Ketuk Tiga Kali, Lalu Pulang? Ini 6 Adab Bertamu ala Rasulullah SAW

Bertamu adalah salah satu cara paling sederhana untuk menyambung silaturahmi, baik kepada keluarga, tetangga, maupun sahabat. Namun, kunjungan yang seharusnya mempererat hubungan justru bisa membuat tuan rumah merasa tidak nyaman jika dilakukan tanpa memperhatikan adab, misalnya datang mendadak di waktu istirahat atau berada terlalu lama di rumah orang.

Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana seorang tamu seharusnya bersikap, mulai dari sebelum berangkat hingga saat berpamitan. Kebiasaan mengetuk pintu tiga kali yang sering kita lakukan pun ternyata memiliki dasar dari hadis Rasulullah SAW. Lalu, apa saja adab bertamu yang diajarkan dalam Islam? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Islam mengajarkan agar seorang tamu meminta izin dan mengucapkan salam sebelum masuk, dengan batas maksimal tiga kali, sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nur ayat 27 dan hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
  • Beberapa adab bertamu lainnya antara lain memilih waktu yang tepat, memperkenalkan diri dengan jelas, menjaga pandangan dan privasi tuan rumah, tidak berlama-lama, serta mendoakan tuan rumah ketika berpamitan.
  • Adab bertamu tetap relevan di era digital, misalnya dengan mengabari tuan rumah lebih dulu sebelum berkunjung dan menghormati jawaban tuan rumah dengan lapang dada.

Mengapa Islam Mengatur Adab Bertamu Secara Rinci?

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nur ayat 27 agar orang-orang beriman tidak memasuki rumah yang bukan rumahnya sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Ayat ini menjadi dasar utama adab bertamu dalam Islam, sekaligus menegaskan bahwa rumah adalah ruang pribadi yang kehormatannya harus dijaga.

Para ulama menjelaskan bahwa salah satu hikmah dari kewajiban meminta izin adalah untuk menjaga pandangan, sehingga tamu tidak melihat sesuatu dari dalam rumah yang tidak ingin diperlihatkan tuan rumah. Dengan begitu, aturan bertamu bukan sekadar sopan santun, melainkan bagian dari upaya menjaga kehormatan dan kenyamanan sesama Muslim.

Apa Saja Adab Bertamu yang Diajarkan Rasulullah SAW?

Berikut beberapa adab bertamu yang dianjurkan dalam Islam:

1. Memilih Waktu yang Tepat

Sebelum berkunjung, sebaiknya tamu mempertimbangkan waktu yang tepat dan tidak mengganggu, misalnya bukan di waktu istirahat atau saat tuan rumah sedang sibuk. Kita tidak tahu apakah tuan rumah sedang membutuhkan ketenangan, sehingga bertanya lebih dulu tentang waktu yang nyaman menjadi sikap yang lebih bijak.

2. Meminta Izin dan Mengucapkan Salam, Maksimal Tiga Kali

Rasulullah SAW bersabda bahwa meminta izin masuk rumah dilakukan tiga kali, jika diizinkan maka masuklah, dan jika tidak diizinkan maka pulanglah, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari RA dalam hadis sahih Bukhari dan Muslim. Pulang ketika tidak diizinkan hendaknya dilakukan dengan lapang dada, karena tuan rumah mungkin memiliki udzur yang tidak kita ketahui.

3. Memperkenalkan Diri dengan Jelas

Ketika tuan rumah bertanya siapa yang datang, tamu dianjurkan menyebutkan nama dengan jelas, bukan hanya menjawab dengan kata “saya”. Dalam sebuah riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak menyukai jawaban yang hanya berupa kata tersebut, karena tidak menjelaskan identitas orang yang mengetuk.

4. Menjaga Pandangan dan Privasi Tuan Rumah

Setelah masuk, tamu perlu menjaga pandangan dan tidak mencampuri urusan pribadi tuan rumah, seperti bertanya hal-hal yang terlalu personal atau memeriksa isi rumah tanpa izin. Sikap ini sejalan dengan hikmah dasar dari kewajiban meminta izin, yaitu menjaga kehormatan penghuni rumah.

5. Tidak Berlebihan dalam Menunggu Jamuan dan Tidak Berlama-lama

Hak tamu untuk dijamu secara istimewa disebutkan hingga tiga hari, dan Rasulullah SAW melarang seorang tamu tinggal begitu lama hingga menyusahkan tuan rumah, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Karena itu, tamu sebaiknya menyesuaikan lama kunjungan dengan kondisi tuan rumah dan tidak membebani mereka.

6. Berpamitan, Berterima Kasih, dan Mendoakan Tuan Rumah

Ketika hendak pulang, tamu dianjurkan berpamitan dengan baik, mengucapkan terima kasih atas sambutan dan hidangan, lalu mendoakan kebaikan bagi tuan rumah. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim adalah Allahumma baarik lahum fii maa razaqtahum, waghfir lahum, warhamhum , yang artinya “Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau anugerahkan kepada mereka, ampunilah mereka, dan berikanlah rahmat kepada mereka.” (HR. Muslim).

Bagaimana Menerapkan Adab Bertamu di Zaman Sekarang?

Di era digital, meminta izin sebelum bertamu menjadi lebih mudah karena dapat dilakukan lewat telepon atau pesan WhatsApp sebelum berangkat. Jika sudah mengabari beberapa kali namun tuan rumah belum bisa menerima kunjungan, sebaiknya tamu menunda dan mencari waktu lain tanpa memaksa, sejalan dengan semangat batas tiga kali dalam hadis.

Adab ini juga berlaku ketika memenuhi undangan, termasuk undangan pernikahan. Tamu dianjurkan datang dengan pakaian yang sopan dan menutup aurat, menghormati aturan acara, serta mengikuti pengaturan tamu yang ditetapkan tuan rumah, sebagaimana dibahas dalam artikel tentang konsep pernikahan syar’i. 

Kesimpulan

Adab bertamu dalam Islam meliputi memilih waktu yang tepat, meminta izin dan memberi salam maksimal tiga kali, memperkenalkan diri dengan jelas, menjaga pandangan dan privasi tuan rumah, tidak berlama-lama, serta berpamitan sambil mendoakan tuan rumah. Seluruh adab ini bertujuan menjaga kehormatan dan kenyamanan kedua belah pihak.

Dengan menerapkan adab bertamu, kunjungan yang kita lakukan diharapkan benar-benar menjadi sarana mempererat silaturahmi, bukan menjadi beban bagi tuan rumah. Yuk, terus tambah wawasan seputar akhlak dan kehidupan sosial Islami bersama ArahMuslim.

Referensi: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7034439/tata-cara-bertamu-menurut-islam-ikuti-sesuai-sunnah

https://muslimah.or.id/58-adab-bertamu-dalam-islam-sesuai-contoh-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

FAQ

Karena Rasulullah SAW mengajarkan bahwa jika setelah tiga kali meminta izin tuan rumah tidak mengizinkan atau tidak menjawab, maka tamu hendaknya pulang, sebagai bentuk penghormatan terhadap hak dan kondisi tuan rumah.

Boleh. Tujuan utama meminta izin adalah memberi kesempatan kepada tuan rumah untuk bersiap dan menjaga kenyamanannya, sehingga mengabari lewat telepon atau pesan sebelum berkunjung sejalan dengan tujuan tersebut.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon agar Allah SWT memberkahi rezeki tuan rumah serta mengampuni dan merahmati mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Muslim.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *