5 Penyebab Sempitnya Rezeki Seseorang

Rezeki dalam Islam merujuk pada segala yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk makanan, minuman, pakaian, harta, kesehatan, dan kehidupan itu sendiri. 

Islam mengajarkan pentingnya usaha, doa, dan tawakal (percaya sepenuhnya kepada Allah) dalam memperoleh rezeki. Selain itu, Islam menekankan kepemilikan sosial dan mengajarkan umatnya untuk berbagi rezeki dengan orang lain. 

Keyakinan akan keadilan Allah dan penghargaan serta syukur atas segala rezeki adalah aspek penting dari keimanan Islam. Rezeki juga mencakup hal-hal non-materi seperti ilmu dan kesehatan. Dengan memahami makna dan nilai rezeki, umat Muslim diharapkan untuk hidup dengan kesyukuran, tawakal, dan kepedulian sosial.

Akan tetapi, di sisi lain tidak sedikit orang yang mengalami rezekinya terhambat. Rezeki yang diusahakan sulit untuk didapatkan dan terhalang oleh sesuatu, padahal orang tersebut telah bekerja keras.

Lantas, apa penyebab sempitnya rezeki? Simak penjelasannya pada artikel ini, ya!

Baca Juga:

Hukum Pinjaman Online dalam Islam

Penyebab Sempitnya Rezeki Seseorang

Dalam Islam, sempitnya rezeki dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor atau penyebab. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempersempit rezeki seseorang dalam perspektif Islam, antara lain:

1. Ketidakpatuhan terhadap Hukum-Hukum Allah

Jika seseorang melanggar hukum-hukum dan aturan-aturan Islam, rezeki mereka dapat menyusut. Misalnya, jika seseorang terlibat dalam riba atau memakan harta yang diperoleh secara haram, hal ini dapat mengakibatkan sempitnya rezeki.

2. Kurangnya Ketaatan dan Taqwa

Ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT adalah prinsip penting dalam Islam. Jika seseorang kurang dalam hal ini, maka rezeki mereka dapat terhambat.

3. Kurangnya Bersyukur

Islam mengajarkan pentingnya bersyukur atas segala rezeki yang diberikan. Jika seseorang tidak bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT, maka hal ini dapat menyebabkan sempitnya rezeki.

4. Boros dan Mubazir

Menghambur-hamburkan harta atau menggunakan uang dengan cara yang tidak bijak dan membuang-buang sumber daya adalah tindakan yang tidak dianjurkan dalam Islam. Hal ini dapat mengakibatkan sempitnya rezeki.

5. Sikap Dengki dan Iri Hati

Sikap iri hati terhadap keberhasilan dan rezeki orang lain dapat mengganggu rezeki seseorang sendiri. Islam mengajarkan pentingnya mencegah dan mengendalikan perasaan dengki.

6. Mengabaikan Hak Orang Lain

Tidak memenuhi hak-hak orang lain atau melakukan kecurangan dalam urusan keuangan dapat mengakibatkan sempitnya rezeki. Islam mengajarkan pentingnya keadilan dan kejujuran dalam urusan keuangan.

7. Kurangnya Usaha dan Kerja Keras

Islam mengajarkan pentingnya usaha dan kerja keras untuk memperoleh rezeki. Jika seseorang malas atau tidak mau berusaha, maka rezeki mereka dapat terbatas.

Baca Juga:

Dampak Riba di Dunia-Akhirat

8. Ketidaksabaran dan Keputusasaan

Ketidaksabaran dan keputusasaan dapat menghambat rezeki seseorang. Islam mengajarkan pentingnya sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan atau kesulitan.

9. Tidak Menunaikan Kewajiban Agama

Menunaikan kewajiban agama seperti shalat, zakat, dan ibadah lainnya adalah penting dalam Islam. Jika seseorang tidak memenuhi kewajiban-kewajiban ini, maka hal ini dapat mempersempit rezeki mereka.

10. Kurangnya Niat Baik

Niat dan tujuan yang baik dalam penggunaan rezeki juga penting dalam Islam. Jika seseorang menggunakan rezeki mereka dengan niat yang buruk atau untuk tujuan yang tidak baik, hal ini dapat mempengaruhi rezeki mereka.

Dalam Islam, penting untuk memahami bahwa rezeki adalah ujian dari Allah SWT dan seseorang harus selalu berusaha untuk memperolehnya dengan cara yang halal dan memanfaatkannya dengan bijak dan bertanggung jawab. Tindakan-tindakan yang melanggar prinsip-prinsip agama dan etika Islam dapat mengakibatkan sempitnya rezeki.

Sumber:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6973712/5-penyebab-sempitnya-rezeki-seseorang-salah-satunya-tidak-pernah-merasa-cukup/amp

Wajib Catat! 7 Keutamaan Salat Berjamaah di Masjid

Salat berjamaah merupakan ibadah salat yang dikerjakan secara bersama-sama atau paling sedikit dua orang. Satu orang akan menjadi imam dan lainnya akan menjadi makmum. Pada dasarnya, hukum melaksanakan salat berjamaah adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Hal ini dikarenakan terdapat sejumlah keutamaan dan manfaat bagi mereka yang mengerjakannya.

Apa saja itu? Simak penjelasannya di bawah ini!

Keutamaan Salat Berjamaah

Salat berjamaah memiliki keutamaan dan nilai penting dalam Islam. Beberapa di antaranya, yaitu:

1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa mereka yang melaksanakan salat berjamaah akan memperoleh balasan pahala yang berlipat ganda, sebanyak 25 kali. Hal ini tercantum dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA yang berbunyi:

صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا

Artinya: “Sholat seorang laki-laki secara berjamaah dilipatgandakan pahala sebanyak dua puluh lima kali lipat daripada sholat di rumah atau di pasarnya.” (HR Bukhari)

Baca Juga:

7 Orang yang Akan Didoakan Malaikat

2. Diampuni Dosanya

Barangsiapa yang selalu bersemangat pergi untuk melaksanakan salat berjamaah, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. Hal ini juga dicantumkan dalam hadis riwayat muslim yang berbunyi:

مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ، فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ، فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ

Artinya: “Barang siapa yang menyempurnakan wudhu, lalu pergi untuk sholat wajib bersama orang-orang atau secara berjamaah atau ia sholat di masjid maka Allah ampuni dosa-dosanya.” (HR Muslim)

3. Didoakan Malaikat

Mereka yang melaksanakan salat berjamaah dengan tidak melakukan perbuatan menyakiti atau tidak berhadats akan didoakan oleh para malaikat. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari yang berbunyi:

فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ: اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

Artinya: “Apabila ia masih sholat, maka para malaikat mendoakannya selama berada di tempat sholat: Ya Allah ampunilah ia, ya Allah sayangilah ia.” (HR Bukhari)

4. Dinaikkan Derajatnya

Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap langkah seseorang yang ingin melaksanakan salat berjamaah bernilai kebaikan baginya, sehingga ia akan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Hal ini disampaikan dalam hadis riwayat Muslim yang berbunyi:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ، كَانَتْ خَطْوَنَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحْطُ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Artinya: “Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, lalu ia pergi ke rumah Allah (tempat sholat) untuk melaksanakan sholat wajibnya, maka tiap langkahnya salah satunya menghapus dosa dan satunya lagi mengangkat derajat.” (HR Muslim)

Baca Juga:

Keutamaan Membaca Asmaul Husna

5. Menjaga Persatuan dan Kebersamaan Umat Muslim

Persatuan dan kebersamaan umat muslim dapat semakin dieratkan, melalui salat berjamaah di masjid. Ketika umat muslim berkumpul di masjid, mereka akan merasakan kebersamaan, saling mengenal dan memperkuat ikatan sosial antar sesamanya.

6. Mendapatkan Cahaya di Hari Kiamat

Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa kehadiran seorang muslim dalam salat berjamaah di masjid akan memberikannya keberkahan dan perlindungan di akhirat. Mereka yang melaksanakannya akan diberi cahaya di hari kiamat untuk menerangi jalannya menuju surga.

7. Perlindungan dari Godaan Syaitan

Ketika seorang muslim berada di masjid, maka syaitan akan menjauhinya sehingga ia dapat melaksanakan salat dengan khidmat dan khusyuk.

Sumber:

Baznas.go.id. (2023). Hikmah Salat Berjamaah di Masjid

Ini Fatwa MUI tentang Boikot Produk Israel

/fatwa-mui-produk-israel

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan keputusan mengenai boikot produk Israel maupun produk yang mendukung Israel. Berikut ini penjelasannya.

Isi Fatwa MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Pejuang Palestina. Fatwa tersebut mengatakan bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib, sedangkan mendukung agresi Israel terhadap Palestina hukumnya haram.

Berikut ini bunyi fatwa MUI tentang produk Israel.

Memutuskan

Menetapkan : Fatwa Tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina

Pertama : Ketentuan Hukum

1. Mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib.

2. Dukungan sebagaimana disebutkan pada point (1) di atas, termasuk dengan mendistribusikan zakat, infaq dan sedekah untuk kepentingan perjuangan rakyat Palestina.

3. Pada dasarnya dana zakat harus didistribusikan kepada mustahik yang berada di sekitar muzakki. Dalam hal keadaan darurat atau kebutuhan yang mendesak dana zakat boleh didistribusikan ke mustahik yang berada di tempat yang lebih jauh, seperti untuk perjuangan Palestina.

4. Mendukung agresi Israel terhadap Palestina atau pihak yang mendukung Israel baik langsung maupun tidak langsung hukumnya haram.

Baca Juga:

Amalan ini Dapat Membuat Hati Tentram

Tujuan Penerbitan

Melalui fatwa tersebut, MUI menilai agresi dan aneksasi Israel terhadap Palestina telah mengakibatkan korban jiwa berjatuhan, korban luka yang tidak terhitung, ribuan warga mengungsi, serta hancurnya rumah, gedung, serta fasilitas publik.

Pada fatwa tersebut, MUI mengimbau umat Islam agar mendukung perjuangan Palestina, seperti gerakan menggalang dana kemanusiaan dan perjuangan, mendoakan untuk kemenangan, dan melakukan salat gaib untuk para korban di Palestina.

Selain itu, fatwa MUI meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah tegas membantu perjuangan Palestina, seperti melalui jalur diplomasi di PBB untuk menghentikan perang dan sanksi pada Israel, pengiriman bantuan kemanusiaan, dan konsolidasi negara-negara OKI untuk menekan Israel menghentikan agresi.

Kemudian, fatwa MUI juga merekomendasikan agar umat Islam menghindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel atau produk yang mendukungnya.

Baca Juga:

Tanda-tanda Meninggal secara Husnul Khatimah

Sumber:

Tentang Fatwa MUI

Daftar Produk yang Pro Israel

Etika Bersedekah dalam Islam

Bersedekah dalam Islam merupakan suatu tindakan pemberian atau sumbangan secara sukarela yang dilakukan oleh individu atau kelompok kepada orang lain atau entitas yang membutuhkan, dengan tujuan untuk memperoleh pahala di sisi Allah SWT. Sedekah adalah salah satu dari lima rukun Islam dan merupakan aspek penting dalam kehidupan umat Muslim.

Tindakan ini mencerminkan nilai-nilai keadilan, kasih sayang dan solidaritas sosial. Sedekah juga dianggap sebagai cara untuk membersihkan harta dan jiwa dari sifat serakah, serta memperoleh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:

3 Kemuliaan Memuliakan Anak Yatim

Dalam surah Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah akan melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dengan bersedekah, umat Islam diingatkan untuk senantiasa peduli terhadap sesama manusia, membantu mereka yang membutuhkan, dan membangun masyarakat yang adil dan berkeadilan. Hal ini juga merupakan salah satu cara untuk memperkuat tali persaudaraan dalam komunitas Muslim dan memperluas rasa persatuan di antara umat manusia secara keseluruhan.

Meskipun begitu, ketika bersedekah, tentu ada sejumlah etika yang perlu diperhatikan agar sedekah yang diberikan menghasilkan keberkahan bagi semua orang. Apa saja etika tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini!

Apa saja Etika dalam Bersedekah?

Etika dalam bersedekah sangatlah penting dalam Islam, karena membantu memastikan bahwa tindakan kebaikan ini dilakukan dengan cara yang benar dan bermanfaat. Berikut adalah beberapa etika yang perlu diperhatikan ketika melakukan bersedekah dalam Islam:

1. Ikhlas

Niat yang ikhlas adalah aspek terpenting dalam bersedekah. Bersedekah harus dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT dan membantu sesama manusia, bukan untuk mencari pujian atau pengakuan dari orang lain.

2. Rahasia dan Tidak Berlebihan

Dalam Islam, disarankan untuk menjaga kerahasiaan bersedekah sebisa mungkin. Maksudnya, tidak perlu memamerkan atau memberi tahu orang lain tentang jumlah atau jenis bantuan yang diberikan.

3. Adil

Sebagai seorang Muslim, penting untuk memperlakukan semua penerima bantuan dengan adil dan tidak membeda-bedakan berdasarkan agama, ras atau status sosial. Semua orang yang membutuhkan perlu diberi pertolongan yang seadil-adilnya.

4. Menghormati Martabat Penerima

Saat memberi bantuan, penting untuk melakukannya dengan hormat dan penuh penghargaan terhadap martabat penerima. Pemberi sedekah tidak boleh memandang rendah atau mempermalukan mereka.

5. Membantu Orang yang Membutuhkan dengan Bijak

Sebelum memberi bantuan, penting untuk memastikan bahwa bantuan tersebut akan benar-benar membantu penerima dan tidak akan memberikan dampak negatif atau ketergantungan yang berlebihan.

Baca Juga:

7 Orang yang Akan Didoakan Malaikat

6. Menjaga Privasi Orang yang Membutuhkan

Jika bantuan diberikan secara langsung kepada individu tertentu, pastikan untuk melakukannya dengan hormat dan menjaga privasi mereka. Hindari mempublikasikan atau membagikan informasi pribadi tanpa izin mereka.

7. Bersedekah Secara Teratur dan Konsisten

Islam mendorong umatnya untuk memberi sedekah secara teratur, meskipun jumlahnya kecil. Konsistensi dalam bersedekah membantu membangun kebiasaan kebaikan dan membantu memenuhi kebutuhan yang terus-menerus.

Sumber:

Etika dalam Bersedekah

Menebar Kebaikan Lewat Aqiqah, ArahMuslim Menjalin Kerja Sama dengan Cahaya Aqiqah

Jakarta, Oktober 2023 – Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran buah cinta, agar keluarga diberikan keberkahan dalam setiap langkahnya. Aqiqah sendiri disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan, khususnya tetangga terdekat kita. 

Dan saat ini, telah banyak kemudahan untuk pesan/daftar Aqiqah dimana pun & kapan pun. Berangkat dari hal tersebut, ArahMuslim berkolaborasi dengan Cahaya Aqiqah, sebagai salah satu jasa Aqiqah yang InsyaAllah amanah, memberikan kemudahan kepada Sahabat Muslim. 

Bagi Sahabat Muslim yang ingin melaksanakan Aqiqah, kini tak perlu bingung & repot untuk pesan/daftar dimana. Karena telah hadir di ArahMuslim, fitur Aqiqah, yang bekerja sama dengan beberapa lembaga terpercaya. 

Pesan Aqiqah? Ya di ArahMuslim aja!

Kerja Sama ArahMuslim dengan Ekosistem Digital Halal

Jakarta, September 2023 – Alhamdulillahirabbil’alamiin… 

ArahMuslim kembali mengadakan kerja sama dalam rangka menebarluaskan ekosistem digital halal di Indonesia. Kerja sama & kolaborasi kali ini bersama PT. Halal Syariah Integrasi, sebuah ekosistem yang memfasilitasi pelatihan, sertifikasi, dan konsultasi di bidang halal-syariah. 

Terima kasih PT. Halal Syariah Integrasi atas kesempatannya & keinginannya untuk bekerja sama dengan ArahMuslim, semoga dengan kerja sama ini, ekosistem digital halal di Indonesia semakin meluas & menambah kebermanfaatan bagi Umat, Aamiin.

Apa yang Membuat Doa Kita Tidak Terkabul?

Dalam Islam, doa memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Doa merupakan alat atau cara bagi mereka yang ingin berkomunikasi dengan Allah SWT, seperti memohon pertolongan, meminta ampunan, mengungkapkan rasa syukur, pengabdian, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, terdapat beberapa hal di dalam kehidupan kita yang bisa menghambat terkabulnya sebuah doa. Apa saja itu? Simak penjelasannya di artikel ini!

Penyebab Doa Tidak Terkabul

Dalam buku Al-Jawabul Kafi: Solusi Syar’i dan Qur’ani atas Segala Masalah Hati karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan doa seorang muslim tidak dikabulkan oleh Allah SWT, antara lain:

1. Tergesa-gesa

Dalam Hadis Riwayat Bukhari, Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa “Doa setiap kalian dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dengan mengatakan, ‘Aku telah berdoa, namun belum dikabulkan juga’.”

Baca Juga:

Keutamaan Membaca Asmaul Husna

2. Berbuat Dosa dan Memutuskan Tali Persaudaraan

Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang hamba pasti dikabulkan selama tidak diiringi perbuatan dosa, memutuskan tali persaudaraan, dan selama ia tidak tergesa-gesa.”

Kemudian, ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah tergesa-gesa itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Yaitu dengan mengucapkan, ‘Sungguh, aku telah berdoa, aku telah berdoa, ternyata belum juga terkabul, kemudian ia kecewa dan meninggalkan doa.'” (HR Ahmad dan Muslim).

3. Berdoa Bukan kepada Allah SWT

Seorang muslim yang meminta atau berdoa selain kepada Allah SWT termasuk golongan syirik dan terkutuk. Hal ini dijelaskan dalam QS. Luqman ayat 13, yaitu:

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ ١٣

Artinya: “(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.””

4. Hanya Berdoa di Waktu Sempit

Doa yang dipanjatkan tidak akan mendapatkan jawaban apabila seseorang hanya berdoa kepada Allah SWT pada saat-saat tertentu atau di waktu yang sempit. Hendaknya, berdoa dilakukan setiap saat dan tidak dibatasi oleh waktu.

5. Tidak Berbuat Kebaikan

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berbuat kebaikan pada yang ada di bumi, maka yang di langit akan berbuat kebaikan padanya.” (HR Muslim)

6. Tidak Benar-benar Beribadah kepada Allah SWT

Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh untuk taat dan beribadah kepada Allah SWT. Apabila ia malas beribadah dan tidak mau menyembah Allah SWT, maka doanya tidak dikabulkan oleh Allah SWT.

Baca Juga:

Keutamaan Membaca Al-Baqarah

7. Melakukan Perbuatan yang Membuat Allah SWT Marah

Selain berbuat syirik, doa seorang hamba tidak terkabul jika melakukan perbuatan yang membuat Allah SWT marah. Perbuatan-perbuatan tersebut seperti menganiaya, menipu, durhaka pada orang tua, mengingkari janji, korupsi, zina, selingkuh, dan sebagainya.

Sumber:https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6453935/5-perkara-ini-bisa-sebabkan-tidak-terkabulnya-doa-hati-hati-ya

Hari Santri Nasional! Ini 15 Cara untuk Merayakannya

Hari Santri Nasional adalah peringatan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk menghormati peran dan kontribusi para santri (peserta pendidikan agama Islam di pesantren) dalam memajukan pendidikan dan keagamaan di Indonesia. 

Hari Santri Nasional jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya karena berhubungan dengan peristiwa 22 Oktober 1945 di Surabaya yang dikenal sebagai “hari santri”. Peristiwa ini menandai peran aktif para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Hari Santri Nasional menjadi momen penting untuk menghargai dan mengenang jasa-jasa para santri dalam membentuk karakter, moral dan spiritualitas masyarakat Indonesia. Acara peringatan ini sering kali meliputi berbagai macam kegiatan. Apa saja? Simak penjelasannya di artikel ini, ya!

Sejarah Singkat Hari Santri Nasional

Berikut akan dijelaskan secara singkat sejarah Hari Santri Nasional (dalam bentuk periode) yang perlu Anda ketahui:

  • 22 Oktober 1945: Pada tanggal itu, terjadi insiden di Surabaya yang dikenal dengan sebutan “hari santri”, di mana para santri dari seluruh pesantren yang ada di Surabaya aktif dalam perjuangan bersama rakyat melawan tentara asing, yang nantinya dikenal sebagai Pertempuran 10 November atau Pertempuran Surabaya. 

Peristiwa ini menunjukkan peran aktif dan kontribusi besar yang diberikan oleh santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:

Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

  • 22 Oktober 2015: Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan ini bertujuan untuk menghargai dan mengakui kontribusi para santri dalam membangun dan memajukan pendidikan agama Islam di Indonesia.

Hari Santri Nasional memperingati keberanian dan semangat para santri dalam membela kemerdekaan dan menyebarkan ajaran agama Islam di Indonesia. Peringatan ini juga merupakan momen untuk meningkatkan apresiasi dan penghargaan terhadap peran vital santri dalam mencerdaskan dan memajukan masyarakat Indonesia.

Cara Merayakan Hari Santri Nasional

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Santri Nasional:

1. Mengadakan Acara Penghormatan

Suatu organisasi atau lembaga dapat mengadakan acara penghormatan untuk mengapresiasi para santri, seperti penghargaan atau upacara penghormatan khusus.

2. Mengadakan Diskusi atau Seminar

Gelar diskusi atau seminar tentang pendidikan agama, peran santri atau isu-isu terkini yang berkaitan dengan pendidikan dan keagamaan.

3. Mengadakan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan

Mengadakan kegiatan edukatif, seperti pelatihan keterampilan atau workshop agama, guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para santri.

4. Mengadakan Lomba atau Kompetisi

Mengadakan lomba atau kompetisi antar santri dalam berbagai bidang, seperti hafalan Al-Quran, pidato agama atau karya tulis keagamaan.

5. Memberikan Penghargaan

Memberikan penghargaan kepada santri yang telah mencapai prestasi luar biasa dalam studi agama atau kegiatan ekstrakurikuler.

6. Mengadakan Kegiatan Sosial

Melakukan kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti asuhan, bakti sosial, atau kegiatan amal lainnya untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

7. Mengadakan Kegiatan Olahraga atau Seni

Mengadakan kegiatan olahraga atau seni untuk memupuk rasa persaudaraan dan mempererat hubungan antar santri.

8. Mengadakan Doa Bersama dan Kegiatan Keagamaan Lainnya

Mengadakan doa bersama, kajian keagamaan, atau kegiatan keagamaan lainnya untuk memperkuat iman dan kebersamaan.

Baca Juga:

Manfaat Melanjutkan Pendidikan di Pondok Pesantren

9. Mengadakan Pameran atau Ekspresi Kreatif

Mengadakan pameran karya seni atau ekspresi kreatif yang dibuat oleh para santri untuk memamerkan bakat dan kreativitas mereka.

10. Mengadakan Kunjungan Pendidikan

Mengadakan kunjungan ke tempat-tempat pendidikan agama atau lembaga pendidikan terkait untuk memberikan wawasan tambahan kepada para santri.

11. Mengadakan Kompetisi Penulisan

Mengadakan kompetisi penulisan esai, artikel, atau puisi agama untuk mengembangkan kemampuan menulis para santri.

12. Mengadakan Perayaan dan Kegiatan Kesenian

Mengadakan perayaan dengan kegiatan kesenian tradisional atau modern untuk merayakan hari penting ini dengan semangat sukacita.

13. Mengadakan Kegiatan yang Berkaitan dengan Kesehatan

Mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis atau penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan para santri.

14. Mengadakan Kegiatan Literasi

Mengadakan kegiatan promosi literasi dengan membagikan buku-buku agama atau mendirikan perpustakaan kecil.

15. Mengadakan Kegiatan Bersih-Bersih atau Lingkungan

Mengadakan kegiatan membersihkan lingkungan atau fasilitas sekolah/agama untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan dan lingkungan.

Penting untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan lokal, serta melibatkan seluruh komunitas santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Seluruh rangkaian perlu dilakukan dengan semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap jasa-jasa para santri.

Sumber:

Maarif, Dwi S. (2023). Cara Merayakan Hari Santri Nasional 2023. tirto.id

Keutamaan Salat Istikharah yang Wajib Diketahui Muslim

keutamaan-salat-istikharah

Salah satu amalan sunnah yang bisa dikerjakan ketika seorang muslim mengalami keadaan bimbang dalam menentukan pilihan, yaitu salat istikharah. Hal ini disebutkan dalam suatu hadits dari Jabir RA yang berbunyi:

“Rasulullah SAW mengajari kamu (para sahabat) untuk salat istikharah ketika menghadapi setiap persoalan, sebagaimana beliau mengajari kami semua urat dari Al-Qur’an. Beliau bersabda, ‘Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah salat sunnah dua rakaat,” (HR Imam Al-Bukhari).

Lantas, apa saja keutamaan dari salat istikharah? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Keutamaan Salat Istikharah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa salat Istikharah adalah salat sunnah dalam Islam yang kerap digunakan untuk memohon bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT, ketika seseorang dihadapkan pada pilihan atau keputusan yang penting dalam hidupnya. 

Berikut adalah beberapa keutamaan dari Salat Istikharah:

1. Memohon Bimbingan Allah

Salat Istikharah adalah bentuk doa di mana seseorang memohon kepada Allah untuk memberikan petunjuk dan bimbingan dalam memilih suatu hal.

2. Tanda Kasih Sayang Allah

Melalui Salat Istikharah, seseorang menunjukkan keyakinan dan kepercayaan penuh kepada Allah sebagai Pengatur segala urusan dan Pemberi petunjuk terbaik.

3. Mencegah Kesalahan dan Kerugian

Dengan memohon bimbingan Allah SWT, seseorang meminta agar dijauhkan dari pilihan yang dapat menimbulkan kesalahan atau kerugian.

Baca Juga:

Keistimewaan Membaca Surah Al-Baqarah

4. Memperkuat Iman dan Tawakal

Melalui salat istikharah, seseorang dapat memperkuat imannya bahwa hanya Allah-lah yang memiliki kekuasaan mutlak untuk memberikan petunjuk terbaik dalam hidupnya.

5. Menentang Rasa Ragu dan Keinginan Ego

Salat istikharah membantu seseorang untuk menenangkan rasa ragu dan keinginan ego pribadi, serta menerima apa pun yang Allah SWT kehendaki.

6. Menghilangkan Rasa Keragu-raguan

Istikharah dapat membantu menghilangkan rasa keragu-raguan atau kebingungan dalam mengambil keputusan.

7. Memberikan Ketenangan Hati

Setelah melakukan salat istikharah, banyak orang merasakan ketenangan batin dan keyakinan bahwa mereka telah meminta petunjuk dari Yang Maha Bijaksana.

8. Memperkuat Hubungan dengan Allah SWT

Melalui Istikharah, seseorang dapat memperkuat hubungannya dengan Allah dan menyadari bahwa hanya Dia-lah yang tahu apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

Baca Juga:

5 Penyebab Terhalangnya Hidayah

Sumber:https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6975573/3-keutamaan-salat-istikharah-bagi-kaum-muslimin-yuk-amalkan

Catat! 7 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

pondok-pesantren-terbaik

Pondok pesantren menjadi salah satu pilihan masyarakat ketika mencari tempat belajar, selain sekolah formal seperti SD, SMP, SMA/K. Banyak yang menganggap pondok pesantren menjadi pilihan yang tepat untuk menimba ilmu agama pengajar, ilmu yang diajarkan, fasilitas dan alumni yang berkualitas.

Artikel ini akan menjabarkan beberapa pondok pesantren terbaik yang bisa dijadikan opsi untuk Anda yang ingin menimba ilmu di tempat ini. Simak penjelasannya hingga selesai, ya!

Baca Juga:

5 Hal yang Bisa Dihindari Ketika Mondok di Pesantren

Daftar Pesantren Terbaik di Indonesia

Menurut beberapa sumber yang telah dikumpulkan, berikut ini merupakan daftar pondok pesantren terbaik di Indonesia, antara lain:

1. Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor

Pondok pesantren ini telah berdiri sejak 20 September 1926 dan didirikan oleh tiga tokoh yang dikenal dengan sebutan Trimurti, yaitu KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fananie dan KH Imam Imam Zarkasyi. PM Gontor dapat Anda temukan di daerah Ponorogo, Jawa Timur.

2. Pondok Pesantren Langitan

Pondok pesantren ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, berdiri sejak tahun 1852. Lokasinya terletak di Tuban, Jawa Timur. Banyak tokoh dan pengasuh pondok pesantren yang belajar di sini, seperti KH. Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Syamsul Arifin, dan lainnya.

3. Pondok Pesantren Sidogiri

Selanjutnya adalah pondok pesantren yang terletak di Pasuruan. Pesantren ini menekankan penyediaan teologi (keimanan), syariah dan akhlakul karimah berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah, baik untuk Minhaj Al-Fikr maupun Minhaj al-Ijtima’.

Selain itu, Sidogiri juga dikenal sebagai pesantren salaf yang maju dalam mengajarkan kitab kuning dengan menggunakan metode al-Miftah. Metode ini dianggap mampu membuat para santrinya bisa membaca kitab kuning satu per satu dengan cara yang cepat.

4. Pondok Pesantren Darunnajah

Salah satu pondok pesantren terbaik yang terletak di Jakarta. Darunnajah didirikan sejak 1 April 1974 oleh KH. Abdul Manaf Mukhayyar, KH. Qamaruzzaman dan KH. Mahrus Amin. Sebagai tempat menimba ilmu, pondok pesantren ini mengadopsi kurikulum Tarbiyatul Mu’allimin  wal Mu’allimat al-Islamiyah (TMI) selama enam tahun, setara dengan MTS dan MA.

5. Pondok Pesantren Lirboyo

Didirikan pada tahun 1910 di Kota Kediri, Jawa Timur, pesantren ini dikenal sebagai pusat kajian Islam sejak lama. Bahkan, pada masa kemerdekaan, pesantren Lirboyo turut berperan dengan mengirimkan santrinya ke medan perang. Contohnya, pada saat peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Baca Juga:

Manfaat Melanjutkan Pendidikan di Pondok Pesantren

6. Pondok Pesantren Tebuireng

Pondok pesantren ini telah didirikan pada tahun 1899 oleh seorang Muassis NU, yaitu Hadhrotussyeh KH. Hasyim. Sistem pengajaran yang diadopsi Tebuireng adalah metode sorogan (siswa membacakan mata pelajaran kitab kuningnya di depan guru) dan metode wethon (kyai membaca kitab dan siswa menafsirkannya).

7. Pondok Pesantren Raudlatul Hasanah

Pondok pesantren yang diresmikan pada 18 Oktober 1982 ini terletak di Medan dan didirikan oleh alumni PM Gontor, yaitu al-Ustadz Usman Husni. Di sini, para santri akan dididik selama 24 jam untuk menjadi pribadi yang berkepribadian IQRA (Ilmy, Qurany, Rabbany dan Alamy). Diharapkan nantinya mereka dapat mengamalkan sifat keikhlasan, kecerdasan, moralitas yang religius di kalangan masyarakat luas.