Hal yang Perlu Diselesaikan Sebelum Meninggal Menurut Islam

Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia, namun waktu datangnya tidak ada yang tahu. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengingat kematian, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar hidup dijalani dengan lebih bermakna dan penuh persiapan.

Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah menyelesaikan berbagai urusan duniawi sebelum ajal tiba, agar seseorang dapat menghadap Allah SWT dengan hati yang tenang dan tidak meninggalkan beban bagi keluarga yang ditinggalkan. Lalu, apa saja hal yang perlu diselesaikan sebelum meninggal menurut ajaran Islam? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Islam menganjurkan umatnya untuk menyelesaikan urusan duniawi, seperti utang, hak orang lain, dan wasiat, sebagai bentuk persiapan menghadapi kematian.
  • Rasulullah SAW bahkan mencontohkan langsung untuk menyelesaikan segala urusan dengan sesama manusia sebelum wafat, termasuk perkara utang piutang.
  • Selain urusan duniawi, memperbanyak taubat dan amal saleh juga menjadi bagian penting dari persiapan menuju husnul khatimah.

Mengapa Penting Mempersiapkan Diri Sebelum Meninggal?

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa orang yang paling cerdas adalah mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya. Mengingat kematian bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan menjadikannya pengingat agar senantiasa memperbaiki diri dan tidak menunda kebaikan.

Selain berdampak pada ketenangan batin, menyelesaikan urusan duniawi sebelum meninggal juga menjadi bentuk tanggung jawab terhadap sesama. Banyak persoalan yang justru menjadi beban bagi keluarga yang ditinggalkan jika tidak diselesaikan semasa hidup, seperti utang yang tidak tercatat atau harta yang tidak jelas peruntukannya.

Apa Saja Hal yang Perlu Diselesaikan Sebelum Meninggal?

Sumber: Magnific

Berikut beberapa hal penting yang perlu diselesaikan sebelum ajal menjemput:

  1. Melunasi Utang

Islam sangat menekankan pentingnya melunasi hutang semasa hidup. Rasulullah SAW bersabda bahwa jiwa seorang mukmin akan tertahan hingga hutangnya dilunasi. Jika belum mampu melunasi, setidaknya seseorang perlu mencatat dan menyampaikan kepada keluarga mengenai utang yang dimiliki, agar dapat diselesaikan setelah ia tiada.

  1. Menyelesaikan Hak Orang Lain

Selain utang berupa harta, hak orang lain yang pernah terzalimi, baik secara fisik, perkataan, maupun perbuatan, juga perlu diselesaikan. Rasulullah SAW sendiri pernah mengumpulkan para sahabat untuk bertanya apakah ada di antara mereka yang memiliki hak atas dirinya, sebagai bentuk keteladanan agar tidak ada urusan yang tertunda hingga ajal tiba.

  1. Bertaubat dan Memohon Ampunan

Bertaubat merupakan bagian penting dari persiapan menghadapi kematian. Taubat yang tulus mencakup penyesalan atas dosa yang telah dilakukan, berhenti dari perbuatan tersebut, serta bertekad untuk tidak mengulanginya. Jika dosa tersebut berkaitan dengan sesama manusia, taubat juga perlu disertai dengan permintaan maaf dan pengembalian hak yang pernah diambil.

  1. Menuliskan Wasiat

Menuliskan wasiat menjadi anjuran dalam Islam, khususnya terkait harta, utang piutang, maupun pesan-pesan penting lainnya. Wasiat ini penting agar ahli waris memiliki panduan yang jelas dalam mengurus harta peninggalan, dengan tetap memperhatikan batasan syariat, yaitu maksimal sepertiga dari total harta dan tidak diperuntukkan bagi ahli waris yang sudah mendapat bagian warisan.

  1. Memperbanyak Amal Saleh

Selain menyelesaikan urusan duniawi, memperbanyak amal saleh juga menjadi bagian dari persiapan menuju husnul khatimah, yaitu akhir kehidupan yang baik. Amal-amal seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, dan menjaga silaturahmi dapat menjadi bekal yang terus mengalirkan pahala meski seseorang telah tiada.

Bagaimana Cara Memulai Persiapan Ini Sejak Sekarang?

Persiapan menghadapi kematian sebaiknya tidak ditunda hingga usia lanjut atau saat sakit parah, karena tidak ada yang mengetahui kapan ajal akan datang. Sahabat Muslim dapat memulainya dengan langkah sederhana, seperti mencatat daftar utang dan aset, menuliskan wasiat, serta membiasakan diri untuk segera meminta maaf ketika melakukan kesalahan kepada orang lain.

Memahami tanda-tanda menjelang kematian dalam Islam juga dapat menjadi pengingat untuk semakin bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri, baik dari sisi ibadah maupun urusan duniawi, sejak jauh-jauh hari.

Kesimpulan

Hal-hal yang perlu diselesaikan sebelum meninggal menurut Islam meliputi pelunasan utang, penyelesaian hak orang lain, taubat, penulisan wasiat, hingga memperbanyak amal saleh. Persiapan ini bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga tanggung jawab terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Semoga dengan mempersiapkan diri sejak sekarang, Sahabat Muslim dapat menghadapi kematian dengan hati yang tenang dan meraih husnul khatimah. Yuk, terus tambah wawasan seputar persiapan akhirat bersama ArahMuslim.

Referensi: 

https://www.ikim.gov.my/wajib-meminta-maaf-dan-memulangkan-hak

https://debt.co.id/hutang-dan-kematian-pentingnya-meninggalkan-wasiat-hutang/

FAQ

Beberapa hadits menyebutkan bahwa jiwa seorang mukmin akan tertahan hingga hutangnya dilunasi. Oleh karena itu, penting untuk segera melunasi utang atau setidaknya mencatatnya agar dapat diselesaikan oleh ahli waris.

Jika harta peninggalan mencukupi, ahli waris dianjurkan untuk melunasi utang tersebut menggunakan harta peninggalan sebelum harta dibagikan sebagai warisan.

Wasiat dapat mencakup pesan mengenai harta, catatan utang piutang, hingga permintaan tertentu, dengan tetap memperhatikan batas syariat, yaitu maksimal sepertiga dari total harta dan tidak melibatkan ahli waris yang sudah memiliki bagian tetap.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *