Apakah Jidat Hitam Berarti Tanda Rajin Ibadah dalam Islam?

Dalam Islam, ibadah, terutama shalat, adalah salah satu tiang agama yang paling penting. Banyak Muslim yang menjaga ibadah mereka dengan melakukan shalat lima waktu secara rutin. Salah satu hal yang sering menjadi perhatian dalam kaitannya dengan ibadah adalah tanda hitam yang muncul di jidat seseorang. 

Sebagian orang percaya bahwa jidat hitam ini merupakan tanda bahwa seseorang rajin beribadah, khususnya sujud dalam shalat. Namun, apakah benar demikian? Simak artikel ini untuk mengetahui arti jidat hitam dalam Islam selengkapnya.

Bagaimana Asal Mula Tanda Hitam di Jidat?

Tanda hitam di jidat, yang dalam beberapa kasus disebut sebagai “zabibah” atau “bekas sujud,” muncul karena gesekan berulang antara dahi dan permukaan tempat sujud, seperti sajadah atau lantai. 

Tanda ini biasanya terlihat pada seseorang yang sering beribadah dan sujud dalam waktu yang lama. Tanda tersebut lebih sering muncul pada orang dengan kulit sensitif atau pada mereka yang melakukan sujud di atas permukaan yang kasar.

Namun, tidak semua orang yang rajin beribadah memiliki tanda ini. Banyak orang yang melakukan shalat dengan khusyuk sepanjang hidup mereka tanpa pernah memiliki tanda hitam di jidat.

Baca Juga: Hukum Tidak Bisa Membaca Al-Quran

Apa Pandangan Islam tentang Jidat Hitam?

Dalam ajaran Islam, penilaian seseorang sebagai orang yang rajin ibadah atau dekat dengan Allah tidak bisa didasarkan pada tanda fisik, termasuk jidat hitam. Allah SWT menilai hamba-Nya berdasarkan ketakwaan, keikhlasan, dan niat, bukan dari tanda-tanda lahiriah yang terlihat di tubuh.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu.”  (QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat ini menekankan bahwa takwa dan kedekatan seseorang kepada Allah tidak diukur dari penampilan luar, melainkan dari kebersihan hati dan ketulusan dalam menjalankan perintah-Nya.

Apakah Jidat Hitam Menunjukkan Keimanan yang Tinggi?

Sumber gambar: freepik.com

Meskipun tanda hitam di jidat bisa muncul pada orang yang sering melakukan sujud, itu bukanlah ukuran keimanan seseorang. Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menekankan bahwa amalan-amalan yang ikhlas dan dilakukan semata-mata karena Allah adalah yang terpenting.

Ada juga peringatan dalam Islam agar tidak pamer ibadah (riya). Tanda hitam di jidat, jika digunakan untuk pamer atau ingin dilihat orang lain sebagai tanda kesalehan, justru bisa menjadi salah satu bentuk riya yang dilarang dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya.”  (HR. Ahmad)

Baca Juga: Keutamaan Shalat Istikharah

Tetap Fokus pada Esensi Ibadah

Dalam Islam, lebih penting untuk fokus pada kualitas ibadah daripada aspek fisik yang mungkin muncul dari ibadah tersebut. Ketika seseorang sujud, yang paling penting adalah keikhlasan dan kekhusyukan dalam mendekatkan diri kepada Allah, bukan bekas yang ditinggalkan di tubuh. 

Shalat yang khusyuk dan penuh keimanan tidak bisa diukur dari penampilan luar. Allah menilai hati dan niat setiap Muslim dalam menjalankan ibadah. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuh kalian dan rupa kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.”  (HR. Muslim)

Referensi:

Jidat Hitam

Anjuran Doa Qunut Nazilah untuk Palestina, Apa itu?

Doa Qunut Nazilah adalah doa yang dianjurkan dalam Islam ketika umat menghadapi musibah besar, seperti ketidakadilan, bencana, atau peperangan. Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar diberikan perlindungan, pertolongan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan. 

Saat ini, Sahabat Muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk membaca Doa Qunut Nazilah sebagai bentuk dukungan spiritual bagi Palestina yang sedang menghadapi penderitaan. Dengan doa ini, kita memohon kepada Allah agar memberikan keadilan dan keselamatan bagi saudara-saudara kita di Palestina. 

Simak artikel ini untuk memahami lebih dalam tentang latar belakang dan keutamaan Doa Qunut Nazilah.

Apa Pengertian dan Latar Belakang Doa Qunut Nazilah?

Doa Qunut Nazilah pada dasarnya adalah bentuk permohonan kepada Allah untuk diberikan perlindungan, pertolongan, dan kemenangan atas musuh atau ujian berat yang dihadapi. Nabi Muhammad SAW juga pernah mempraktikkan doa ini ketika umat Islam berada dalam situasi sulit, seperti ketika menghadapi ancaman dari musuh-musuh Islam.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membaca Doa Qunut Nazilah?

Doa Qunut Nazilah biasanya dibaca dalam shalat berjamaah, terutama shalat wajib, setelah ruku’ pada rakaat terakhir. Biasanya imam shalat yang membacanya, dan makmum mengamininya. Namun, doa ini juga bisa dibaca dalam shalat pribadi jika dirasa perlu.

Baca Juga: Penyebab Doa Tidak Terkabul

Apa Bacaan Doa Qunut Nazilah?

Meskipun tidak ada teks spesifik yang diwajibkan untuk doa Qunut Nazilah, banyak ulama merekomendasikan untuk membaca doa yang mencakup permohonan perlindungan dan kemenangan. Berikut adalah salah satu contoh bacaan Qunut Nazilah:

Allahumma ihdina fi man hadait, wa ‘afina fi man ‘afait, wa tawallana fi man tawallait, wa barik lana fi ma a’tait, wa qina sharra ma qadait, fa innaka taqdi wa la yuqda ‘alaik, innahu la yadhillu man walait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait. Allahumma ‘adhdhibil kafarata alladhina yasudduna ‘an sabilika wa yukadhdhibuna rusulaka wa yuqtiluna awliya’ak.”

Baca Juga: Keutamaan Shalat Istikharah

Apa Hikmah dan Keutamaan Membaca Doa Qunut Nazilah?

Membaca Qunut Nazilah mengingatkan kita akan pentingnya ketergantungan kepada Allah dalam menghadapi segala situasi sulit. Selain sebagai sarana permohonan bantuan, doa ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan dan perlindungan sejati hanya datang dari Allah. 

Hal ini juga menunjukkan solidaritas umat Islam dalam menghadapi tantangan bersama, dengan doa sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual.

Referensi:

Doa Qunut Nazilah

Catat! Ini Dia Manfaat Membaca Ayat Kursi

Ayat Kursi merupakan salah satu ayat paling agung dalam Al-Qur’an dan memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ayat ini sering disebut sebagai “singgasana Allah” di langit dan bumi. Selain keindahan maknanya, membaca Surah Ayat Kursi juga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita. 

Keutamaan Membaca  Ayat Kursi

  1. Perlindungan dari Setan: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menurunkan suatu surat dalam Al-Qur’an yang terdiri dari tiga ayat, yang tidak ada suatu rumah yang dibacakan di dalamnya kecuali setan akan menjauh darinya selama tiga hari.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ayat yang dimaksud adalah ayat kursi.
  1. Ketenangan Hati: Membaca ayat kursi secara rutin dapat memberikan ketenangan hati dan jiwa. Ayat ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan meyakinkan kita bahwa Allah selalu bersama kita. 
  1. Rezeki yang Berkah: Banyak hadis yang menyebutkan bahwa membaca ayat kursi dapat membuka pintu rezeki. Dengan membaca ayat ini, kita memohon kepada Allah agar diberikan rezeki yang halal dan berkah.

Baca Juga:

Amalan Penggugur Dosa

  1. Perlindungan dari Sihir: Ayat kursi dipercaya sebagai benteng yang kuat untuk menangkal sihir dan ilmu hitam.
  1. Pahala yang Besar: Membaca ayat kursi secara istiqomah akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.
  1. Keamanan Dunia dan Akhirat: Bagi mereka yang rutin membaca ayat kursi, Allah SWT akan memberikan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

Cara Mengamalkan Surah Ayat Kursi

  • Setelah Sholat Fardhu: Waktu yang paling utama untuk membaca ayat kursi adalah setelah sholat fardhu.
  • Sebelum Tidur: Membaca ayat kursi sebelum tidur dapat melindungi kita dari gangguan setan selama tidur.
  • Saat Menghadapi Masalah: Ketika menghadapi masalah, membaca ayat kursi dapat memberikan ketenangan dan kekuatan.

Sumber: 

Ayat Kursi

Keutamaan Sedekah di Waktu Sempit, Sudah Tahu?

Sedekah adalah tindakan mulia yang dianjurkan dalam agama Islam. Namun, tahukah Sahabat Muslim bahwa sedekah yang dilakukan di saat kondisi kita sedang sulit atau sempit memiliki keutamaan yang lebih besar? Hal ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan dijelaskan dalam beberapa hadis.

Hadis tentang Sedekah di Waktu Sempit

Dalam Hadis Riwayat An-Nasai: Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan oleh orang yang serba kekurangan.” (HR. An-Nasai No. 2526). Hadis di atas dengan jelas menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan oleh orang yang sedang dalam kesulitan atau kekurangan harta, memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. 

Mengapa Sedekah di Waktu Sempit Sangat Utama?

  • Kesetiaan pada Allah: Sedekah di waktu sempit menunjukkan keikhlasan dan kesetiaan seseorang kepada Allah SWT. Meskipun dalam kondisi sulit, ia tetap rela berbagi dengan orang lain.
  • Ujian Keimanan: Sedekah di waktu sempit merupakan ujian atas keimanan seseorang. Semakin besar ujian yang dihadapi, semakin besar pula pahala yang akan diperoleh.
  • Pintu Kebaikan Terbuka: Sedekah di waktu sempit akan membuka pintu kebaikan yang lebih luas. Allah SWT akan memberikan rezeki yang lebih baik dan melimpah sebagai balasan.

Baca Juga:

Etika Bersedekah dalam Islam

Hikmah di Balik Sedekah di Waktu Sempit

  • Meringankan Beban: Sedekah di waktu sempit dapat meringankan beban hidup seseorang. Dengan berbagi, kita akan merasa lebih lapang dan bahagia.
  • Menumbuhkan Empati: Sedekah dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Kita akan lebih memahami kesulitan yang dialami oleh orang lain.
  • Menjadi Teladan: Dengan bersedekah, kita menjadi teladan bagi orang lain. Tindakan kita dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat baik.

Sumber Referensi:

Sedekah

BAZNAS RI Kirim Bantuan untuk Sudan & Palestina

Jakarta, Oktober 2024 – BAZNAS RI yang menjadi mitra ArahMuslim mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan sebanyak 2 ton untuk Sudan, 2000 selimut & 2000 jaket musim dingin untuk Palestina. Adapun saat pengiriman bantuan ini, dihadiri oleh Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno LP Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, dan Kepala BNPB RI.

“BAZNAS RI selalu konsisten membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina & Sudan, karena ini juga bagian dari apa yang diberikan oleh masyarakat untuk dibantukan kepada negara-negara tersebut,” ujar Kiai Noor.

Alhamdulillahirabbil’alamiin, ArahMuslim turut senang karena bermitra dengan BAZNAS, yang insyaAllah rezeki yang dititipkan Sahabat Muslim, akan mengalir hingga ke saudara-saudara kita di Sudan & Palestina. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian Umat Muslim di Indonesia kepada sesama saudara muslim di dunia, sesuai dengan amanah zakat, infak, dan sedekah yang telah dipercayakan.

Mari terus tebar kebaikan melalui ArahMuslim, download di Google Play Store atau Apple Store!


Fitur Wakaf: Kemudahan Berbagi Manfaat & Meraih Pahala Hingga Akhir Hayat

Jakarta, September 2024 – Berwakaf kini semakin mudah dan modern dengan Fitur Wakaf di aplikasi ArahMuslim. Melalui fitur ini, Umat Muslim dapat memilih berbagai program wakaf terpercaya yang berdampak langsung pada masyarakat dan mendukung pengelolaan wakaf secara profesional.

ArahMuslim menyediakan akses ke berbagai program wakaf yang dirancang untuk menjawab kebutuhan umat, seperti:

  • Wakaf Pembangunan Masjid dan Mushola di Berbagai Daerah

Membantu membangun atau merenovasi tempat ibadah.

  • Wakaf Pendidikan

Mendukung pendirian sekolah atau beasiswa untuk anak-anak/tahfidz qur’an yang membutuhkan.

  • Wakaf Produktif

Investasi dalam proyek wakaf yang memberikan manfaat berkelanjutan, seperti pertanian, usaha mikro, atau infrastruktur umum.

  • Wakaf Kesehatan

Membiayai pembangunan klinik, rumah sakit, atau pembelian alat medis.

Setiap program wakaf dikelola oleh mitra yang terpercaya dan diawasi oleh lembaga resmi untuk memastikan transparansi dan kebermanfaatan yang optimal. Fitur Wakaf di ArahMuslim dirancang untuk memberikan pengalaman wakaf yang praktis, aman, dan sesuai syariat. Berikut kemudahannya:

  1. Sahabat Muslim dapat memilih program wakaf yang paling sesuai dengan niat dan tujuan Anda.
  2. Tersedia berbagai metode pembayaran seperti virtual account bank dan e-wallet. 
  3. Mulai berwakaf dengan nominal yang dapat disesuaikan, sehingga siapa saja bisa berkontribusi.

Sumber Gambar: Freepik.com

Mengapa Berwakaf di ArahMuslim?

  • Mudah diakses kapan saja dan di mana saja.
  • Aman dan terpercaya berkat kerjasama dengan lembaga wakaf resmi.
  • Meningkatkan kesadaran wakaf dengan program edukasi tentang pentingnya wakaf produktif.

Unduh Aplikasi ArahMuslim Sekarang dan jadilah bagian dari perubahan, menuju kebaikan yang berkelanjutan melalui Wakaf. 

Teladani Sifat Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan bagi umat Muslim. Banyak sifat beliau yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi sosial, pekerjaan, maupun hubungan pribadi. 

Berikut adalah beberapa sifat Nabi Muhammad yang patut diteladani:

1. Kejujuran (As-Siddiq)

Nabi Muhammad dikenal dengan gelar “Al-Amin,” yang berarti orang yang dapat dipercaya. Dalam setiap tindakan, beliau selalu jujur, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kejujuran ini sangat relevan dalam kehidupan modern, terutama dalam hubungan sosial dan pekerjaan. Dengan bersikap jujur, kita bisa membangun kepercayaan dengan orang lain.

2. Amanah

Selain jujur, Nabi Muhammad juga selalu menjaga amanah. Beliau tidak pernah mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sifat ini mengajarkan kita untuk bertanggung jawab atas tugas atau kewajiban yang kita emban. Dalam konteks pekerjaan atau kehidupan pribadi, sifat amanah akan membuat kita lebih dipercaya dan dihargai.

Baca Juga:

Perbuatan yang Mengundang Bantuan Allah SWT

3. Sabar

Kesabaran Nabi Muhammad sangat luar biasa, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan dalam menyebarkan agama Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang menguji kesabaran, seperti di jalanan, di tempat kerja, atau dalam hubungan personal. Dengan meneladani kesabaran Nabi, kita bisa lebih tenang dalam menghadapi masalah.

4. Pemaaf

Nabi Muhammad adalah sosok yang pemaaf, bahkan kepada orang-orang yang pernah menyakitinya. Beliau mengajarkan untuk memaafkan kesalahan orang lain sebagai bentuk kasih sayang. Memaafkan orang lain, meskipun sulit, bisa membantu kita melepaskan beban emosional dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis.

5. Dermawan

Nabi Muhammad sangat dermawan kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Sifat ini mengajarkan pentingnya berbagi dengan sesama. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa meneladani sifat ini dengan membantu orang-orang di sekitar kita, baik dalam bentuk materi, tenaga, atau sekadar perhatian.

6. Rendah Hati (Tawadhu)

Meskipun beliau adalah pemimpin besar, Nabi Muhammad selalu rendah hati. Beliau tidak pernah memamerkan kekuasaannya dan selalu memperlakukan orang lain dengan rasa hormat. Sifat tawadhu ini penting untuk diterapkan agar kita tidak menjadi sombong dan selalu menghargai orang lain.

Baca Juga:

Pemimpin yang Baik Menurut Ajaran Nabi Muhammad SAW

7. Peduli terhadap Orang Lain

Nabi Muhammad sangat peduli terhadap kesejahteraan orang lain, baik dalam hal fisik maupun emosional. Beliau selalu memperhatikan kondisi orang-orang di sekitarnya dan memberikan bantuan sesuai kemampuannya. Dengan meneladani sifat ini, kita bisa lebih empati dan peduli terhadap lingkungan sosial kita.

8. Disiplin dan Tanggung Jawab

Nabi Muhammad sangat disiplin dalam menjalankan ibadah dan tugas-tugasnya. Beliau selalu menjaga waktu dan melakukan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari, disiplin ini bisa kita terapkan untuk lebih produktif dan konsisten dalam mencapai tujuan.

Sumber referensi:

Sifat Teladan Rasulullah SAW

6 Golongan Manusia yang Ditakuti oleh Setan

Allah SWT. mengizinkan para setan untuk menggoda dan menyesatkan manusia hingga akhir zaman. 

Sebagaimana dinyatakan dalam Surah Al-Hijr ayat 39, Iblis berkata bahwa ia akan menyesatkan seluruh manusia, sehingga mereka melihat kesesatan sebagai sesuatu yang menyenangkan:

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ 

Artinya: “Ia (Iblis) berkata, ‘Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkan aku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua.’”

Setan akan menggoda manusia dari segala arah, seperti yang disebutkan dalam Surah Al-A’raf ayat 17:

ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

Artinya: “Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”

Namun, ada beberapa golongan manusia yang ditakuti oleh setan sehingga Anda tidak diganggu. Berikut ini adalah golongan-golongan tersebut.

1. Orang yang Memohon Perlindungan kepada Allah SWT  

Sebagaimana firman dalam Surah Al-Isra ayat 56:

   قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ فَلَا يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيْلًا ٥٦

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Serulah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Dia. Mereka tidak akan mampu menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengalihkannya.’”

2. Orang yang Takut pada Allah SWT

Setan akan merasa takut kepada orang yang takut kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam Fi Zhilalil-Qur’an karya Sayyid Quthb yang mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 175:

اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ١٧٥

“Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya. Oleh karena itu, janganlah takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang mukmin.”

3. Selalu Bertaubat dan Beristighfar  

Bertobat dan kembali kepada Allah SWT adalah amalan yang dapat menyelamatkan umat Islam dari godaan setan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-A’raf ayat 201:

   اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَۚ ٢٠١

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat (kepada Allah). Maka, seketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).”

Baca Juga: Keutamaan Membaca Asmaul Husna

4. Selalu Bergabung dengan Jamaah Muslim

Sumber Gambar: Freepik.com

Salah satu cara untuk melindungi diri dari bisikan setan adalah dengan berada di tengah-tengah komunitas Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

   مَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ يَحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمِ الْجَمَاعَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الْإِثْنَيْنِ أَبْعَدُ

Artinya: “Barangsiapa yang menginginkan kesenangan surga di antara kalian, hendaklah dia senantiasa bergabung dengan jamaah Muslimin karena setan itu berada di dekat orang yang sendiri dan akan tersingkir dari dua orang atau lebih.” (HR Tirmidzi).

5. Orang yang Alim

Salah satu sifat manusia yang ditakuti oleh setan adalah orang yang alim. Syamsul Rijal Hamid menjelaskan bahwa iblis lebih suka mengarahkan setan untuk menggoda ahli ibadah (abid) daripada orang-orang yang alim dalam karya bukunya “Mutiara Hikmah Islami”. 

Beberapa tafsiran menyebutkan bahwa orang alim di sini merujuk pada mereka yang menguasai fikih atau memiliki ilmu agama yang mendalam.

Baca Juga: Penyebab Sempitnya Rezeki

6. Orang yang Senantiasa Dekat dengan Kitabullah dan Sunnah 

Orang yang dekat dengan Al-Qur’an dan Hadits termasuk dalam golongan yang ditakuti oleh setan. Sobat Muslim yang rajin membaca dan mengamalkan wahyu Allah SWT akan terlindungi dari godaan setan.

Hal ini terjadi karena setan merasa lebih takut kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam daripada dengan mereka yang hanya ahli ibadah namun kurang memahami hukum-hukum agama. 

Itulah beberapa ciri manusia yang ditakuti setan. Dengan memahami ciri-ciri golongan ini, diharapkan Anda dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan, sehingga terjauhkan dari godaan setan.

Referensi:

https://www.nabawimulia.co.id/golongan-orang-yang-sangat-ditakuti-setan

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6900131/4-golongan-manusia-yang-ditakuti-setan

https://muslim.infoindonesia.id/muslimah/106413450355/inilah-4-golongan-manusia-yang-ditakuti-setan-apakah-kamu-salah-satunya

6 Manfaat Shalat Dhuha dalam Kehidupan Umat Muslim Sehari-hari

Shalat Dhuha adalah salah satu salat sunnah yang dilakukan di pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu shalat Zuhur. Bagi banyak orang, melaksanakan shalat Dhuha menjadi rutinitas harian yang tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan sehari-hari. 

Dengan rutin melaksanakan shalat Dhuha, Sahabat Muslim dapat merasakan manfaat spiritual dan fisik dalam kehidupan sehari-hari. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih dalam tentang manfaat shalat Dhuha!

1. Mendekatkan Diri kepada Allah

Shalat Dhuha merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan salat sunnah ini, seorang Muslim menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh-Nya. Shalat Dhuha juga menjadi sarana untuk memperbanyak amal ibadah, sehingga meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan.

2. Mendapatkan Pahala dan Keberkahan

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa shalat Dhuha memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar. Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa bagi siapa saja yang rutin melaksanakan shalat Dhuha, Allah akan mencatatnya sebagai salah satu hamba yang taat dan Allah akan mencukupi kebutuhannya. Hadis riwayat Abu Hurairah RA menyatakan: 

“Kekasihku (Rasulullah) berwasiat kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Hukuman bagi Orang yang Suka Menunda Shalat

3. Melancarkan Rezeki

Shalat Dhuha sering kali dikaitkan dengan kelancaran rezeki. Banyak yang percaya bahwa dengan melaksanakan salat ini secara rutin, pintu rezeki akan terbuka lebih lebar. 

Hal ini bukan berarti bahwa shalat Dhuha akan langsung memberikan rezeki secara materi, tetapi lebih kepada rezeki yang bersifat keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam urusan sehari-hari.

4. Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik

Sumber Gambar: Freepik.com

Salah satu manfaat dari shalat, termasuk shalat Dhuha, adalah menenangkan pikiran dan jiwa. Dengan melaksanakan shalat Dhuha, seseorang dapat memulai hari dengan penuh ketenangan dan kedamaian. 

Gerakan-gerakan dalam shalat, seperti rukuk dan sujud, juga membantu meregangkan otot-otot tubuh dan memperlancar peredaran darah, yang baik untuk kesehatan fisik.

5. Menjadi Penghapus Dosa

Shalat Dhuha juga berfungsi sebagai sarana penghapus dosa. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat atau empat rakaat (Dhuha), Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”

Baca Juga: Amalan Penggugur Dosa

6. Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Mengawali hari dengan ibadah seperti shalat Dhuha dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus seseorang dalam menjalani aktivitas harian. Salat ini memberikan waktu sejenak untuk merenung dan menenangkan pikiran, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dalam bekerja atau belajar.

Dengan rutin melaksanakan Shalat Dhuha, Sahabat Muslim dapat meraih berbagai manfaat, mulai dari kelapangan rezeki, ketenangan hati, hingga keberkahan dalam aktivitas sehari-hari. Ibadah ini juga menjadi wujud syukur atas nikmat Allah serta sarana mendekatkan diri kepada-Nya. 

Referensi:

Dhuha

Mengenal Puasa Nazar dalam Islam yang Harus Ditepati Umat Muslim

Puasa nazar adalah salah satu ibadah sunnah dalam Islam yang dilakukan untuk menepati janji kepada Allah SWT. Janji tersebut biasanya diucapkan ketika seseorang sedang mengalami kesulitan atau menginginkan sesuatu, dan berjanji akan melakukan puasa jika hajatnya terkabul. 

Puasa ini memiliki ketentuan khusus dalam Islam yang perlu dipahami agar pelaksanaannya sah dan sesuai syariat. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang tata cara, keutamaan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan.

Apa itu Puasa Nazar?

Puasa nazar menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT. Ketika hajat terkabul, puasa nazar menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, puasa ini juga meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan menepati janji, seseorang menunjukkan komitmennya untuk mentaati perintah Allah SWT.

Sahabat Muslim juga dapat melatih diri untuk disiplin dan menahan diri selama Puasa Nazar. Hal ini melatih kamu untuk disiplin dalam menjalankan ibadah dan menahan diri dari hawa nafsu.

Baca Juga: Penyebab Sempitnya Rezeki

Bagaimana Tata Cara Puasa Nazar yang Benar?

Puasa Nazar harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat Islam, karena merupakan janji kepada Allah SWT yang wajib ditepati. Tata cara pelaksanaannya hampir sama dengan puasa wajib, yaitu:

1.Melafalkan Niat

Niat puasa nazar diucapkan pada malam hari sebelum memulai puasa. Berikut lafal niatnya:

Nawaitu shauma nnadhr lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa nazar karena Allah SWT.”

2. Menjalankan Puasa Seperti Biasa

Puasa nazar dijalankan seperti puasa Ramadhan, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

3. Mengerjakan Puasa Sesuai dengan Nazar

Lama puasa nazar tergantung pada nazar yang diucapkan. Bisa sehari, beberapa hari, atau bahkan berbulan-bulan.

Apa Saja Keutamaan Puasa Nazar?

Puasa Nazar memiliki keutamaan sebagai bentuk ketaatan dan pemenuhan janji kepada Allah SWT. Ibadah ini menjadi bukti kesungguhan seseorang dalam memenuhi komitmen spiritualnya, serta dapat menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. 

Berikut adalah beberapa keutamaan puasa nazar yang perlu Sahabat Muslim ketahui:

  • Mendapatkan pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bernazar untuk berpuasa, maka wajib baginya untuk memenuhinya.” (HR Bukhari dan Muslim)
  • Menghilangkan dosa. Puasa nazar dapat menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa kecil.
  • Mempermudah terkabulnya hajat. Ada beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa puasa nazar dapat mempermudah terkabulnya hajat.

Baca Juga: Keutamaan Shalat Istikharah

Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Puasa Nazar?

Dalam menjalankan puasa Nazar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Nazar tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam. Nazar yang bertentangan dengan syariat Islam tidak boleh ditepati.
  • Nazar tidak boleh mengandung riya’ atau sumpah. Nazar yang mengandung riya’ atau sumpah tidak boleh ditepati.
  • Orang yang bernazar tidak boleh menyiksa diri sendiri, seperti berpuasa terlalu lama atau melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya.

Dengan memahami hal-hal ini, puasa Nazar dapat dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Menjalaninya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menguatkan keimanan serta kedisiplinan dalam beribadah.

Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Muslim untuk memahami hukum, tata cara, dan konsekuensi dari puasa Nazar agar dapat menunaikannya dengan benar.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6723874/puasa-nazar-adalah-puasa-untuk-menepati-janji-bagaimana-bacaan-niatnya