaiki sikap guna mengharapkan berkah.

Dalil Nuzulul Quran

Dalil utama yang membahas Nuzulul Quran adalah pada surah Al Baqarah ayat 185. Pada surah ayat ini Allah SWT berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Bulan Ramadhan merupakan (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta menjadi pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapapun di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu (Ramadhan), berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah sesungguhnya menghendaki kemudahan atasmu dan tidak menghendaki kesulitan. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Waktu Peristiwa Nuzulul Quran

Terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai waktu peristiwa terjadinya Nuzulul Quran, antara lain:

Malam ke-17 Bulan Ramadhan

Dalil yang menerangkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadhan adalah surah Al-Anfal ayat 41, berbunyi:

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya sesuatu yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlimanya adalah hak Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnu sabil, jikalau kamu beriman kepada Allah serta kepada apa yang Kami turunkan (Al-Qur’an) kepada hamba Kami (Nabi Muhammad SAW) pada hari al-furqān (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan (Perang Badar). Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Melalui Tafsir Quran Kemenag, referensi tanggal Perang Badar dalam ayat di atas bertepatan pada tanggal 17 bulan Ramadhan tahun kedua Hijriah.

10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Dalil yang dijadikan sebagai landasan bahwa malam Nuzulul Quran terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan adalah surah Al-Qadr ayat 1–5, berbunyi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah yang disebut dengan malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan adalah lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan juga Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Ayat di atas dengan jelas menerangkan bahwa Al-Qur’an itu diturunkan ketika terjadinya malam kemuliaan atau Lailatul Qadar.

Sumber:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6651666/dalil-tentang-nuzulul-quran-dan-waktu-terjadinya

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230403091152-289-932710/pengertian-dan-hikmah-nuzulul-quran-17-ramadhan

Berbagai Jenis Zakat yang Dapat Dibayarkan saat Ramadhan

Zakat merupakan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin dan sebagainya. Dalam suatu konsepsi ajaran islam, zakat memotivasi umat muslim untuk mewujudkan keadilan sosial, berbagi dengan orang sekitar, mengentaskan kemiskinan, serta memberdayakan masyarakat.

Kewajiban berzakat juga dituangkan dalam surah Maryam ayat 31, yaitu “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (QS. Maryam ayat 31)

Dalam penerapannya, zakat terbagi menjadi berbagai jenis. Berikut ini penjelasannya.

Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh umat muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadhan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan seperti beras, gandum dan sejenisnya.

Adapun, kualitas beras atau makanan pokok yang dibayarkan untuk zakat harus sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang kita konsumsi setiap harinya.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA berkata,

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan sebanyak satu sha kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya laki-laki atau perempuan.”

Zakat Mal (Harta)

Zakat Mal adalah zakat harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim sesuai dengan nisab, terbebas dari hutang (aset menjadi hak milik penuh), sumber hartanya halal, kepemilikan telah mencapai 1 tahun, dan haulnya. 

Hal ini juga diterangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 267 yang berbunyi 

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.”

Waktu pengeluaran zakat maal tidak dibatasi, jadi bisa dikeluarkan sepanjang tahun ketika syarat zakat telah terpenuhi.

Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan (termasuk di dalamnya Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu jenis zakat yang juga harus dibayarkan saat bulan Ramadhan. Para ulama mengatakan bahwa harta yang kita hasilkan dari sebuah profesi hukumnya wajib dikenakan zakat.

Sumber:

https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20230202173001-29-410532/jangan-keliru-ini-jenis-jenis-zakat-dan-waktu-membayarnya/amp

https://www.merdeka.com/trending/zakat-adalah-harta-yang-wajib-dikeluarkan-pahami-jenis-dan-saat-bulan-ramadhan-kln.html

Berbagai Keutamaan Membaca Surah Al-Baqarah

Membaca kitab suci Al-Quran merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat muslim. Seluruh surah yang ada di dalamnya, memiliki makna, manfaat dan keutamaannya masing-masing. Salah satunya adalah Surah Al-Baqarah.

Keutamaan tersebut seperti diriwayatkan oleh Abu Umamah yang menyebutkan berikut:

اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ: الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا يَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ يُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ؛ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَاحَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

“Bacalah ‘dua tangkai bunga indah’, yakni surat al-Baqarah dan Ali ‘Imran. Sebab, keduanya akan datang pada hari Kiamat laksana penaung, atau seperti awan pelindung, atau seperti kelompok burung yang membeberkan sayap-sayapnya dan membela pembaca keduanya. Maka bacalah surat al-Baqarah, sebab didalamnya terdapat keberkahan. Sedangkan meninggalkannya adalah kerugian. Bahkan, para pelaku kebatilan (para ahli sihir) pun tak mampu menembusnya,” (HR. Ahmad)

Adapun keutamaan lainnya berdasarkan sumber hadis Rasulullah SAW,

Surah Al-Baqarah adalah Puncak Al-Quran

Dalam Hadis Riwayat Imam Hakim, Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa puncak dari AL-Quran adalah Surah Al-Baqarah. 

“Sesungguhnya setiap sesuatu itu memiliki puncak dan sesungguhnya puncak Al Quran adalah surat Al Baqarah. Dan sungguh, jika suatu rumah dibacakan surat Al Baqarah, maka setan akan keluar dari rumah tersebut,” (HR Imam Hakim).

Sebagai Pengusir Setan

Dari sahabat Ibnu Mas’ud RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa salah satu keutamaan dari surah Al-Baqarah adalah dijadikan sebagai pengusir setan.

“Sungguh saya tidak menemukan salah satu di antara kalian yang meletakkan salah satu kakinya pada kaki yang lain sambil mendendangkan surat Al Baqarah. Maka sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah. Dan sesungguhnya rumah yang paling kosong adalah rumah yang di dalamnya tidak terdapat Al Quran,” (HR Imam Nasa’i).

Mendapatkan Mahkota Surga bagi Pembacanya

Dari sahabat Abdurrahman bin Al Aswad menerangkan bahwa seluruh umat muslim yang rutin membaca surah Al-Baqarah akan dijanjikan sebuah mahkota di surga kelak.

“Barangsiapa yang membaca surat Al Baqarah di malam hari, maka kelak di surga ia akan mendapatkan mahkota,” (HR Imam Ibnu Dhoris)

Dilindungi Allah SWT

Rasulullah SAW juga mengingatkan seluruh hambanya untuk tidak lupa membaca Ayat Kursi yang terdapat di dalam surah Al-Baqarah agar selalu berada di dalam perlindungan Allah SWT.

Rasulullah SAW mengatakan, “Siapa saja yang membaca surat Al-Mu’min 1-3 dan Ayat Kursi ketika dia bangun pagi maka dia akan dilindungi hingga sore. Dan siapa saja yang membacanya saat sore hari maka dia dilindungi hingga pagi hari.” (HR Tirmidzi).

Penyelamat Hari Kiamat

Rasulullah SAW bersabda bahwa seluruh umat muslim yang membaca surah Al-Baqarah bersama dengan surah Ali Imran akan diselamatkan di hari kiamat kelak.

“Bacalah Al Quran! Karena sesungguhnya ia di hari kiamat akan memberi pertolongan bagi para pemiliknya. Bacalah dua surat yang bersinar yakni surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Sebab, keduanya di hari Kiamat akan didatangkan sebagai bentuk dua mendung atau dua awan. Atau dua surat tadi kelak dijelmakan menjadi dua kelompok burung yang membentangkan sayap-sayapnya dan membela pemiliknya. Maka bacalah surat Al Baqarah, karena membacanya adalah keberkahan. Sedangkan meninggalkannya adalah kerugian. Bahkan, para pelaku kebatilan (para ahli sihir) pun tak mampu menembusnya,” (HR Ahmad).

Sumber:

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5882098/al-baqarah-dan-8-keutamaannya-dalam-hadits-rasulullah-saw

https://www.liputan6.com/regional/read/5244160/keutamaan-membaca-surat-al-baqarah

Malam Nisfu Sya’ban, Kemuliaan & Amalan yang Dilakukan 

Malam Nisfu Sya’ban

Hari Selasa, 7 Maret 2023 kemarin, masyaAllah kita didatangkan dengan Malam Nisfu Sya’ban. Salah satu malam yang istimewa bagi Umat Muslim di seluruh dunia ini memiliki banyak keutamaan, tak heran jika banyak saudara kita yang melakukan amalan – amalan tertentu. 

Amalan tersebut tentunya berasal dari ajaran Nabi Muhammad SAW. yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Salah satu hadits yang populer di masyarakat, yakni Hadits dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu’anhu adalah Allah SWT. akan mendatangi makhlukNya dan memberikan ampunan dosa. 

Kemuliaan Malam Nisfu Sya’ban

Selain memberikan pengampunan , ada pun kemuliaan lainnya, yakni sebagai berikut. 

  • Malam dilaporkannya amal selama 1 tahun (HR. Nasa’i) 
  • Rahmat Allah turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban (Hadits Riwayat Baihaqi)

Amalan yang Dilakukan pada Malam Nisfu Sya’ban 

Ada kemuliaan, tentunya ada amalan tersendiri yang dapat dilakukan yang dapat dipanjatkan secara individual maupun berjamaah. Berikut ulasannya. 

  • Membaca Surat Yasin Sebanyak 3x

Pembacaan ini dapat membawa keberkahan bagi para pembacanya. Untuk bacaan yang pertama di niatkan untuk memohon panjangkan umur dalam kondisi taat & patuh kepada Allah SWT. Kemudian, niat yang kedua untuk memohon perlindungan dari segala marabahaya. Dan yang ketiga permohonan untuk meninggal secara husnul khatimah. 

  • Memperbanyak Doa 

InsyaAllah pada malam ini, rahmat Allah datang, oleh karena itu Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan Allah & keberkahan dari Allah SWT. Berdoalah sesuai keinginan Sahabat Muslim, apa yang Sahabat Muslim inginkan, InsyaAllah, Allah kabulkan. 

  • Membaca Al-Qur’an 

Tak hanya saat malam nisfu sya’ban, membaca Al-Qur’an juga istimewa dilakukan di hari – hari biasa. Tapi, kalau nggak dilakukan di malam nisfu sya’ban ini juga sayangkan? 

“Dari Abu Umamah, aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim). 

Itu tadi beberapa kemuliaan & amalan yang dilakukan di malam Nisfu Sya’ban. Nah disini, siapa yang udah ngelaksanain itu? Semoga Allah SWT. kabulkan permohonan Sahabat Muslim ya, Aamiin. 

Biar lebih lengkap ibadahnya, ditemenin ArahMuslim, aplikasi umat muslim terlengkap mulai dari ibadah sehari – hari hingga berbagi kepada sesama. Yuk download sekarang melalui App/Play Store. 

Sumber: 

Amalan – amalan Malam Nisfu Sya’ban 2023

Keistimewaan Malam Nisfu Syaban & Amalan yang Bisa Dilakukan

https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20230307164506-29-419633/keistimewaan-malam-nisfu-syaban-amalan-yang-bisa-dilakukan

Keutamaan dan Amalan Sunah di Malam Nisfu Sya’ban

https://www.detik.com/jabar/berita/d-6603524/keutamaan-dan-amalan-sunah-di-malam-nisfu-syaban

Doa dan Amalan Nisfu Syaban sesuai Sunnah

Macam-macam Doa saat Hujan Turun

doa saat hujan

Saat ini, musim hujan tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia. Selain mempersiapkan diri dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, sebagai seorang muslim kita juga dianjurkan untuk memanjatkan doa saat hujan turun. Berbagai bentuk doa yang akan disebutkan di artikel ini dapat diamalkan baik sebelum, saat, setelah, dan disesuaikan dengan intensitas turunnya hujan.

Doa saat Hujan Turun

Berdasarkan hadis dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radiyallahu’anha

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, Allahuma shoyyiban nafi’an [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Doa saat Hujan Turun Lebat

Ketika hujan turun begitu lebat, Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah agar hujan reda dan cuaca kembali cerah. Berikut doa hujan lebat Nabi Muhammad SAW.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiraabi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari. 

“Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari, No. 1014)

Doa saat Hujan Turun Disertai Petir

Ketika Abdullah bin Az-Zubair mendengar petir, pembicaraan dihentikan, dan mengucapkan.

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

“Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga pada malaikat karena takut kepada-Nya.”

Doa saat Hujan Turun DIsertai Angin Kencang

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ

Allahuma innii as’aluka khairahaa wa khairamaa fiihaa wa khairamaa ursilat bih, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarrimaa fiihaa wa syarrimaa ursilat bih.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan tujuan diembuskannya angin ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan tujuan diembuskannya angin ini.” (HR. Bukhari, 4:76; Muslim, 2:616)

Doa Setelah Hujan Reda

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kalian mengatakan,

أصْبَحَ مِن عِبادِي مُؤْمِنٌ بي وكافِرٌ، فأمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بفَضْلِ اللهِ ورَحْمَتِهِ فَذلكَ مُؤْمِنٌ بي كافِرٌ بالكَوْكَبِ، وأَمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بنَوْءِ كَذا وكَذا فَذلكَ كافِرٌ بي مُؤْمِنٌ بالكَوْكَبِ.

“Pada pagi hari, di antara hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku da nada yang kafir. Siapa yang mengatakan muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih [Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah], maka dialah yang beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan muthirna binnau kadza wa kadza’ [Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari, No. 846 dan Muslim, No. 71)

Sumber:
https://www.merdeka.com/sumut/doa-hujan-agar-cepat-reda-dan-terhindar-dari-bencana-kln.html
https://muslim.okezone.com/read/2023/02/27/618/2772233/doa-hujan-turun-terus-menerus-agar-tidak-banjir

Al-Quran Boleh Dibakar? Ini Penjelasannya!

Baru-baru ini dunia digemparkan oleh aksi pembakaran Al-Qur’an oleh politisi asal Swedia di dekat Kantor Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia. Aksi ini berawal dari unjuk rasa (protes) masyarakat Stockholm terhadap Turki dan upaya Swedia untuk bergabung di NATO (North Atlantic Treaty Organization)

Peristiwa pembakaran ini menuai kecaman dari berbagai negara muslim, termasuk Perdana Menteri Swedia itu sendiri. Banyaknya kecaman ini menimbulkan pertanyaan apakah ada hukum tersendiri di Islam mengenai boleh atau tidaknya Al-Qur’an dibakar. Melalui artikel ini, penulis akan menyajikan penjelasan terkait hukum tersebut. Simak sampai selesai, ya!

Mushaf Al-Qur’an

Sebagai muslim, kita diwajibkan untuk memuliakan Al-Qur’an, termasuk mushafnya (bagian naskah Al-Qur’an). Contohnya, yaitu harus diletakkan di tempat yang tinggi dan mulia supaya tidak terhina atau dihinakan makhluk hidup lainnya.

Apabila kondisi Al-Qur’an sudah tidak layak digunakan (lusuh dan rapuh) atau tidak bisa dibaca, maka ada dua solusi untuk melenyapkannya agar tidak tertumpuk dengan barang lain dan tidak terkena kotoran hewan. Dua cara tersebut adalah dikubur (ditanam di dalam tanah) atau dibakar.

Mazhab Hanafi & Hambali

Menurut kedua mazhab ini, Al-Qu’an bisa dikubur apabila memiliki kondisi rusak dan tidak bisa digunakan. Akan tetapi, lokasi penguburan mushaf tersebut bukan berada di jalan yang sering dilalui orang atau binatang agar Al-Qur’an itu sendiri tidak terhinakan.

Syekh Ibnu Taimiyyah juga pernah mengatakan bahwa penguburan mushaf rusak adalah bentuk penghormatan, sama seperti ketika manusia meninggal dimakamkan di lokasi yang aman.

Mazhab Maliki & Syafi’i

Alternatif kedua adalah membakar Al-Qur’an. Menurut kedua mazhab ini, opsi penguburan memiliki potensi besar akan terinjaknya Al-Qur’an secara tidak langsung. Hal ini sama saja umat muslim tidak menghormati Al-Qur’an.

Opsi merobek pun dirasa kurang tepat karena nantinya akan menyisakan huruf-huruf suci pada Al-Qur’an. Maka opsi membakar pun menjadi pilihan yang tepat. Tindakan membakar Al-Qur’an ini juga pernah dilakukan oleh Khalifah Usman Bin Affan.

Majelis Tarjih PP Muhammadiyah juga menegaskan bahwa membakar mushaf Al-Qur’an di sini bukan untuk menghinakannya, namun untuk menjaga kemuliaannya.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka membakar mushaf Al-Qur’an itu diperbolehkan dengan catatan untuk menjaga Al-Qur’an agar tidak terhinakan atau dihinakan karena telah rapuh dimakan usia dan tidak bisa dibaca lagi. Hal ini lebih baik dilakukan supaya Al-Qur’an tersebut tidak terbakar, terinjak, atau dibuang di tempat sampah.

Oleh karena itu, wajar apabila aksi yang terjadi di Swedia mendapat kecaman dari seluruh umat muslim di dunia. Aksi tersebut sama saja menghina dan menodai kesucian ayat-ayat Al-Qur’an yang sangat diyakini dan dimuliakan oleh umat muslim.

Sumber:

https://www.republika.co.id/berita/rox9g5451/terkait-pembakaran-alquran-di-swedia-apa-hukum-islam-terkait-pembakaran-alquran

Bacaan Doa saat Terjadi Gempa

Pada hari Senin (6/1/2023) gempa dengan kekuatan M 7,8 telah mengguncang bumi Turki–Suriah hingga menelan puluhan ribu korban. Peristiwa bencana alam ini menjadi salah satu bencana yang paling mematikan.

Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk selalu berdoa meminta perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari marabahaya. Selain itu, kita juga diwajibkan untuk senantiasa mendoakan saudara-saudara muslim kita yang sedang tertimpa musibah.

Berikut ini merupakan pelafalan doa yang bisa Anda baca ketika ketika gempa bumi sesuai sunnah yang dilengkapi dengan artinya.

Baca Juga:

3 Doa Mustajab Saat Dihadapi Masalah

Doa yang Dikutip dari buku Tiket ke Surga (Doa-doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfaudin.

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

Bacaan latin: Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kehadiratMu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari keburukan atas apa yang terjadi dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepadaMu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.” (HR An Nasa’i)

Doa yang Dibaca oleh Nabi Nuh ketika Meminta Pertolongan Allah SWT Dilindungi dari Bahaya

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Bacaan latin: Rabbi innii ‘a’uu dubika ann as alaka maa laisa lii bihi ‘ilmun wa illaa tag firlii wa tar ham nii akum minal khaa siriin

Artinya: “Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepadaMu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi,” (QS Hud: 47).

Doa untuk yang Bisa Dipanjatkan bagi Orang yang Terkena Gempa

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه

Bacaan latin: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha”.

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

Sumber:

https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6417712/bacaan-doa-ketika-gempa-bumi-terjadi-lengkap-dengan-artinya

https://iqra.republika.co.id/berita/rlsxj7430/doa-saat-terjadi-gempa#:~:text=Muslim%20dianjurkan%20berdoa%20saat%20ada%20gempa.&text=%22Allahumma%20innii%20as%2Daluka%20khoirohaa,wa%20khoiro%20maa%20ursilat%20bih.%22

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230207072853-4-411580/mengapa-gempa-turki-begitu-mematikan-ini-penjelasannya

Manfaat dan Keutamaan Membaca Surat Al Waqiah yang Wajib Diketahui!

Al – Quran (Sumber: Unsplash)

Sahabat Muslim, seluruh surat yang ada di dalam Al-Quran tentu diyakini memiliki manfaat dan keutamaannya masing-masing, tidak terkecuali dengan surat Al-Waqiah. Surat ini merupakan Suratul Ghina (surat kekayaan) yang memiliki makna tentang kedahsyatan hari kiamat dan mengingatkan umat muslim untuk terus bersyukur.

Lalu, apa saja keutamaan dan manfaatnya? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!

Mempermudah Datangnya Rezeki

Salah satu keutamaan dari membaca surat Al-Waqiah adalah terhindar dari kemiskinan. Hal ini disebutkan dalam hadits berikut.

“Barangsiapa membaca Surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya.” (HR. Abu Ya’la dan Ibnu Asakir). 

Selain itu, jika Sahabat Muslim membaca surat Al-Waqiah sebanyak 14 kali setelah shalat Ashar, maka akan mendapatkan kekayaan berlimpah. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadis berikut:

“Ajarkanlah Surat Al-Waqiah kepada istri-istrimu. Karena sesungguhnya ia adalah surat Kekayaan.” (HR Ibnu Ady).

Rezeki yang dimaksud bukan hanya berupa harta saja, bisa berupa kesenangan dan kemudahan dalam hidup, dimudahkan hajatnya, ketenangan jiwa, apabila sakit maka akan diringankan, dan lain sebagainya.

Sumber: Unsplash

Amalan yang Baik bagi Kaum Perempuan

Apabila diamalkan dengan benar, maka Surat Al-Waqiah bisa menjadi pelindung diri bagi perempuan, misalnya pelindung dari segala kemudaratan di dunia ini dan juga terhindar dari kemiskinan.

Usman berkata, “Itu nantinya untuk anak-anak perempuanku sesudah kau tiada.” 

Ibnu Mas’ud menjawab, “Apakah aku mengkhawatirkan anak-anak perempuanku jatuh fakir? Sesungguhnya aku telah memerintahkan kepada semua anak perempuanku agar setiap malam membaca Surat Al-Waqiah karena aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Man qara’a suratal Waqiah kulla lailatin, lam yusibhu faiqotul abadan”. Artinya: “Barangsiapa yang membaca Surat Al Waqiah tiap malam, niscaya tidak akan terkena kemiskinan selamanya.”

Mendapatkan Syafaat pada Hari Kiamat

Surat Al-Waqiah memiliki arti “hari kiamat”, maka surat ini juga menceritakan tentang bagaimana hari kiamat akan terjadi. Bagi Sahabat Muslim yang rutin membacanya, maka akan mendapatkan syafaat di hari kiamat seperti sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

Diriwayatkan oleh Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqiah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hal 117).

Mempermudah Roh Keluar dari Jasad 

Mengamalkan Surat Al Waqiah juga mempermudah roh keluar dari jasad. Terutama jika dibacakan saat berada di dekat orang yang sedang nazak (hampir meninggal). Dengan surat ini, maka orang tersebut diyakini tidak akan merasakan sakaratul maut terlalu lama.

Sumber: Unsplash

Bertemu Allah dengan Keadaan Wajah Seperti Bulan Purnama

Imam Muh Al Baqir sa mengatakan bahwa “Bagi siapa surat ini (Al Waqiah) dibaca hendak tidur atau sebelum tidur. Maka dia akan dapat bertemu Allah keadaan wajahNya seperti bulan purnama” (Tsawabul A’mal, halaman 117).

Setelah membaca artikel ini, semoga Sahabat Muslim mulai membaca Surat Al Waqiah secara rutin dan dapat mengambil manfaat dari surat tersebut. Selain itu, Sahabat Muslim juga bisa menghafalkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan lupa download ArahMuslim untuk menunjang segala aktivitas beribadah sobat muslim sehari-hari ataupun saat dalam perjalanan. Mulai dari pengingat waktu sholat dan masjid terdekat, sampai dengan kebutuhan saat safar, dimanapun Sobat Muslim berada.

Sumber:

Mauzuroh, N. C. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Waqiah ayat 57-74.

7 Orang yang Akan Didoakan Malaikat, Kamu Salah Satunya?

Terkadang kalau kita bertemu dengan banyak orang, kita minta didoakan agar sukses menjalani kehidupan dunia dan akhirat. Hal ini dilakukan karena kita berharap doa – doa yang sering diucapkan akan terdengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Tetapi ternyata para Malaikat juga mendengar dan mendoakan manusia, apalagi ditambah dengan melaksanakan amalan-amalan agar Malaikat juga ikut mendoakan kita.

Karena berbeda alam dengan manusia, tentu saja kita tidak bisa bertemu dan berbicara langsung dengan mereka. Rasulullah SAW. mengajarkan bagaimana cara agar  malaikat mendoakan kita. Berikut ini kategori orang-orang yang akan didoakan oleh malaikat.

Orang yang Duduk Menunggu Waktu Shalat


“Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya, ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”.

(HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469).

Orang-orang yang Berada di Shaf Barisan Depan Saat Shalat Berjamaah


“Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra’ bin ‘Azib).

Orang yang Menyambung Shaf Shalat Berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf) 


“Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf”. 

(HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah).

Orang yang Bertaubat dengan Tulus


“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim: 8)

Orang yang Mendoakan Saudaranya tanpa Sepengetahuan Orang yang Didoakan

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorangmalaikatyang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan”. 

(HR. Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim: 2733)

Orang-orang yang Berinfak Setiap Hari


“Tidak satu hari pun pada pagi hari seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’ dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”. 

(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010).

Orang yang Sedang Menjenguk Orang Sakit


“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70 ribu malaikat untuknya yang akan bershalawat (mendoakan) kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga Subuh”.

 (HR. Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754).

Sumber:

https://umma.id/post/12-amalan-agar-kita-mendapat-doa-dari-malaikat-659078?lang=id

https://suaramuslim.net/12-amalan-agar-kita-mendapat-doa-dari-malaikat/

3 Doa Mustajab Saat Dihadapi Masalah

3 Doa Mustajab Saat Dihadapi Masalah

Dalam hidup, pasti ada waktu di mana kita senang dan dimana kita susah, kita mempunyai keadaan yang cukup atau keadaan yang kurang beruntung. Perubahan keadaan yang baik menjadi buruk secara tiba-tiba membuat masalah datang dan memberatkan orang yang terlibat dalam masalah itu.

Ketika menghadapi masalah, kita tidak boleh menyerah dan berusaha untuk menemui titik terang untuk menyelesaikan masalah yang kita dapat. Walaupun sudah berusaha, terkadang masih tidak cukup. Kita juga perlu berserah diri kepada Allah SWT dan berdoa agar diberi pertolongan serta kekuatan untuk menghadapi beban hidup. 

Berikut doa-doa mustajab yang dapat dipanjatkan ketika sedang menghadapi masalah:

Doa Meminta Pertolongan 

Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

Artinya:

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Maha Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”

Doa Ketika Merasa Cemas

Subhānal malikil quddūs, rabbil malā’ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil ‘izzati wal jabarūt.

Artinya:

“Mahasuci Tuhan yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Kau besarkan langit dan bumi dengan kemuliaan dan kekuasaan-Mu.”

Doa Agar Diberi Kebaikan

Allahummaftah ‘Aalainaa Abwabaal Khairi Wa Abwaabal Barakati Wa Abwaaban Ni’mati Wa Abwaabal Quwwati Wa Abwaabashshihhati Wa Abwaabas Salaamati Wa Abwaabal Jannati. Rabbanaa Aatinaa Min Ladunka Rahmatan Wa Hayyi’ Lanaa Min Amtinaa Rasyadaa. Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallaahi Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah.

Artinya:

“Ya Allah, bukakanlah atas kami pintu-pintu kebaikan, pintu-pintu berkah, pintu-pintu nikmat, pintu-pintu kekuatan, pintu-pintu kesehatan, pintu-pintu keselamatan, dan pintu-pintu surga. Ya Allah ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya, tidak ada daya serta kekuatan melainkan hanya dengan kekuasaan dan pertolongan Allah.”

Itulah tiga dari sekian banyak doa mustajab untuk menghadapi masalah yang beragam.  Masalah yang datang silih berganti dan sulit diatasi membuat orang mudah putus asa dengan keadaan mereka. Namun, kita tidak boleh menyerah dan terus berusaha untuk menyelesaikan masalah dan memperbaiki keadaan.

Apapun yang dilakukan dengan usaha dan doa, pasti akan diberikan hasil yang terbaik serta kita juga diharapkan untuk mengingat Allah SWT di setiap langkah dalam kehidupan kita, dalam keadaan susah maupun senang. 

Baca juga artikel lainnya

Sumber:

https://www.merdeka.com/jatim/doa-menghadapi-masalah-beserta-artinya-bantu-lapangkan-hati-dan-pikiran-kln.html

https://hot.liputan6.com/read/5013898/10-bacaan-doa-agar-dijauhkan-dari-masalah-lengkap-dengan-artinya

https://www.liputan6.com/islami/read/4954246/bacaan-doa-yang-bisa-bantu-ringankan-beban-hidup

https://www.kompas.tv/article/233939/doa-yang-diajarkan-rasululllah-ketika-menghadapi-masalah-berat