Di antara sekian banyak sholat sunnah, sholat Dhuha memiliki tempat istimewa dalam kehidupan Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kekasihnya, yaitu Allah SWT melalui wasiat yang beliau pegang teguh, berpesan agar tidak meninggalkan tiga amalan hingga wafat, salah satunya adalah sholat Dhuha.
Sholat yang dikerjakan di pagi hari ini sering dikaitkan dengan pembuka pintu rezeki, namun sesungguhnya keutamaannya jauh lebih luas dari itu. Lalu, apa saja keutamaan sholat Dhuha dan bagaimana waktu serta tata cara pelaksanaannya yang benar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Ringkasan
|
Apa Itu Sholat Dhuha?
Secara bahasa, dhuha berarti awal siang hari atau waktu pagi. Dalam istilah fikih, sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu sejak matahari naik setinggi tombak (sekitar 2,5 meter di ufuk) hingga menjelang waktu zawal atau tergelincirnya matahari ke arah barat. Para ulama menetapkan hukum shalat Dhuha sebagai sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Keistimewaan sholat Dhuha juga tergambar dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim, di mana Rasulullah SAW menyebutkan bahwa beliau berwasiat untuk senantiasa menjaga tiga amalan hingga akhir hayatnya, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha, dan sholat witir sebelum tidur.
Apa Saja Keutamaan Sholat Dhuha?

Berikut beberapa keutamaan sholat Dhuha berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
- Menjadi Sedekah bagi Seluruh Persendian Tubuh
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap persendian pada tubuh manusia memiliki kewajiban sedekah setiap paginya. Sholat Dhuha sebanyak dua rakaat dapat mencukupi kewajiban sedekah dari seluruh persendian tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.
- Tanda Kembalinya Seorang Hamba kepada Allah SWT
Sholat Dhuha juga dikenal dengan sebutan sholat awwabin, yaitu sholat orang-orang yang kembali kepada Allah SWT dengan bertaubat. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada yang senantiasa menjaga sholat Dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang dinilai sahih oleh Al-Hakim.
- Pahala Setara Haji dan Umrah
Bagi yang menjaga sholat Subuh berjamaah di masjid, kemudian berdiam diri untuk berdzikir hingga tiba waktu sholat Dhuha, Rasulullah SAW menjanjikan pahala yang setara dengan pahala haji dan umrah secara sempurna, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi.
- Sarana Memohon Kelapangan Rezeki
Sholat Dhuha erat dikaitkan dengan doa memohon kelapangan rezeki, sebagaimana tercermin dalam doa yang biasa dibaca setelahnya, yang memohon agar rezeki dari langit diturunkan, dari bumi dikeluarkan, dan segala urusan yang sulit dimudahkan. Meski begitu, memohon kelapangan rezeki tetap perlu diiringi dengan ikhtiar mencari nafkah yang berkah, bukan hanya mengandalkan doa semata.
- Sebab Terhapusnya Dosa
Sebagaimana ibadah sunnah lainnya, sholat Dhuha juga menjadi salah satu sarana untuk memohon ampunan dan penghapusan dosa dari Allah SWT, sehingga sangat dianjurkan untuk dijadikan kebiasaan rutin setiap pagi.
Bagaimana Waktu dan Tata Cara Sholat Dhuha?
Waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai sejak matahari naik setinggi tombak, sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 pagi, hingga menjelang waktu zuhur. Meski begitu, waktu yang lebih utama adalah ketika matahari sudah mulai terasa panas, atau dalam istilah fikih disebut saat anak unta mulai kepanasan, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi.
Tata cara sholat Dhuha pada dasarnya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, dikerjakan minimal dua rakaat dengan satu kali salam. Tidak ada batasan jumlah rakaat maksimal, karena beberapa riwayat menyebutkan Rasulullah SAW pernah mengerjakannya hingga delapan rakaat. Setelah selesai, dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa, sebagaimana juga bisa dilakukan pada waktu mustajab lainnya sepanjang hari.
Kesimpulan
Sholat Dhuha merupakan shalat sunnah muakkadah dengan keutamaan yang sangat besar, mulai dari menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh, tanda kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT, pahala setara haji dan umrah, hingga sarana memohon kelapangan rezeki dan penghapusan dosa. Amalan ini bahkan menjadi salah satu dari tiga pesan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW hingga akhir hayatnya.
Dengan membiasakan diri mengerjakan sholat Dhuha, diharapkan setiap Muslim dapat mengawali harinya dengan lebih berkah, tenang, dan dekat dengan Allah SWT. Yuk, terus tambah wawasan seputar ibadah sunnah harian bersama ArahMuslim.
Referensi:
https://nu.or.id/syariah/tata-cara-shalat-dhuha-dan-keutamaannya-dM81x







No comment yet, add your voice below!