Ka’bah, bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia, memiliki makna yang sangat mendalam dalam agama Islam. Selain sebagai pusat ibadah, Ka’bah juga dijaga kebersihannya melalui proses pencucian yang dilakukan secara rutin.
Proses pencucian ini bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga simbolik yang mencerminkan kesucian dan penghormatan terhadap rumah Allah. Berikut adalah langkah-langkah dalam proses pencucian Ka’bah dan makna di baliknya.
1. Persiapan Sebelum Pencucian
a. Penutupan Ka’bah
Sebelum pencucian dimulai, area di sekitar Ka’bah biasanya ditutup untuk umum. Hanya orang-orang tertentu yang diizinkan untuk ikut serta dalam proses ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga kekhusyukan dan kesakralan proses pencucian.
b. Pengumpulan Perlengkapan
Perlengkapan yang diperlukan untuk mencuci Ka’bah seperti air zamzam, air mawar, kain putih bersih, dan bahan pembersih lainnya dikumpulkan dan disiapkan.
Proses pencucian dimulai dengan membuka pintu Ka’bah. Pintu ini terletak beberapa meter di atas tanah dan hanya dapat dibuka dengan menggunakan tangga khusus. Pembukaan pintu dilakukan oleh petugas yang memiliki tugas khusus untuk itu.
b. Pembersihan Bagian Dalam
Setelah pintu Ka’bah dibuka, bagian dalamnya dibersihkan terlebih dahulu. Lantai, dinding, dan area dalam Ka’bah disapu dan dilap dengan kain bersih yang telah dibasahi air zamzam dan air mawar. Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa hormat.
c. Pembersihan Bagian Luar
Bagian luar Ka’bah juga dibersihkan dengan cara yang serupa. Kain putih bersih digunakan untuk mengelap dinding luar Ka’bah. Air zamzam dan air mawar juga digunakan untuk membersihkan bagian luar ini.
3. Penutupan Proses Pencucian
a. Penggantian Kiswah
Setelah pencucian selesai, Kiswa (kain penutup Ka’bah) yang baru dipasang. Kiswa ini diganti setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu saat umat Muslim melaksanakan ibadah haji. Penggantian Kiswa merupakan bagian penting dari proses pemeliharaan Ka’bah.
b. Doa dan Dzikir
Proses pencucian biasanya diakhiri dengan doa dan dzikir yang dipanjatkan oleh mereka yang terlibat dalam proses ini. Doa ini bertujuan untuk memohon berkah dan perlindungan dari Allah SWT.
Sahabat Muslim, pernahkah kamu terpikirkan tentang amalan yang pahalanya terus mengalir meski kita sudah tiada? Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah sedekah. Namun, tahukah bahwa ada jenis sedekah yang sangat istimewa dan pahalanya begitu besar?
Sedekah Al-Qur’an adalah tindakan mulia dengan menyumbangkan mushaf Al-Qur’an kepada mereka yang membutuhkan atau juga menyumbangkan dalam bentuk uang, yang nantinya akan dibelikan Al-Qur’an. Amalan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mengalirkan pahala yang berlimpah bagi pemberi.
Sahabat Muslim dapat simak artikel di bawah ini untuk mengetahui keutamaan dan manfaat sedekah Al-Qur’an selengkapnya.
Apa Saja Keutamaan Sedekah Al-Qur’an?
Pahala yang Terus Mengalir: Setiap kali Al-Qur’an atau uang yang kita sisihkan, dibaca, dipelajari, atau diamalkan, kita akan mendapatkan pahala yang terus mengalir.
Meningkatkan Keimanan: Dengan bersedekah Al-Qur’an, kita turut serta dalam menyebarkan Kalamullah dan meningkatkan keimanan umat.
Menjadi Bagian dari Dakwah: Sedekah Al-Qur’an adalah bentuk dakwah yang sangat efektif. Kita ikut berperan dalam mengajak orang lain untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Amalan Jariyah: Sedekah Al-Qur’an termasuk dalam kategori amalan jariyah, yaitu amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir meskipun pelakunya sudah meninggal dunia.
Mendapatkan Ilmu Agama: Penerima sedekah Al-Qur’an akan memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
Meningkatkan Kualitas Hidup: Dengan mempelajari Al-Qur’an, seseorang akan mendapatkan petunjuk hidup yang baik dan berkualitas.
Menjadi Generasi Qur’ani: Sedekah Al-Qur’an turut serta dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Dengan bersedekah Al-Qur’an, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. ArahMuslim menghadirkan Program Sedekah Al-Qur’an yang bekerja sama dengan lembaga terpercaya & insyaAllah amanah, yakni Asar Humanity.
ArahMuslim hadir sebagai jembatan kebaikan bagi Sahabat Muslim yang ingin bersedekah Al-Qur’an dengan mudah dan terpercaya. Melalui program ini, kamu dapat berbagi mushaf kepada santri, masjid, atau komunitas yang membutuhkan, serta turut berkontribusi dalam menyebarkan ilmu agama.
Jadikan sedekah Al-Qur’an sebagai bekal amal jariyah Anda dengan download aplikasi ArahMuslim sekarang!
Islam sangat menekankan pentingnya hubungan yang harmonis dalam keluarga, khususnya antara suami dan istri. Perlakuan yang baik terhadap istri merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berikut adalah beberapa cara memperlakukan istri sesuai ajaran Islam.
Panduan dari Al-Qur’an
Al-Qur’an memberikan panduan yang sangat jelas mengenai cara memperlakukan istri dengan baik. Beberapa ayat yang relevan antara lain:
QS. an-Nisa’ ayat 19: “Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” Ayat ini menginstruksikan suami untuk bergaul dengan istri dengan cara yang baik, penuh kasih sayang, dan hormat.
QS. ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” Ayat ini menjelaskan bahwa pernikahan adalah rahmat dari Allah dan suami istri seharusnya saling mencintai dan menyayangi.
QS. an-Nisa’ ayat 34: “Laki-laki itu adalah pemimpin perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu perempuan yang saleh ialah yang patuh (kepada suaminya) dan memelihara apa yang Allah perintahkan kepadanya untuk memeliharanya, perempuan yang jika suaminya tidak ada, dia menjaga dirinya dan harta suaminya dengan cara yang Allah telah perintahkan.” Ayat ini menjelaskan kepemimpinan suami dalam rumah tangga, namun kepemimpinan ini harus dijalankan dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab.
Panduan dari Sunnah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memberikan contoh yang sangat baik tentang bagaimana seorang suami harus memperlakukan istrinya. Beberapa hadis yang relevan antara lain:
Hadis tentang menjaga lisan: Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” (HR. at-Tirmidzi)
Rasulullah SAW menganjurkan suami untuk memberikan hadiah kepada istrinya, meskipun hanya berupa ranting pohon kurma.
Rasulullah SAW menganjurkan suami untuk meminta izin kepada istrinya sebelum bepergian atau membawa tamu ke rumah.
Contoh Perilaku Suami yang Baik
Menghormati: Suami yang baik selalu menghormati pendapat dan perasaan istrinya.
Menyayangi: Suami yang baik selalu menyayangi istrinya dan memberikan perhatian yang cukup.
Sabar: Suami yang baik selalu sabar menghadapi kekurangan istrinya.
Membantu pekerjaan rumah tangga: Suami yang baik tidak ragu untuk membantu pekerjaan rumah tangga.
Berkomunikasi dengan baik: Suami yang baik selalu berkomunikasi dengan baik dengan istrinya.
Ayah memiliki peran yang sangat istimewa dalam Islam. Sebagai pemimpin keluarga, ayah bertanggung jawab untuk membimbing, melindungi, dan memenuhi kebutuhan anak serta istrinya.
Islam mengajarkan bahwa ayah bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga membentuk karakter anak-anaknya. Peran ayah dalam mendidik anak dengan nilai-nilai Islam akan menjadi bekal penting bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, seorang ayah harus menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Bagaimana Islam memandang sosok ayah dan perannya dalam keluarga? Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut!
Sosok Ayah sebagai Perlindungan Keluarga
Ayah dalam Islam dipandang sebagai pemimpin keluarga yang bertanggung jawab atas perlindungan, penghidupan, dan keamanan keluarga.
Sebagai pemimpin, ayah memiliki tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang bijaksana dan memberikan arahan serta bimbingan bagi seluruh anggota keluarga.
Selain menjadi pemimpin, ayah juga berperan sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya. Dalam surat Luqman, Allah SWT memberikan contoh teladan seorang ayah yang berpesan kepada anaknya agar selalu mengingat Allah.
Pendidikan yang diberikan oleh ayah tidak hanya sebatas ilmu agama, tetapi juga akhlak mulia, etika, dan keterampilan hidup.
Sosok Ayah sebagai Pendidik dan Pembinaan Moral
Ayah memiliki peran krusial dalam mengajarkan nilai-nilai agama, moral, dan etika kepada anak-anaknya.
Dalam Islam, ayah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anaknya tumbuh dan berkembang sesuai dengan ajaran agama dan memperoleh pendidikan yang baik secara islami.
Hubungan antara ayah dan anak idealnya adalah sebagai sahabat. Ayah yang baik adalah sosok yang bisa diajak berbagi, tempat berkeluh kesah, dan menjadi teman bermain. Dengan menjadi sahabat bagi anak-anaknya, ayah akan lebih mudah membangun kedekatan dan kepercayaan.
Sosok ayah bukan hanya sebagai pemimpin keluarga yang berwibawa, tetapi juga sebagai pendidik, teladan moral, dan pemberi kasih sayang yang penting dalam pembentukan karakter anak-anak. Keberadaannya menjadi pondasi yang kokoh bagi keharmonisan dan kesuksesan spiritual keluarga Muslim.
Dengan menjadi ayah yang baik, kita tidak hanya akan membahagiakan keluarga, tetapi juga akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.
Wira’i adalah salah satu sifat terpuji yang dianjurkan dalam Islam. Kata wira’i berasal dari bahasa Arab yang berarti takut atau menghindar. Dalam konteks agama, wira’i berarti takut kepada Allah dan senantiasa berusaha menjauhi segala sesuatu yang dilarang-Nya. Sikap wira’i ini menjadi benteng bagi seorang muslim untuk menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat.
Pentingnya Wira’i dalam Kehidupan Muslim
Wira’i memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Beberapa alasan mengapa wira’i sangat dianjurkan, antara lain:
Menjaga keimanan: Sikap wira’i akan memperkuat keimanan seseorang. Dengan senantiasa takut kepada Allah, seorang muslim akan terdorong untuk selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Mencegah perbuatan dosa: Wira’i akan membuat seseorang selalu berhati-hati dalam bertindak. Ia akan menghindari segala sesuatu yang dapat menjerumuskannya ke dalam perbuatan dosa.
Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat: Orang yang berwira’i akan mendapatkan ketenangan hati dan kebahagiaan dunia. Selain itu, ia juga akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah dan meraih surga-Nya.
Untuk mengimplementasikan sikap wira’i dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim dapat melakukan beberapa hal berikut:
Meningkatkan ketakwaan: Dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah, seseorang akan merasa selalu diawasi oleh-Nya sehingga akan terdorong untuk selalu berbuat baik.
Mempelajari ilmu agama: Dengan mempelajari ilmu agama, seseorang akan mengetahui apa saja yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah.
Bergaul dengan orang-orang saleh: Bergaul dengan orang-orang saleh akan memberikan pengaruh positif dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.
Berdoa dan beristighfar: Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk selalu berbuat baik dan beristighfar atas segala dosa yang telah dilakukan.
Contoh Sikap Wira’i
Beberapa contoh sikap wira’i dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Menjaga pandangan: Menghindari melihat hal-hal yang haram seperti aurat orang lain.
Menjaga lisan: Menghindari berkata bohong, ghibah, dan kata-kata kotor.
Menjaga anggota badan: Menghindari perbuatan zina, mencuri, dan minum minuman keras.
Menjaga hati: Menghindari perasaan dengki, iri hati, dan sombong.
Jakarta, Agustus 2024 – ArahMuslim tak hanya sebagai aplikasi yang membantu umat Muslim memenuhi kebutuhan ibadah sehari-hari, namun juga membantu dalam perjalanan spiritual Sahabat Muslim. Salah satu fitur unggulannya adalah Fitur Umrah, yang menawarkan kemudahan dalam memilih program umrah terbaik sesuai kebutuhan.
Sumber Gambar: Freepik.com
Fitur Umrah di ArahMuslim menyediakan berbagai program umrah dari travel terpercaya yang telah terdaftar resmi di Kementerian Agama, diantaranya Khalifah Asia & Charisma Insani. Kamu bisa menemukan paket umrah dengan beragam fasilitas, jadwal, dan harga yang sesuai dengan kebutuhan Sahabat Muslim. Kamu cari program umrah reguler, VIP, atau program khusus seperti umrah bersama keluarga? Semua tersedia di satu aplikasi!
Sahabat Muslim nggak perlu lagi datang langsung ke kantor travel, hanya melalui aplikasi ArahMuslim, kamu bisa mendaftar program umrah yang diinginkan hanya dengan beberapa klik. Sistem pendaftaran yang user-friendly memastikan proses menjadi lebih cepat, aman, dan transparan.
Fitur Umrah di ArahMuslim juga memberikan kemudahan dalam pembayaran. Sahabat Muslim bisa memilih untuk:
Bayar Lunas, untuk menyelesaikan seluruh biaya di awal.
Bayar Cicil, solusi ringan yang memudahkan kamu merencanakan keuangan tanpa mengorbankan niat ibadah.
Metode pembayaran fleksibel ini mendukung beragam kanal, mulai dari transfer bank, hingga e-wallet.
Keunggulan Umrah melalui ArahMuslim
Transparansi Biaya
Semua informasi biaya ditampilkan secara rinci.
Pilihan Travel Terpercaya
Semua mitra travel sudah tersertifikasi.
Sumber Gambar: Freepik.com
ArahMuslim tidak hanya membantu perjalanan umrah, tetapi juga menyediakan berbagai fitur lain seperti arah kiblat, waktu shalat, dan layanan edukasi keislaman. Unduh aplikasi ArahMuslim sekarang di Google Play Store atau Apple Store, dan wujudkan niat Umrah Sahabat Muslim dengan mudah.
Kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh pemilik daycare di Depok, telah menjadi perhatian serius bagi kita semua. Sebagai Sahabat Muslim, kita diajarkan untuk memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan pengertian, sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Islam yang mulia.
Artikel ini akan membahas panduan Islam tentang perlakuan terhadap anak, serta pentingnya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Memberikan Kasih Sayang dan Pengasuhan
Panduan utama dalam Islam adalah memberikan kasih sayang kepada anak-anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada anak-anak kita, maka bukan termasuk golongan kita.” (HR. Ahmad)
Dalam kasus daycare, penting bagi pengasuh untuk memperlakukan anak dengan lembut dan penuh perhatian, seperti layaknya mereka merawat anak sendiri.
Islam secara tegas melarang kekerasan terhadap siapapun, apalagi terhadap anak-anak yang rentan dan masih dalam tahap perkembangan. Allah SWT. berfirman dalam Al-Quran,
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kelembutan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil.’” (QS. Al-Israa: 24)
Memberikan Pendidikan dan Pembinaan Moral Islam
Pendidikan dalam Islam bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang moral dan akhlak yang baik. Anak-anak perlu dibina dengan penuh perhatian agar tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan kita untuk memberi pendidikan yang baik kepada anak-anak dalam hadisnya yang terkenal.
Orang tua dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk bahaya, termasuk kekerasan fisik dan mental. Hal ini termasuk memilih tempat perawatan yang aman dan pengasuh yang berkualitas.
Kasus kekerasan terhadap anak di Depok adalah peringatan bagi kita semua untuk lebih memahami dan menerapkan panduan Islam dalam memperlakukan anak-anak.
Dengan memberikan kasih sayang, melarang kekerasan, memberikan pendidikan dan perlindungan yang baik, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh kembang dengan baik.
Mari kita bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak, sebagai amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita sebagai orang tua dan anggota masyarakat.
Dalam agama Islam, pernikahan adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan termasuk sunnah nabi. Sebelum menuju pernikahan, ada sebuah proses yang disebut khitbah yang menjadi langkah awal menuju pernikahan. Meskipun mirip dengan tunangan, khitbah memiliki pengertian yang lebih spesifik dalam konteks Islam.
Secara bahasa, khitbah berarti meminta, melamar, atau meminang seorang perempuan untuk menjadi istri. Proses khitbah memiliki aturan dan tata cara yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Simak artikel ini untuk penjelasan selengkapnya!
Apa itu Proses Khitbah?
Khitbah adalah prosesi lamaran di mana keluarga laki-laki mengunjungi rumah calon mempelai perempuan untuk menyampaikan niat melamar dan mengajak untuk menikah. Lamaran ini bisa calon mempelai laki-laki sampaikan secara langsung atau perwakilan keluarga yang telah disepakati sesuai dengan ajaran agama.
Dalam proses ini, calon mempelai perempuan hanya perlu memberikan jawaban “iya” atau “tidak”. Jika perempuan menerima lamaran, maka statusnya menjadi makhthubah, yang berarti ia telah resmi dilamar dan tidak boleh menerima lamaran dari laki-laki lain.
Dalam Islam, khitbah dianjurkan karena dapat memperkuat ikatan antara kedua keluarga dan memberikan waktu bagi calon mempelai untuk saling mengenal lebih dekat.
Khitbah hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan. Hal ini didasarkan pada beberapa hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan untuk melakukan khitbah sebelum menikah. Beberapa hadis yang berkaitan dengan khitbah, antara lain:
“Jika salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka hendaklah ia melihatnya terlebih dahulu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan pentingnya saling mengenal sebelum memutuskan untuk menikah. Dengan melihat langsung, calon mempelai dapat mengetahui sifat, karakter, dan kesesuaian satu sama lain.
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kebaikan seorang wanita adalah jika ia dinikahi karena agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menekankan pentingnya memilih pasangan hidup berdasarkan keimanan dan akhlak yang baik. Agama menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam memilih calon pasangan.
“Pernikahan itu sunnahku, maka barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa pernikahan merupakan sunnah Rasulullah SAW. Dengan demikian, khitbah sebagai langkah awal menuju pernikahan juga merupakan hal yang dianjurkan.
Apa Saja Syarat Sah Khitbah?
Makna khitbah dalam pernikahan Islam merupakan tahap penting dalam proses menuju pernikahan, namun ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi agar menjadi sah. Syarat-syarat ini bertujuan agar prosesi khitbah dilakukan dengan benar sesuai dengan ajaran agama dan dapat membangun dasar yang kuat bagi hubungan pernikahan.
Berikut adalah beberapa syarat sah khitbah yang perlu Anda ketahui:
Adanya calon mempelai pria dan wanita yang baligh dan berakal sehat.
Adanya wali yang menikahkan dari pihak perempuan.
Adanya dua orang saksi yang adil.
Terdapat ijab dan kabul yang sah.
Tidak adanya halangan yang menghalangi pernikahan, seperti masih dalam masa iddah atau adanya hubungan mahram.
Bagaimana Tata Cara Khitbah yang Benar?
Tata cara khitbah yang benar sangat penting untuk dilakukan agar proses lamaran berjalan sesuai dengan ajaran Islam dan norma-norma yang berlaku. Khitbah bukan hanya sekadar prosesi mengungkapkan niat untuk menikah, tetapi juga melibatkan berbagai langkah yang harus dilakukan dengan penuh perhatian dan kesopanan.
Di bawah ada langkah-langkah proses khitbah yang tepat, yaitu:
Taaruf: Proses saling mengenal antara calon mempelai dan keluarga masing-masing.
Lamaran: Pihak laki-laki menyampaikan niat baik untuk melamar kepada pihak perempuan.
Perjanjian: Kedua belah pihak membuat perjanjian mengenai mahar, waktu pernikahan, dan hal-hal lain yang perlu disepakati.
Acara Khitbah: Dilaksanakan acara syukuran untuk merayakan dimulainya hubungan yang serius ini.
Khitbah memiliki beberapa tujuan penting dalam proses pernikahan menurut ajaran Islam. Selain sebagai langkah awal menuju pernikahan, khitbah juga bertujuan untuk memastikan kesiapan kedua belah pihak dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Berikut ini adalah beberapa tujuan lainnya yang dapat Anda ketahui:
Menguji keseriusan kedua belah pihak.
Saling mengenal lebih dekat antara calon mempelai dan keluarga.
Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pernikahan.
Menjaga kehormatan kedua belah pihak.
Demikian penjelasan mengenai pengertian khitbah beserta tata cara pelaksanaannya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menjalani proses pernikahan sesuai dengan syariat Islam.
Surah Maryam merupakan surah ke-19 dalam Al-Qur’an yang memiliki kedudukan istimewa, terutama bagi para ibu hamil. Surah ini berkisah tentang Maryam, ibu dari Nabi Isa, dan keajaiban-keajaiban yang terjadi dalam kehidupannya.
Bagi umat Muslim, membaca Surah Maryam dipercaya membawa berbagai manfaat, terutama bagi ibu hamil. Artikel ini akan mengulas manfaat-manfaat tersebut serta beberapa hadits yang mendukungnya.
1. Menguatkan Iman dan Ketakwaan
Membaca Surah Maryam secara rutin dapat menguatkan iman dan ketakwaan ibu hamil. Dalam surah ini, Maryam digambarkan sebagai sosok yang sangat taat kepada Allah SWT dan sabar menghadapi ujian.
Dengan membaca dan merenungi kisah Maryam, ibu hamil dapat mengambil inspirasi dan kekuatan untuk tetap tegar dalam menghadapi kehamilan yang penuh tantangan.
Kehamilan seringkali disertai dengan berbagai kecemasan dan kekhawatiran. Surah Maryam mengandung ayat-ayat yang menenangkan dan penuh dengan doa-doa yang dapat membantu ibu hamil merasa lebih tenang. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
3. Memohon Perlindungan dan Berkah untuk Anak
Salah satu manfaat terbesar dari membaca Surah Maryam adalah memohon perlindungan dan berkah bagi anak yang dikandung. Dalam Surah Maryam, terdapat doa-doa yang dapat dipanjatkan untuk kesehatan dan keselamatan bayi.
Maryam yang diberi keajaiban oleh Allah SWT dengan kelahiran Nabi Isa adalah contoh betapa besar kuasa dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang taat.
4. Menambah Keberkahan dalam Kehamilan
Membaca Al-Qur’an, termasuk Surah Maryam, diyakini dapat menambah keberkahan dalam kehidupan. Sebuah hadis menyatakan:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Dengan membaca Surah Maryam, ibu hamil mendapat syafaat dan keberkahan dalam kehidupannya serta dalam proses persalinan nanti.
Kisah Maryam dalam surah ini menggambarkan kesabaran dan keteguhannya menghadapi ujian yang berat. Maryam harus menghadapi fitnah dan ujian ketika mengandung Nabi Isa. Keteguhan dan kesabarannya dalam menghadapi cobaan adalah teladan yang sangat berharga bagi ibu hamil.
6. Meningkatkan Hubungan dengan Allah SWT
Kehamilan adalah saat yang sangat spesial dan sering kali menjadi momen bagi banyak wanita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Membaca Surah Maryam dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Membaca Surah Maryam bagi ibu hamil diyakini membawa ketenangan, kekuatan, dan keberkahan selama kehamilan. Selain sebagai bentuk ibadah, ayat-ayat dalam surah ini juga mengandung doa dan kisah inspiratif yang dapat memberikan ketenangan hati.
Mimpi buruk seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman dan kegelisahan. Dalam Islam, terdapat beberapa anjuran dan hadis yang dapat kita ikuti untuk menyikapi mimpi buruk. Hal ini pernah Rasulullah SAW. katakan, yaitu:
“Mimpi buruk itu datang dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian melihat mimpi yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan berlindung kepada Allah dari setan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui cara mengatasi mimpi buruk yang dapat Anda lakukan sebagai umat Islam.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Mimpi Buruk?
Dalam buku “Untukmu Yang Sedang Sakit: Tata Cara Bersuci, Shalat, Doa & Dzikir Saat Sakit” karya Ammi Nur Baits, S.T., B.A., terdapat beberapa langkah yang diajarkan Rasulullah SAW untuk mengatasi mimpi buruk, yaitu:
Meludah ke arah kiri tiga kali: Hal ini menjadi salah satu cara menghindari pengaruh buruk dari setan setelah mengalami mimpi buruk.
Membaca ta’awudz (memohon perlindungan kepada Allah) tiga kali: Membaca ta’awudz dengan penuh keyakinan sebanyak tiga kali agar Allah SWT memberikan perlindungan dari segala keburukan setan.
Memohon perlindungan kepada Allah SWT: Berdoa kepada Allah agar menjauhkan kita dari keburukan yang mungkin timbul akibat mimpi buruk.
Bangun dan lakukan shalat: bangun dari tidur dan melaksanakan shalat sebagai bentuk ibadah dan pengharapan perlindungan dari Allah SWT.
Mengubah posisi tidur: Hal ini bertujuan untuk menghindari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh mimpi tersebut.
Tidak menafsirkan mimpi tersebut kepada orang lain: Beliau mengingatkan agar kita tidak menceritakan atau menafsirkan mimpi buruk kepada orang lain karena dapat menambah kecemasan atau ketakutan.
Nabi SAW juga mengajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan saat mengalami mimpi buruk. Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut ketika mengalami mimpi buruk:
“Huwallâhu, allâhu rabbî, lâ syarîka lahû.”
Artinya: “Dialah Allah, Allah Tuhanku, tiada sekutu bagi-Nya.”
Selain doa di atas, Anda juga dapat melengkapi dengan doa-doa berikut:
“A’udzubillahi minasy syaithanir rajim.”
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Allahumma inni a’uzu bika min ‘amali ash-shaitan wa min waswasatihi wa min hamazatihi.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (perbuatan) setan, dari bisikan-bisikannya, dan dari sentuhannya.”