Ghibah, atau membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuannya, merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Selain merusak hubungan sosial, ghibah juga dapat menimbulkan fitnah, kebencian, serta mengotori hati dan pikiran. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan dan berbicara dengan penuh kebaikan.
Jika ada keinginan untuk membicarakan seseorang, lebih baik memastikan bahwa perkataan tersebut bermanfaat dan tidak merugikan. Maka dari itu, Sahabat Muslim dapat simak artikel di bawah ini untuk mengetahui bahaya Ghibah dalam Islam selengkapnya di artikel ini!
Mengapa Ghibah Dilarang dalam Islam?
Ghibah dilarang dalam Islam karena dapat merusak hubungan antar sesama, menimbulkan kebencian, serta mengotori hati dan pikiran. Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan dan hanya berbicara hal yang baik.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa ghibah dilarang dalam Islam:
1. Ghibah Sama Seperti Memakan Bangkai Saudara Sendiri
Al-Qur’an menggambarkan ghibah dengan perumpamaan yang sangat tegas. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 12, Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu menggunjingkan satu sama lain. Adakah di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.”
Ayat ini menunjukkan bahwa ghibah tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga mencerminkan akhlak yang buruk bagi pelakunya.
2. Merusak Amal Kebaikan
Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Barang siapa yang membicarakan keburukan saudaranya, maka di hari kiamat, kebaikan orang itu akan diberikan kepada orang yang digunjingkannya.”
(HR. Muslim)
Bayangkan, amal kebaikan yang susah payah kita kumpulkan justru diberikan kepada orang lain karena kebiasaan buruk ini.
Baca Juga: Keajaiban Doa yang Wajib Diketahui Umat Muslim
3. Menyebarkan Permusuhan
Ghibah bisa memecah hubungan antarindividu dan menimbulkan konflik. Jika apa yang dibicarakan terdengar oleh orang yang bersangkutan, tentu akan menyakitinya dan mungkin memutuskan hubungan silaturahmi.
4. Dosa yang Mudah Terjadi Tanpa Disadari
Seringkali, ghibah terjadi dalam percakapan ringan yang tidak disengaja, seperti mengomentari kekurangan orang lain. Padahal, Rasulullah SAW bersabda:
“Ghibah adalah engkau menyebutkan sesuatu tentang saudaramu yang ia benci jika ia mendengarnya.”
(HR. Muslim)
Jika yang dibicarakan benar, itu disebut ghibah. Jika tidak benar, maka itu adalah fitnah, yang dosanya bahkan lebih besar.
Baca Juga: 3 Ayat Al-Quran Pengusir Jin
Bagaimana Cara Menghindari Ghibah sesuai Syariat Islam?

Menghindari ghibah sesuai syariat Islam dapat dilakukan dengan menjaga lisan, fokus pada kebaikan, serta memperbanyak dzikir dan istighfar. Di bawah ini terdapat beberapa cara menghindari Ghibah menurut Islam:
- Jaga lisan dan hati: Jika ingin membicarakan orang lain, pastikan itu untuk kebaikan, bukan keburukan.
- Ingat dampak ghibah: Selalu sadari bahwa kebiasaan ini merugikan diri sendiri dan orang lain.
- Perbanyak zikir: Dengan mengingat Allah, hati kita akan lebih terjaga dari kebiasaan buruk.
- Tegur dengan baik: Jika mendengar orang lain sedang bergunjing, alihkan pembicaraan ke hal yang lebih bermanfaat.
Dengan memperbanyak dzikir, memperbaiki niat, serta bergaul dengan lingkungan yang positif, Sahabat Muslim bisa lebih mudah menjauhkan diri dari kebiasaan ini. Menghindari ghibah bukan hanya menjaga diri dari dosa, tetapi juga menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan penuh berkah.
Agar lebih konsisten dalam memperbanyak dzikir dan menjaga hati dari kebiasaan buruk, Sahabat Muslim bisa memanfaatkan aplikasi ArahMuslim sebagai alat bantu dalam menghitung bacaan dzikir dan doa.
Dengan fitur yang praktis dan mudah digunakan, ArahMuslim membantu Anda tetap fokus dalam ibadah serta meningkatkan kualitas spiritual setiap harinya. Yuk, jadikan dzikir sebagai kebiasaan baik dengan ArahMuslim!
Referensi:
No comment yet, add your voice below!