Catat! 7 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

pondok-pesantren-terbaik

Pondok pesantren menjadi salah satu pilihan masyarakat ketika mencari tempat belajar, selain sekolah formal seperti SD, SMP, SMA/K. Banyak yang menganggap pondok pesantren menjadi pilihan yang tepat untuk menimba ilmu agama pengajar, ilmu yang diajarkan, fasilitas dan alumni yang berkualitas.

Artikel ini akan menjabarkan beberapa pondok pesantren terbaik yang bisa dijadikan opsi untuk Anda yang ingin menimba ilmu di tempat ini. Simak penjelasannya hingga selesai, ya!

Baca Juga:

5 Hal yang Bisa Dihindari Ketika Mondok di Pesantren

Daftar Pesantren Terbaik di Indonesia

Menurut beberapa sumber yang telah dikumpulkan, berikut ini merupakan daftar pondok pesantren terbaik di Indonesia, antara lain:

1. Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor

Pondok pesantren ini telah berdiri sejak 20 September 1926 dan didirikan oleh tiga tokoh yang dikenal dengan sebutan Trimurti, yaitu KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fananie dan KH Imam Imam Zarkasyi. PM Gontor dapat Anda temukan di daerah Ponorogo, Jawa Timur.

2. Pondok Pesantren Langitan

Pondok pesantren ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, berdiri sejak tahun 1852. Lokasinya terletak di Tuban, Jawa Timur. Banyak tokoh dan pengasuh pondok pesantren yang belajar di sini, seperti KH. Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Syamsul Arifin, dan lainnya.

3. Pondok Pesantren Sidogiri

Selanjutnya adalah pondok pesantren yang terletak di Pasuruan. Pesantren ini menekankan penyediaan teologi (keimanan), syariah dan akhlakul karimah berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah, baik untuk Minhaj Al-Fikr maupun Minhaj al-Ijtima’.

Selain itu, Sidogiri juga dikenal sebagai pesantren salaf yang maju dalam mengajarkan kitab kuning dengan menggunakan metode al-Miftah. Metode ini dianggap mampu membuat para santrinya bisa membaca kitab kuning satu per satu dengan cara yang cepat.

4. Pondok Pesantren Darunnajah

Salah satu pondok pesantren terbaik yang terletak di Jakarta. Darunnajah didirikan sejak 1 April 1974 oleh KH. Abdul Manaf Mukhayyar, KH. Qamaruzzaman dan KH. Mahrus Amin. Sebagai tempat menimba ilmu, pondok pesantren ini mengadopsi kurikulum Tarbiyatul Mu’allimin  wal Mu’allimat al-Islamiyah (TMI) selama enam tahun, setara dengan MTS dan MA.

5. Pondok Pesantren Lirboyo

Didirikan pada tahun 1910 di Kota Kediri, Jawa Timur, pesantren ini dikenal sebagai pusat kajian Islam sejak lama. Bahkan, pada masa kemerdekaan, pesantren Lirboyo turut berperan dengan mengirimkan santrinya ke medan perang. Contohnya, pada saat peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Baca Juga:

Manfaat Melanjutkan Pendidikan di Pondok Pesantren

6. Pondok Pesantren Tebuireng

Pondok pesantren ini telah didirikan pada tahun 1899 oleh seorang Muassis NU, yaitu Hadhrotussyeh KH. Hasyim. Sistem pengajaran yang diadopsi Tebuireng adalah metode sorogan (siswa membacakan mata pelajaran kitab kuningnya di depan guru) dan metode wethon (kyai membaca kitab dan siswa menafsirkannya).

7. Pondok Pesantren Raudlatul Hasanah

Pondok pesantren yang diresmikan pada 18 Oktober 1982 ini terletak di Medan dan didirikan oleh alumni PM Gontor, yaitu al-Ustadz Usman Husni. Di sini, para santri akan dididik selama 24 jam untuk menjadi pribadi yang berkepribadian IQRA (Ilmy, Qurany, Rabbany dan Alamy). Diharapkan nantinya mereka dapat mengamalkan sifat keikhlasan, kecerdasan, moralitas yang religius di kalangan masyarakat luas.

Cerita Ustadz Derry yang Mengenal Islam di Tempat Hiburan Malam

Sumber: https://thumb.viva.id/vivabandung/1265×711/2023/04/29/644cc64f2d39b-ustadz-derry-sulaiman_bandung.jpg

Ustadz Derry tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Yap! Salah satu musisi Indonesia yang menjadi pendakwah Jamaah Tabligh ini menjalani proses hijrah yang cukup panjang. Dalam beberapa sumber, Ustadz Derry memilih mundur dari dunia musik pada tahun 1998, dan fokus mendalami dakwah serta musik bernuansa Islam. 

Proses hijrah Ustadz Derry Sulaiman bermula saat beliau ada di Pulau Dewata. Dirinya merasa damai dengan Islam saat berada di Legian, Kuta, Bali. Musisi yang memiliki posisi sebagai gitaris ini akhirnya hengkang dari band yang bernama Betrayer pada tahun 1998. Ada banyak cerita Ustadz Derry sebelum akhirnya memutuskan untuk berhijrah dan mempelajari Islam lebih dalam. Seperti apa? Simak selengkapnya di bawah ini. 

Sumber: https://www.instagram.com/derrysulaiman/

Baca juga: https://arahmuslim.id/perjalanan-hijrah-yoda-idol/

Profil Singkat Ustadz Derry Sulaiman

Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f7/Derry_Sulaiman.jpg

Memiliki nama asli Deri Guswan Pramona, lahir di Saniangbaka, Sumatera Barat, pada 1 Agustus 1978. Dahulu, Ustadz Derry Sulaiman dikenal sebagai gitaris grup band Betrayer, kemudian mundur dan fokus untuk mendalami dakwah. Ustadz Derry sempat bermain musik cukup lama di Bandung & Jakarta. Ustadz Derry Sulaiman mendapatkan ceramah dari orang tuanya yang mendorongnya untuk bertobat & mendekatkan diri kepada Tuhan. Padahal namanya sudah sangat populer di Bali karena kerap manggung dengan grup band beraliran hard music. 

Perjalanan Spiritual Derry Sulaiman

Semenjak berhijrah, memperdalam agama Islam, Derry Sulaiman kerap disapa Ustadz Derry Sulaiman. Dan siapa sangka? Hidayah Ustadz Derry datang saat beliau sedang ada di tempat hiburan malam di Bali, ditambah lagi dengan kata-kata kritis dari orang tuanya yang menyebut tentang arti hidup bagi dirinya. 

Baca juga: https://arahmuslim.id/profil-inara-rusli-anggap-sholat-me-time/

Tak main-main dalam hijrahnya, Ustadz Derry Sulaiman memutuskan untuk bertobat dari kehidupan bebasnya & memperoleh ilmu agama Islam di beberapa negara seperti India, Pakistan, dan Bangladesh. Selain itu, Ustadz Derry juga berguru dengan salah satu gurunya yang menganjurkan beliau untuk lepas dari hal – hal yang berbau duniawi, dan fokus Ibadah kepada Allah dalam beberapa hari, ungkapnya dalam kanal Youtube ArahMuslim https://youtu.be/qmwe2IAwA-s?si=YS5 rUbzJOb CZ9

Sumber: https://jabarekspres.com/wp-content/uploads/2022/02/4-2-3-derry-sulaiman-suami-boleh-pukul-istri.jpg

Sepulangnya menimba ilmu dari berbagai negara tersebut, Ustadz Derry Sulaiman mulai aktif berdakwah di berbagai tempat, bahkan beliau berdakwah di diskotik & club malam Bali. Ustadz Derry mengatakan, berdakwah lebih nikmat dibandingkan manggung, MasyaAllah. Dan baru – baru ini, tepatnya Mei 2022, Ustadz Derry Sulaiman merilis lagu ‘Damai Bersama” yang diciptakan oleh Buya Yahya. 

Seperti apa cerita hijrah Ustadz Derry Sulaiman? Selengkapnya bisa tonton di sini ya DAKWAH JADI ‘OBAT’ DERRY SULAIMAN, SEPERTI APA CERITANYA | SPIRITUAL JOURNEY 04


Semoga cerita Ustadz Derry Sulaiman menjadi inspirasi & motivasi kepada kita semua agar selalu istiqamah dalam beribadah serta meraih RidhaNya, Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin. 

Sumber: 

Derry Sulaiman

https://id.wikipedia.org/wiki/Derry_Sulaiman

Profil Lengkap Ustadz Derry Sulaiman, Sahabat Sekaligus Guru Spiritual Virgoun

https://bandung.viva.co.id/berita-artis/20223-profil-lengkap-ustadz-derry-sulaiman-sahabat-sekaligus-guru-spritual-virgoun?page=3

Biodata Derry Sulaiman, Mantan Personel Band yang Kini Jadi Ustadz

https://www.suara.com/entertainment/2020/11/13/174206/biodata-derry-sulaiman-mantan-personel-band-yang-kini-jadi-ustaz

Wajib Tahu! 9 Keistimewaan Membaca Surah Al-Baqarah

Bagi umat muslim, membaca surah-surah Al-Qur’an, termasuk Surah Al-Baqarah adalah kunci untuk menemukan sumber petunjuk yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan petunjuk yang ada di dalam Al-Qur’an bersumber langsung dari Allah SWT.

Pernyataan tersebut tertuang dalam firman Allah SWT, yaitu:

“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya),” (QS. Al Baqarah: 120).

Surah Al-Baqarah adalah surah kedua dalam Al-Quran. Surah ini terdiri dari 286 ayat dan termasuk surah terpanjang dalam Al-Quran. Surah Al-Baqarah juga dianggap sebagai salah satu surah yang paling penting dan berpengaruh dalam Islam, karena surah ini mengandung banyak hukum, aturan, dan prinsip-prinsip dasar agama Islam. 

Surah Al-Baqarah juga merupakan surah yang diwajibkan dibaca pada saat salat Jumat. Surah ini memiliki banyak keistimewaan dan manfaat bagi para pembacanya. Apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini!

Keistimewaan dan Keutamaan Membaca Surah Al-Baqarah

Membaca Surat Al-Baqarah memiliki banyak keistimewaan dan manfaat dalam agama Islam. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Pahala Besar

Rasulullah SAW menyebutkan dalam sebuah hadis riwayat Muslim bahwa membaca Surat Al-Baqarah memberikan pahala yang besar dan melindungi rumah dari kejahatan syaitan.

Baca Juga:

Kapan Nuzulul Quran Terjadi?

2. Pengusir Syaitan

Surat Al-Baqarah juga dikatakan sebagai “pembatas” yang dapat menghalangi syaitan untuk masuk ke dalam rumah atau ruangan tempat dibacanya.

3. Memahami Ajaran Islam

Surat Al-Baqarah adalah salah satu surat terpanjang dalam Al-Qur’an dan mengandung banyak hukum, tuntunan, dan ajaran-ajaran Islam. Membacanya membantu umat Islam memahami prinsip-prinsip agama dengan lebih mendalam.

4. Perlindungan dari Kesusahan

Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa membaca Surat Al-Baqarah di rumah memberikan perlindungan dari kesusahan dan kefakiran.

5. Penyembuh dan Rizki

Beberapa hadis menyatakan bahwa membaca Surat Al-Baqarah secara rutin dapat menjadi sumber berkah, menyembuhkan penyakit, dan mendatangkan rizki yang berlimpah.

6. Keberkahan dalam Rumah Tangga

Membaca Surat Al-Baqarah dapat membawa keberkahan dalam rumah tangga. Ada banyak hadis yang menyebutkan bahwa membaca surat ini dapat mempererat hubungan keluarga.

7. Membuat Rumah Lebih Terang dan Bersinar

Rumah di mana Surat Al-Baqarah dibaca secara rutin akan lebih terang dan bersinar, baik di dunia maupun di akhirat.

Baca Juga:

Keutamaan Membaca Surah Al Waqiah

8. Menghapus Kemiskinan dan Kesusahan

Membaca Surat Al-Baqarah secara rutin juga dihubungkan dengan menghapus kemiskinan dan kesulitan ekonomi.

9. Menghapus Kesusahan pada Hari Kiamat

Membaca Surat Al-Baqarah akan membawa keberkahan dan kebaikan di dunia dan juga akan memudahkan seseorang pada hari kiamat nanti.

Sumber: https://tirto.id/keutamaan-membaca-surat-al-baqarah-dan-waktu-terbaik-mengamalkannya

Hukum Pinjol (Pinjaman Online) dalam Islam

pinjol

Berkembangnya teknologi tentu memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk kemudahan dalam meminjam uang. Hanya dengan bermodalkan foto dan KTP, banyak orang yang terjerat dalam fenomena pinjaman online (pinjol).

Pinjol dianggap sebagai pilihan yang efektif bagi mereka yang membutuhkan uang tanpa harus bertemu secara langsung untuk melakukan transaksi utang-piutang. Akan tetapi, kenyataannya praktik ini menimbulkan banyak masalah bagi masyarakat, mulai dari adanya ancaman fisik bagi peminjam yang tidak bisa membayar hutang, ancaman penyebaran data peminjam dan lain sebagainya.

Artikel ini akan membahas lebih mendalam bagaimana hukum pinjam-meminjam secara online (pinjol) dalam pandangan Islam. Simak artikelnya hingga selesai!

Hukum Pinjam-Meminjam dalam Islam

Dalam Islam, pada dasarnya hukum pinjam-meminjam merupakan bentuk tolong-menolong terhadap sesama manusia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan merupakan sebuah kebaikan.

Baca Juga:

Pedoman Adab Bersosial Media dalam Islam

مَنْ نَفَّسَ عَنْ أَخِيهِ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ 

Artinya: “Barangsiapa melapangkan satu macam kesempitan dari aneka macam kesempitan yang dialami saudaranya, Allah akan melapangkan kesempitan penolong itu dari kesempitan-kesempitan hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi (aib) orang Muslim, Allah akan menutupi aibnya baik di dunia maupun di akhirat. Barangsiapa memudahkan urusan orang yang sedang kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia maupun di akhirat. Allah selalu dalam pertolongan seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya,” (Sunan at-Tirmidzi: 2869).

Dikutip dari buku Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik yang ditulis oleh Muhammad Syafi’i Antonio, mengenai pinjam-meminjam dalam Islam terhadap dua poin utama, yaitu:

  • Pertama, pinjaman merupakan salah satu metode hubungan finansial dalam Islam. Akan tetapi, masih banyak metode yang diajarkan oleh syariah selain pinjaman, seperti jual beli, bagi hasil, sewa, dan sebagainya.
  • Kedua, dalam Islam, pinjam-meminjam adalah akad sosial, bukan akad komersial. Artinya, apabila seseorang meminjam sesuatu, dia tidak boleh disyaratkan untuk memberikan tambahan atas pokok pinjamannya.

Hal tersebut didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa setiap pinjaman yang menghasilkan keuntungan adalah riba, sedangkan para ulama sepakat bahwa riba itu haram.

Hukum Pinjol (Pinjaman Online) Berdasarkan Fatwa MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah mengeluarkan fatwa yang menyatakan pinjaman online tidaklah sesuai dengan syariat Islam yang ada. Ijtima Ulama mengemukakan dan menetapkan aktivitas dalam pinjol adalah haram karena terdapat unsur riba, ancaman fisik dan ancaman membuka rahasia atau aib seseorang kepada rekan-rekan yang berutang.

Baca Juga:

Apa itu Riba?

Akan tetapi, tidak semua bentuk pinjaman secara online itu haram. Dilansir dari laman MUI, Ustaz Hidayatullah menjelaskan utang atau pinjaman diperbolehkan asal memenuhi syarat tidak ada ziyadah (tambahan). 

Maka dikenal istilah qardh (utang piutang) yang termasuk akad tabarru’ (tolong menolong).

Sementara itu, melansir NU Online, hukum pinjaman online untuk kategori Pay Later yang populer sekarang ini adalah diperbolehkan.

Hal tersebut dikarenakan dalam pinjaman Pay Later, tidak ada riba yang terjadi atas besaran uang yang dipinjam sebab peminjam harus memakai aplikasi dan biaya tambahan dari piutang tersebut masuk dalam bagian dari akad ijarah (sewa jasa aplikasi).

Penjelasan tersebut merujuk pada qiyas berikut ini:

  ولو أقرضه تسعين دينارا بمائة عددا والوزن واحد وكانت لا تنفق في مكان إلا بالوزن جاز وإن كانت تنفق برؤوسها فلا وذلك زيادة لأن التسعين من المائة تقوم مقام التسعين التي أقرضه إياها ويستفضل عشرة  

Artinya, “Seseorang memberi hutang orang lain sebesar 90 dinar, namun dihitung 100, karena (harus melalui jasa) timbangan yang satu, sementara tidak ada jalan lain melainkan harus lewat penimbangan itu, maka hukum utangan (terima 90 dihitung 100) itu adalah boleh. Adapun bila 100 itu hanya sekedar digenapkan pada pokok utang (tanpa perantara jasa timbangan) maka tidak boleh sebab hal itu termasuk tambahan (yang haram). Karena bagaimanapun juga, nilai 90 ke 100 adalah menempati maqam 90, sementara 10 lainnya adalah tambahan yang dipinta.”

Sumber:

CNBC Indonesia. (2023). Begini Hukum Pinjol dalam Islam. Diakses pada 21 September 2023

Riba: Pengertian dan Dampaknya di Dunia-Akhirat, Begini Pengalaman Ketua Komunitas Riba

Pengertian & Dampaknya Riba

Sahabat Muslim, istilah riba sudah tak asing lagi dengan kita, namun, cukup banyak juga yang masih tidak risau, kalau aktivitas berhubungan dengan riba. 

Apa penyebabnya? Masih banyak yang belum mengetahui bagaimana konsep riba di dunia sampai dengan akhirat nanti.  

Baca juga: https://arahmuslim.id/5-janji-allah-yang-tertuang-dalam-al-quran/ 

Riba sendiri identik dengan adanya bunga, tapi pada kenyataannya, ada berbagai pendapat tentang riba dikemukakan oleh para ulama. Keberagaman ini lah yang membuat banyak orang merasa bingung. Daripada menunggu waktu lama, yuk simak pengertian riba serta dampaknya di dunia-akhirat. 

Pengertian Riba

Secara bahasa, riba berarti tambahan. Sedangkan, secara istilah, riba itu tambahan pada harta yang disyaratkan dalam transaksi dari dua pelaku akad pada saat penukaran harta. Jadi, ada sifat penambahan harta di dalamnya. Praktik riba ini sudah ada sejak lama, dimulai dari zaman Yahudi sampai masa jahiliyah sebelum Islam datang. 

Dampak dari Riba di Dunia & Akhirat

Menjadi Cerminan Akhlak Buruk

Cerminan akhlak buruk riba, bisa dibentuk dari adanya sifat kikir, dengki, menyembah harta, dan sifat-sifat hina lainnya. Naudzubillahimindzalik… 

Hukuman Miskin di Dunia

“Siapapun yang memperbanyak hartanya dengan cara riba, maka akhir urusannya menjadi miskin. “ (HR. Ibnu Majah). Dari hadits tersebut, Allah SWT. akan menghilangkan keseluruhan harta dari tangan pemiliknya untuk mendapatkan keberkahan. 

Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan

Menurut salah satu dosen fakultas kedokteran di Mesir, Dr. Abdul Aziz Ismail, riba dapat berdampak dalam bentuk sakit jantung, stroke, hingga tekanan darah tinggi. Hal ini dikarenakan pada saat kondisi ekonomi memburuk, sehingga membebani pelaku riba. 

YaAllah, baru tiga dampak disebutkan saja sudah serem ya ngebayanginnya.. Maraknya riba saat ini seimbang dengan munculnya Komunitas Tanpa Riba, yang diketuai oleh Bang Moe. Pengalaman hidupnya yang dibersamai oleh riba, menjadi bagian dari proses hijrahnya. Saat hijrah, Bang Moe cukup mendapatkan banyak ujian, mulai dari kehilangan pekerjaan hingga beberapa harta kekayaan, ungkapnya pada kanal Youtube ArahMuslim INI BAHAYA RIBA-NGERI BANGET, KISAH BANG MOE- FOUNDER KOMUNITAS TANPA RIBA | SPIRITUAL JOURNEY 02 

Sumber: https://www.instagram.com/moe.paker/

Seperti hijrah pada umumnya, Bang Moe kembali belajar untuk memperdalam agama, dan mencari tahu banyak tentang riba. Sampai tiba – tiba, ada beberapa temannya yang mengajak untuk pergi Umrah, MasyaAllah! Allah memang maha baik ya.. 

Sumber: https://www.instagram.com/moe.paker/

Ketika ada kesulitan, tentu ada kemudahan dibaliknya.. Itu tadi cerita singkat dari Bang Moe, Founder Komunitas Tanpa Riba yang tadinya bergulit dengan riba, kemudian berhijrah, sampai akhirnya mendirikan Komunitas Tanpa Riba.  Cerita selengkapnya Bang Moe dalam proses hijrah tanpa riba dapat disaksikan melalui Youtube ArahMuslim.

Semoga dapat menginspirasi Sahabat Muslim untuk terus istiqamah dalam kebaikan ya! 🙂

Hijrahnya Sang Idol – Intip Cerita Perjalanan Hijrah Yoda Idol

Masih ingat dengan Yoda, salah satu finalis Indonesian Idol tahun 2012? Salah satu penyanyi dengan gaya nyentrik & suara rock ini sempat viral saat menyanyikan lagu ‘When I See You Smile’ milik band Bad English. Tak banyak yang tahu, Yoda masuk 3 besar Indonesian Idol pada waktu itu loh. 

Pemilik nama asli Prattyoda Bhayangkara Bhirawida ini merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Tahun 2017, Yoda menikah dengan Nastasya Soraya, dan dikaruniai dua orang anak, yakni Merona Sang Prattyoda & Maharaja Istvan Bhayangkara. Pada tahun 2018, pria kelahiran Kebumen ini digaet menjadi Vokalis Stinky, band yang cukup populer pada tahun 1990-an. Yoda mengaku telah mengidolakan Stinky sejak kecil & ingin meneruskan semangat band tersebut. 

Sumber: https://www.instagram.com/nastasya.soraya

Seiring berjalannya waktu, dan bisa berdiri seperti hari ini, Yoda mulai mempelajari agama atau berhijrah, dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW. sebagai teladan & inspirasi dalam menjalani kehidupannya. Yoda menyadari ada sifat – sifatnya yang kurang bagus dalam menjalani kehidupan, ungkapnya dalam Youtube Simak Kisah Musisi, Yoda Idol dalam Berhijrah | Spiritual Journey #1

Baca juga: https://arahmuslim.id/jenis-zakat-yang-wajib-dibayarkan/

Dalam proses hijrahnya, Yoda banyak merubah perilakunya, seperti mengurangi amarah, serta memperbaiki seluruh ibadah yang sebelumnya ditinggalkan. Baginya, saat ini Ibadah merupakan kebutuhan, bukan lagi kewajiban. Belum lagi berbagi dengan sesama manusia, Yoda lebih mempelajari banyak hal dari proses hijrahnya. Menurut Yoda, berbagi dalam keadaan tidak lapang (sulit), itu lebih baik. 

Meskipun jarang tampil di layar tv sebagai penyanyi/musisi, disisi lain Yoda tetap memikirkan ibadahnya & memperbaiki diri dengan berhijrah, masyaAllah. 

Cerita Yoda Idol selengkapnya hanya di Simak Kisah Musisi, Yoda Idol dalam Berhijrah | Spiritual Journey #1

Sumber: 

Masih Ingat Yoda Idol?

https://www.brilio.net/selebritis/masih-ingat-yoda-idol-ini-5-momen-dirinya-mengasuh-anak-pertama-180413a.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Prattyoda_Bhayangkara#:~:text=Prattyoda%20Bhayangkara%20Bhirawida%20(lahir%209,Vokalis%20Baru%20Grup%20musik%20Stinky.

Profil, Bio, dan Data Pribadi Yoda Bhayangkara

https://www.wowkeren.com/seleb/yoda_bhayangkara/profil.html

Profil Inara Rusli, yang Anggap Sholat sebagai Me Time

profil inara rusli

Sahabat Muslim pasti sudah nggak asing lagi ya sama Artis cantik Inara Rusli, yang beberapa waktu ke belakang diterpa isu tak sedap. Istri penyanyi Virgoun ini pernah bergabung menjadi salah satu anggota grup vokal bernama Bexxa. Di beberapa waktu, girl band tersebut sempat redup, hingga akhirnya Inara mencoba peruntungannya dengan bermain sinetron. 

Sumber: https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2023/06/07/inara-rusli_43.jpeg?w=1200

Salah satu sinetron yang cukup populer ia bintangi adalah Emak Ijah Pengen ke Mekah, dimana dia berperan sebagai Indah, istri Bang Ocid (Ucup Nirin). Kemudian, di tahun 2014, Inara menikah dengan penyanyi Virgoun. Setelah memiliki anak, Inara memutuskan berhenti dari dunia hiburan pada tahun 2016. 

Sumber: https://www.instagram.com/mommy_starla

Tak sampai disitu, berikut profil & informasi seputar Inara Rusli. 

Profil Inara Rusli

Memiliki nama lengkap Ina Idola Rusli, lahir di Jakarta, 19 Februari 1993. Inara saat ini berprofesi sebagai pengusaha. Perlu diketahui, bahwa Inara Rusli bukanlah seorang mualaf, beliau memang terlahir dari keluarga muslim. 

Dari pernikahannya bersama Virgoun, Inara dikarunai tiga orang anak, yang bernama Starla Rhea Idola Virgoun, Fathlee As Syair Virgoun, Terang Sharique Virgoun. 

Baca juga: https://arahmuslim.id/tanggung-jawab-ayah-tiri/

Selain profil singkat, kamu bisa tahu juga nih lebih dalam tentang Inara melalui fakta – fakta berikut. 

Memiliki Tiga Orang Kakak 

Sumber: https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/01/2023/06/10/Inara-5-2942203133.png

Perempuan kelahiran Jakarta ini, memiliki tiga orang kakak laki – laki di dalam keluarganya. Hal ini pernah diungkapkan Virgoun kepada Onadio Leonardo di kanal Youtube. 

Baca juga: https://arahmuslim.id/sifat-nabi-muhammad-diajarkan-pada-anak/

Cerita Tergabung di Girl Band Bexxa 

Sumber: https://www.instagram.com/mommy_starla/

Tahun 2013, Inara bergabung menjadi anggota girlband Bexxa. Di tahun – tahun tersebut, rasanya trend boyband & girlband K-Pop sedang gencar di Indonesia, jadi banyak bermunculan boyband & girlband lokal. Dari situ, Inara langsung memiliki banyak penggemar, namun sayangnya, grup ini bubar hanya dua tahun setelah debut. 

Mengawali Karir Sejak Usia 10 Tahun

Sumber: https://akcdn.detik.net.id/visual/2023/06/15/inara-rusli_43.jpeg?w=650&q=90

Sebelum terkenal seperti sekarang, Inara telah berkarir sejak usia 10 tahun, dengan menjadi bintang iklan pada tahun 2003. Kemudian, karirnya berlanjut sebagai model sejak remaja. Bahkan Inara pernah terpilih menjadi salah satu dari tiga besar di ajang Cewek HAI 2009. MasyaAllah ya! 

Salat Malam Dijadikan Me Time Bagi Dirinya

Sumber: https://www.instagram.com/mommy_starla/

Belum banyak yang tahu, kalau me-time versi Inara Rusli berbeda dari yang lain! Bagaimana tidak? Yang biasanya me-time itu ke salon, perawatan diri, staycation, tapi kalau Inara? Ia menjadikan salat sebagai me-timenya seperti yang diungkapkan pada kanal Youtube ArahMuslim ME TIME VERSI INARA RUSLI, BIKIN TERHARU | SPIRITUAL JOURNEY 03, khususnya salat malam, masyaAllah. Semoga menjadi motivasi kita juga ya, Sahabat Muslim.

Itulah tadi profil singkat & fakta – fakta seputar Inara Rusli. Dari awal memutuskan berhenti dunia hiburan sampai saat ini, Inara semakin memperdalam ibadah agamanya. Bahkan Inara menjadikan salat sebagai me-timenya, masyaAllah! Ada banyak hal & inspirasi yang bisa kita ambil dari Inara Rusli. 

Cerita Inara Rusli lainnya dapat Sahabat Muslim saksikan di kanal Youtube ArahMuslim. 

Jangan lupa untuk Subscribe ya Sahabat Muslim! 🙂 

Sumber: 

Biodata dan Agama Inara Rusli, Mantan Personel Girlband 

https://celebrity.okezone.com/read/2023/05/03/33/2807838/biodata-dan-agama-inara-rusli-mantan-personel-girlband-yang-diselingkuhi-virgoun

Profil dan Biodata Inara Rusli, Lengkap Agama, Instagram, Perjalanan Karir, dan Kisah Pilu

https://parboaboa.com/inara-rusli

Catat! 10 Perlengkapan Umrah yang Wajib Dibawa Jamaah

perlengkapan-umrah-wajib

Umrah adalah salah satu ibadah umat muslim, di mana mereka melakukan suatu kunjungan ke kota suci Mekah, Arab Saudi. Umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun berbeda dengan Ibadah Haji yang memiliki tanggal dan bulan-bulan tertentu dalam tahun Islam.

Umrah adalah salah satu cara bagi umat Islam untuk mengambil waktu dari rutinitas sehari-hari mereka untuk fokus pada ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam melaksanakan ibadah umrah, terdapat beberapa perlengkapan yang perlu dibawa agar ibadah umrah nantinya terlaksana dengan optimal.

Berbagai Perlengkapan Umrah yang Wajib Dibawa

Saat melakukan Umrah, penting untuk mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan agar perjalanan berjalan lancar dan Anda dapat menjalankan ibadah dengan baik. Berikut adalah daftar perlengkapan umrah yang umumnya diperlukan:

1. Ihram

Ihram adalah pakaian khusus yang dikenakan oleh laki-laki saat memulai umrah. Ihram terdiri dari dua potong kain putih tanpa jahitan. Sementara, untuk wanita memiliki aturan berpakaian yang berbeda dengan laki-laki selama umrah.

Baca Juga:

3 Doa Mustajab saat Dihadapi Masalah

2. Baju Ganti

Selain Ihram, bawalah baju ganti yang sesuai dengan iklim dan cuaca di Arab Saudi selama periode melakukan Umrah. Pastikan baju-baju tersebut juga sesuai dengan aturan berpakaian Islam.

3. Sarung Tangan

Sarung tangan dapat berguna untuk melindungi tangan saat melakukan thawaf (mengelilingi Ka’bah).

4. Topi atau Sorban

Beberapa orang memilih untuk memakai topi atau sorban selama Umrah untuk melindungi kepala mereka dari sinar matahari.

5. Peralatan Salat

Bawalah sajadah (sejadah) kecil, mukena (bagi wanita), dan perlengkapan shalat lainnya.

6. Sandal

Bawalah sandal yang nyaman dan mudah dipakai agar tidak merepotkan saat melakukan rangkaian ibadah yang mengharuskan untuk melepas alas kaki, seperti saat melakukan thawaf.

7. Tas Kecil

Sebuah tas kecil yang dapat digunakan untuk membawa barang-barang pribadi seperti uang, paspor, kartu identitas, dan lainnya.

8. Botol Minum

Selalu bawa botol minum (tumbler) yang dapat diisi ulang untuk menjaga diri terhidrasi, terutama karena cuaca di Makkah bisa sangat panas.

9. Obat-obatan Pribadi 

Bawa obat-obatan pribadi yang mungkin diperlukan selama perjalanan dan pastikan telah memenuhi resep atau informasi medis yang diperlukan.

10. Power Bank

Bawa power bank untuk mengisi daya ponsel karena kemungkinan jamaah akan menggunakan ponsel untuk navigasi atau komunikasi selama perjalanan.

Baca Juga:

7 Tempat Bersejarah di Madinah

Sumber: ventour. (2022). Perlengkapan yang wajib dibawa saat umroh. Ventour.co.id Diakses pada 14 September 2023

Wajib Tahu! Hukum dan Etika Perceraian dalam Islam

etika-perceraian-dalam-islam

Dalam Islam, perceraian dipandang sebagai salah satu solusi yang bisa ditempuh oleh pasangan suami-istri yang merasa pernikahan mereka tidak lagi memberikan kemaslahatan. Akan tetapi, keputusan ini tidak disukai Allah SWT karena Ia menghendaki keluarga sebagai suatu institusi yang kokoh dan stabil, serta didasarkan pada cinta, kasih sayang, saling pengertian, dan kerja sama antara suami dan istri.

Sebelum membahas tentang hukum dan etika perceraian dalam Islam, mari membahas lebih dalam alasan Allah SWT tidak menyukai perceraian. Yuk, simak!

Mengapa Allah SWT Tidak Menyukai Perceraian

Allah SWT tidak menyukai perceraian karena perceraian dapat membawa dampak negatif pada keluarga, anak-anak, dan masyarakat secara keseluruhan. Beberapa alasan mengapa Allah tidak menyukai perceraian antara lain:

1. Mengganggu Keutuhan Keluarga

Perceraian dapat mengganggu keutuhan keluarga yang dianggap penting dalam Islam. Keluarga adalah dasar masyarakat dan fondasi bagi pembentukan generasi yang kuat dan bertanggung jawab.

2. Dampak Terhadap Anak-Anak

Perceraian dapat memberikan dampak psikologis yang negatif pada anak-anak, seperti perasaan tidak aman, bingung, atau tidak stabil emosional. Islam mengutamakan perlindungan dan perhatian terhadap anak-anak.

3. Rusaknya Hubungan Sosial 

Perceraian juga dapat berdampak pada hubungan sosial antara keluarga yang terlibat dan masyarakat di sekitarnya. Kehidupan sosial dan ekonomi keluarga dapat terpengaruh.

4. Pentingnya Keberlanjutan Pernikahan

Islam mendorong keberlanjutan pernikahan dan menjaga ikatan suami-istri. Allah mengatakan dalam Al-Quran bahwa pernikahan adalah ikatan yang kuat dan di dalamnya terdapat kasih sayang dan rahmat (Q.S. Ar-Rum : 21).

5. Peran Suami dan Istri

Suami dan istri memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam pernikahan. Allah menyebutnya dalam Al-Quran bahwa suami-istri bagaikan “pakaian” bagi masing-masing (Q.S. Al-Baqarah [2]: 187), artinya mereka saling melindungi dan menyembunyikan kelemahan satu sama lain.

Meskipun Allah tidak menyukai perceraian, Islam juga mengakui bahwa dalam beberapa situasi tertentu, perceraian bisa menjadi pilihan terbaik untuk menghindari lebih banyak kerusakan atau ketidakbahagiaan. Namun, pernikahan tetap diutamakan dan langkah-langkah untuk rekonsiliasi sebisa mungkin harus diambil sebelum memutuskan untuk bercerai.

Hukum Perceraian dalam Islam

Hukum perceraian dalam Islam bisa berbeda-beda tergantung dengan kondisi dari pasangan suami-istri yang sedang bermasalah.

Baca Juga:

Iman Turun? Saatnya Baca Doa ini!

Makruh

Apabila seorang suami menceraikan istrinya dengan tidak adanya alasan dan sebab yang jelas. Jika perceraian yang dilakukan sampai membuat rugi salah satu pihak, maka hal tersebut sangatlah dilarang oleh Allah SWT.

Wajib

Apabila pasangan suami-istri diketahui telah melakukan perbuatan yang keji. Lalu kesalahan tersebut tidak diakui dan tidak ingin bertobat. Jika tidak bercerai atau tetap melanjutkan pernikahan, maka hal ini dikhawatirkan akan semakin memperbanyak dosa.

Haram

Apabila seorang suami menceraikan istrinya saat kondisinya sedang haid atau nifas. Selain itu, suami juga dilarang untuk menjatuhkan talak saat melakukan hubungan suami-istri.

Mubah

Apabila rumah tangga yang dibangun justru memunculkan mudharat untuk pasangan suami-istri dan juga orang lain.

Etika Perceraian dalam Islam

Berikut adalah beberapa etika yang perlu diperhatikan dalam konteks perceraian dalam Islam:

Mediasi dan Rekonsiliasi

Sebelum memutuskan untuk bercerai, suami-istri diharapkan untuk melakukan mediasi dan upaya rekonsiliasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berkonsultasi bersama anggota keluarga, pemimpin komunitas, atau bahkan konselor pernikahan. Tujuannya untuk memahami masalah-masalah yang mendasari perpecahan dan mencari solusi.

Pertimbangan Serius

Keputusan untuk bercerai harus dibuat dengan pertimbangan serius dan matang. Pasangan yang ingin bercerai harus merenungkan dampaknya pada diri mereka sendiri, anak-anak, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Baca Juga:

Selingkuh dan Dosa-dosanya

Hormati Hak-Hak

Saat memutuskan untuk bercerai, seluruh hak baik suami dan istri harus dihormati. Hal ini termasuk memberikan nafkah selama iddah (periode tunggu setelah perceraian), menjaga hak asuh anak, dan membagi harta dengan adil sesuai dengan hukum Islam.

Perlindungan Anak-Anak

Kesejahteraan dan perlindungan anak-anak harus menjadi prioritas utama, mulai dari keputusan mengenai hak asuh, nafkah, dan pendidikan anak-anak harus diambil dengan hati-hati dan dengan pertimbangan terbaik untuk mereka.

Iddah

Istri harus menjalani masa iddah (periode tunggu setelah perceraian) sebelum dapat menikah lagi. Tujuannya untuk mengklarifikasi apakah ada kehamilan, memberikan waktu bagi refleksi, dan menghindari kesalahan identitas ketika ada kehamilan.

Hormat pada Nilai Agama

Selama proses perceraian, semua pihak yang terlibat diharapkan untuk tetap menjaga akhlak dan nilai-nilai agama. Tidak ada tempat untuk saling mencaci atau merendahkan pihak lain.

Sumber:

Oktaviana, Widya. (2021). Hukum Perceraian dalam Islam dan Etika Bercerai Menurut Pandangan Islam. Dream.co.id Diakses pada 29 Agustus 2023

7 Pedoman Adab Bersosial Media dalam Islam

adab-bersosial-media-dalam-islam

Sosial media merupakan sarana yang digunakan oleh semua orang untuk berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan cara menciptakan, berbagai, bertukar, melalui jaringan dan komunikasi virtual. Dala Islam, media sosial dianggap untuk syiar amar ma’ruf nahi munkar yang menjamin dan mengatur kebebasan berekspresi untuk mengemukakan pendapat.

Meskipun begitu, selalu ada adab yang harus diterapkan sebagai umat muslim dalam segala kondisi dan situasi, termasuk bersosial media. Di bawah ini merupakan penjelasan tentang pedoman yang bisa Anda terapkan sebagai muslim dalam memanfaatkan sosial media. Simak hingga selesai, ya!

Pedoman Adab Bersosial Media

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait pedoman bermuamalah (hal-hal yang termasuk urusan kemasyarakatan, seperti pergaulan, perdata dan sebagainya) di sosial media berdasarkan tuntunan agama agar segala yang dilakukan dalam dunia virtual tersebut berjalan kondusif dan terhindar dari hal-hal yang menjurus pada perbuatan negatif.

1. Dilandasi dengan Iman dan Takwa

Dalam bermuamalah dengan sesama, baik dalam kehidupan nyata maupun sosial media, setiap muslim wajib mendasarkan seluruh perilakunya pada keimanan dan ketakwaan, kebajikan (mu‟asyarah bil ma‟ruf), persaudaraan (ukhuwwah), saling wasiat akan kebenaran (al-haqq), serta mengajak pada kebaikan (al-amr bi al-ma‟ruf) dan mencegah kemungkaran (al-nahyu an al-munkar).

Baca Juga:

10 Adab ketika Berada di Masjid

2. Perhatikan Etika atau Adab

Setiap umat muslim yang bermuamalah melalui sosial media, wajib memperhatikan etika atau adabnya, baik pada sesama umat muslim maupun yang bukan. Konsep bermuamalah yang baik adalah senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tidak mendorong kekufuran serta kemaksiatan. 

Selain itu, muamalah juga dapat dijadikan ajang untuk mempererat persaudaraan (ukhuwwah), baik persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) atau  persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah).

3. Tidak Menghasut dan Memfitnah

Setiap Muslim yang bermuamalah melalui sosial media diharamkan untuk melakukan ghibah, fitnah, berprasangka buruk, namimah (adu domba), melakukan bullying, ujaran kebencian, dan ajakan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antargolongan. Persoalan-persoalan ini secara tegas dibahas dan dilarang berdasarkan dalil berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang. (QS Al Hujurat: 12)

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, yang suka mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah” (QS Al Qalam 10 – 11)

عَنْ حُذَيْفَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ (رواه البخاري و مسلم )

“Tidak akan masuk surga, ahli namimah (adu domba).” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:

Manfaat Membaca Al-Waqiah

4. Tidak Melanggar Ketentuan Agama dan Hukum yang Berlaku

Bermuamalah melalui sosial media harus dilakukan tanpa melanggar ketentuan agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Maksudnya, selain menjaga dari sisi agama, hendaknya juga umat muslim memperhatikan hukum bermuamalah melalui media sosial yang diatur negara.

Dalam hukum negara di Indonesia, hal ini diatur dalam UU No. 19 Tahun 2016 sebagai perubahan atas UU N0. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terdapat lima pasal yang mengatur etika bermedia sosial, mulai dari pasal 27-30 yang mengatur tentang konten yang tidak selayaknya diunggah, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, termasuk juga mencuri data tanpa izin.

5. Verifikasi Kebenaran Informasi yang Diterima

Setiap umat muslim yang menerima konten/informasi melalui sosial media, baik yang positif maupun negatif, tidak boleh langsung disebarkan kembali sebelum melakukan verifikasi dan proses tabayun agar dapat dipastikan kemanfaatannya.

Upaya melakukan tabayun juga lebih baik dilakukan secara tertutup kepada pihak yang terkait, tidak dilakukan secara terbuka di ranah publik, seperti melalui grup sosial media yang bisa menimbulkan fitnah. Dalil anjuran tabayun adalah sebagai berikut:


يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡنَ


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS Al Hujurat: 6)

Baca Juga:

Ilmuwan Muslim Berpengaruh di Dunia

6. Perhatikan Isi Konten sebelum Disebarluaskan

Pembuatan konten/informasi yang akan disampaikan ke ranah publik harus berdampak baik bagi penerima dalam mewujudkan kemaslahatan (mendatangkan kebaikan), serta menghindarkan diri dari kemafsadahan (kerusakan, kebinasaan atau akibat buruk yang menimpa seseorang atau kelompok tertentu).

Konten yang dibuat tidak menyebabkan dorongan untuk berbuat hal-hal yang terlarang secara syar’i, seperti pornografi, visualisasi kekerasan yang terlarang, umpatan, dan provokasi. Jangan sampai kita sebagai umat muslim tergesa-gesa untuk menyampaikan informasi yang belum teruji validitasnya. Hal ini disampaikan dalam sebuah hadis yang berbunyi:


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “التَّأَنِّي مِنَ اللَّهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ ” (أخرجه البيهقي(


Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketenangan itu datang dari Allah SWT dan ketergesaan itu dari setan.” (HR Al Baihaqi)

7. Penyebaran Dilakukan setelah Teruji Kebenarannya

Konten atau informasi yang akan disebarkan kepada khalayak umum harus memenuhi kriteria baik dari sisi isi, sumber, waktu dan tempat, latar belakang serta konteks informasi disampaikan.

Selain itu, perlu diperhatikan juga informasi tersebut cocok dan layak atau tidak untuk diketahui oleh masyarakat dari seluruh lapisan sesuai dengan keragaman orang/khalayak yang akan menjadi target sebaran informasi. Tidak disarankan untuk menyebarkannya apabila informasi tersebut tidak cocok atau sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu.

Sumber:

Mui.or.id. (2021). Pedoman Islami dalam Bermedia Sosial. Diakses pada 24 Agustus 2023