5 Amalan untuk Meningkatkan Keimanan di Bulan Syawal

Secara etimologis, kata Syawal memiliki arti “peningkatan”. Melalui arti ini, hendaknya seluruh umat muslim turut meningkatkan amalan ibadah, kualitas iman dan ketakwaan pada bulan Syawal setelah selesai bulan Ramadhan.

Berikut ini merupakan 5 amalan yang bisa Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Silaturahmi

Silaturahmi dengan saudara dan kerabat bukan hanya sekedar tradisi belaka. Kegiatan ini memiliki banyak sekali manfaat, seperti mendatangkan rezeki dengan saling mendoakan kebaikan dan memaafkan. Rasulullah SAW pun telah menganjurkan kegiatan silaturahmi sebagaimana di dalam hadits berikut.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، أخرجه البخاري.

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung silaturahmi-nya (dengan kerabat).”(HR. Bukhari)

Puasa Syawal

Amalan selanjutnya adalah berpuasa yang dapat dilakukan sehari setelah Shalat Idul Fitri atau tanggal 2 Syawal hingga berakhirnya bulan Syawal. Adapun dalam pengerjaannya dapat dilaksanakan secara berturut-turut atau acak.

Puasa syawal juga dianjurkan

 oleh Rasulullah SAW sebagaimana di dalam hadits berikut.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa saja yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Membangun Rumah Tangga

Menikah atau menikahkan sanak keluarga merupakan amalan yang dianjurkan di bulan Syawal. Hal ini tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha.

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).

I’tikaf

Meskipun kebiasaan i’tikaf identik dikerjakan pada bulan Ramadhan, namun kegiatan ini juga disunnahkan pada bulan Syawal. Tujuannya adalah agar hati dan keimanan senantiasa terjaga dan mendapatkan ketenangan sepenuhnya bersama Allah SWT.

Sedekah

Rasa syukur atas hari kemenangan Idul Fitri dapat disalurkan dengan meningkatkan ibadah sedekah dan ibadah sosial lainnya. Hal ini disebutkan Rasulullah SAW kepada Asma’ binti Abi Bakr, yaitu:

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”

Sumber:

https://mui.or.id/mui-provinsi/mui-sulsel/35032/empat-amalan-dianjurkan-di-bulan-syawal/

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *