7 Tempat Bersejarah di Madinah yang Harus Dikunjung

Madinah merupakan salah satu kota suci utama bagi umat muslim di seluruh dunia. Dari kawasan ini, terdapat beberapa tempat yang dianggap memiliki sejarah penting dalam perkembangan agama Islam. Tempat-tempat tersebut kerap menjadi tujuan utama para jamaah yang sedang beribadah haji maupun umrah.

Jabal Uhud

Jabal Uhud, sering disebut Gunung Uhud atau Bukit Uhud berlokasi sekitar 5 km sebelah utara Kota Madinah. Bagi umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah umrah atau haji biasanya menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat ini.

Masjid Quba

Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW pada tahun 1 Hijriah (622 Masehi). Lokasinya berada tepat 5 km sebelah tenggara Kota Madinah.

Masjid Al-Qiblatain

Masjid ini merupakan saksi perpindahan arah kiblat dari sebelumnya di Masjid Al-Aqsa di Palestina ke Masjidil Haram.

Museum Hejaz Railway

Museum ini merupakan bekas stasiun kereta api ikonik yang pernah beroperasi menghubungkan Damaskus dan Madinah. Di sini, umat muslim dapat menemukan berbagai artefak menarik, seperti manuskrip langka dan senjata perang kuno. Selain memiliki nilai sejarah yang berharga, museum ini juga telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO.

The Desert of Saleh

Tempat bersejarah ini berlokasi di selatan Al Nafud. Makam dan kuburan raksasa situs ini dianggap sebagai salah satu warisan sejarah.

Kota Al Ula

Kota bersejarah ini terletak di sebelah utara Madinah. Diriwayatkan bahwa dulunya kota ini menjadi kota yang dihindari oleh Nabi Muhammad SAW akibat kawasannya yang terkenal berhantu.

Kota Al Ula merupakan tempat bersemayam para jin dan turunya azab bagi kaum Nabi Saleh. ​​Di kota ini terdapat situs arkeologi Mada’in Saleh yang dibangun oleh kaum Nabatean lebih dari 2000 tahun lalu. Sekarang, Kota Al Ula menjadi objek wisata yang bisa dikunjungi.

Makam Rasulullah SAW

Apabila pergi ke Masjid Nabawi di Madinah, maka kita akan menemukan Makam Nabi Muhammad SAW di dalamnya. Makam ini tentunya menjadi tujuan utama bagi umat muslim yang berada di tanah suci. Hanya saja, makam ini tidak dapat dikunjungi secara bebas karena Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melarang perempuan mengunjungi makam Nabi Muhammad di Kota Madinah.

Sumber: 

https://travel.tempo.co/read/1663177/12-tempat-bersejarah-di-madinah-dan-mekah-ada-kota-yang-dihindari-nabi-muhammad

https://www.detik.com/hikmah/foto/d-6700320/7-tempat-bersejarah-di-madinah-muslim-wajib-kunjungi-ya/8

Keutamaan Membaca Asmaul Husna Setiap Hari, Apa Saja?

Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk mengingat dan membaca gambaran sifat-sifat Allah SWT, yaitu 99 Asmaul Husna. Tujuannya agar kita dapat mendekatkan diri pada Allah SWT sehingga diberikan keberkahan serta ketenangan lahir dan batin.

Hal ini tercantum pada beberapa ayat di Al-Qur’an, salah satunya adalah Al-A’raf ayat 180, yaitu:

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya: “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 180)

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga pernah menyebutkan bahwa barangsiapa yang membaca doa dengan memasukkan Asmaul Husna di dalamnya, maka doanya akan diperkenankan.

Nabi SAW bersabda, ‘Tahukah kamu sekalian, orang itu berdoa dengan apa? Dia menyebut nama Allah yang Agung di dalam doanya. Yang apabila nama-Nya disebut, Allah pasti mengabulkan doanya, dan apabila memohon sesuatu dengan-Nya pasti diberi,'” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Berikut ini merupakan penjelasan manfaat dan keutamaan membaca Asmaul Husna.

Mengenal Allah SWT

Membaca sekaligus memahami Asmaul Husna akan membantu kita untuk lebih mengenal Allah SWT lebih dalam sehingga kita akan semakin yakin bahwa Allah SWT layak untuk disembah. 

Kesempurnaan pada makna Asmaul Husna akan menyadarkan kita sebagai manusia bahwa tidak boleh berharap lebih kepada manusia lainnya.  Hanya Allah SWT semata yang pantas untuk diharapkan dalam segala urusan di dunia maupun akhirat.

Meningkatkan Keimanan

Membacanya secara berulang dan konsisten akan menambah tingkat keimanan kepada Allah SWT karena sifat-sifat dalam Asmaul Husna akan membuktikan bahwa hanya Allah lah yang maha besar dan patut disembah.

Senantiasa Bersyukur

Tanpa mengetahui kebesaran Allah SWT dalam Asmaul Husna, kita akan kesulitan untuk bersyukur atas kenikmatan dan keselamatan yang telah diberikan Allah SWT dalam hidup kita. Tanpa sifat-sifatnya tersebut, kita tidak akan bisa selamat baik di dunia maupun akhirat.

Mengingat Hukum dan Aturan Allah SWT

Hukum dan aturan yang telah ditetapkan Allah SWT tidak dapat diubah maupun ditawar. Dengan mengingat dan membaca Asmaul Husna, kita akan senantiasa menjalankannya agar mendapatkan keselamatan dan keberkahan.

Mendapatkan Ridha Allah SWT

Membaca Asmaul Husna akan menambah motivasi diri untuk mencari Ridha Allah SWT. Hal ini bisa kita dapatkan apabila kita benar-benar mengingat sifat-sifat Allah SWT dan mengikuti hukum serta aturan yang telah ditetapkan.

Sumber:

https://www.detik.com › detikJabar › Berita

https://www.merdeka.com › JATENG › RAGAM

5 Amalan untuk Meningkatkan Keimanan di Bulan Syawal

Secara etimologis, kata Syawal memiliki arti “peningkatan”. Melalui arti ini, hendaknya seluruh umat muslim turut meningkatkan amalan ibadah, kualitas iman dan ketakwaan pada bulan Syawal setelah selesai bulan Ramadhan.

Berikut ini merupakan 5 amalan yang bisa Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Silaturahmi

Silaturahmi dengan saudara dan kerabat bukan hanya sekedar tradisi belaka. Kegiatan ini memiliki banyak sekali manfaat, seperti mendatangkan rezeki dengan saling mendoakan kebaikan dan memaafkan. Rasulullah SAW pun telah menganjurkan kegiatan silaturahmi sebagaimana di dalam hadits berikut.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، أخرجه البخاري.

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung silaturahmi-nya (dengan kerabat).”(HR. Bukhari)

Puasa Syawal

Amalan selanjutnya adalah berpuasa yang dapat dilakukan sehari setelah Shalat Idul Fitri atau tanggal 2 Syawal hingga berakhirnya bulan Syawal. Adapun dalam pengerjaannya dapat dilaksanakan secara berturut-turut atau acak.

Puasa syawal juga dianjurkan

 oleh Rasulullah SAW sebagaimana di dalam hadits berikut.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa saja yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Membangun Rumah Tangga

Menikah atau menikahkan sanak keluarga merupakan amalan yang dianjurkan di bulan Syawal. Hal ini tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha.

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).

I’tikaf

Meskipun kebiasaan i’tikaf identik dikerjakan pada bulan Ramadhan, namun kegiatan ini juga disunnahkan pada bulan Syawal. Tujuannya adalah agar hati dan keimanan senantiasa terjaga dan mendapatkan ketenangan sepenuhnya bersama Allah SWT.

Sedekah

Rasa syukur atas hari kemenangan Idul Fitri dapat disalurkan dengan meningkatkan ibadah sedekah dan ibadah sosial lainnya. Hal ini disebutkan Rasulullah SAW kepada Asma’ binti Abi Bakr, yaitu:

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”

Sumber:

https://mui.or.id/mui-provinsi/mui-sulsel/35032/empat-amalan-dianjurkan-di-bulan-syawal/

Calon Jemaah Haji Wajib Catat! Tips Hadapi Cuaca Ekstrem di Arab Saudi

Puncak haji merupakan momen yang sangat penting bagi calon jemaah haji. Berbagai persiapan dilakukan demi keberlangsungan ibadah haji yang aman dan nyaman. Tidak terkecuali dengan persiapan fisik.

Kondisi gelombang panas yang sangat berbeda dengan Indonesia, tentu membuat banyak calon jemaah harus menjaga fisik lebih ekstra. Apabila tidak, maka cuaca ini akan bisa memengaruhi kondisi kesehatan calon jemaah.

Berikut merupakan beberapa tips yang dapat dilakukan dalam menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Perbanyak Minum Air Mineral

Jemaah wajib membawa air mineral selama menjalankan ibadah, khususnya saat berada di luar ruangan. Hal ini perlu agar jemaah terhindar dari dehidrasi. Selain membawa air mineral, jemaah juga bisa mengonsumsi air zam-zam karena mengandung banyak zat yang baik untuk tubuh dan mampu membunuh kuman. 

Tips lainnya agar terhindar dehidrasi adalah meminum air oralit dan isotonik.

Istirahat Cukup

Jemaah disarankan untuk tidak terlalu lelah dan menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah haji. Pastikan untuk beristirahat dengan cukup agar stamina tetap terjaga dan ibadah haji pun dapat dilaksanakan secara optimal.

Gunakan Pelindung Tubuh

Gunakanlah pakaian dengan bahan yang sejuk dan dapat menyerap keringat dengan baik. Selain itu, jemaah juga diwajibkan melapisi kulit dengan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV matahari.

Penuhi Gizi Seimbang

Pastikan untuk makan tepat waktu dan mengonsumsi makanan yang sehat serta bergizi. Contohnya, yaitu sayur dan buah-buahan atau makanan yang mengandung banyak air agar kebutuhan cairan dalam tubuh tetap stabil.

Sumber:

https://www.beritasatu.com/nasional/1044000/tips-menjaga-fisik-saat-puncak-haji-selama-cuaca-panas-ekstrem-di-arab-saudi

Kapan Nuzulul Quran Terjadi? Ini Dalilnya!

nuzulul quran

Kata Nuzulul Quran berasal dari dua kata, yaitu Nuzul yang artinya menurunkan sesuatu dari tempat tinggi ke rendah dan Al Quran yang merupakan kitab suci umat Islam. Nuzulul Quran merupakan peristiwa mukjizat turunnya wahyu pertama dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Pada malam yang istimewa ini, seluruh umat islam dapat memperbanyak ibadah, seperti beriktikaf di masjid, tadarus Quran, memperbanyak zikir dan sedekah, serta memperbaiki sikap guna mengharapkan berkah.

Dalil Nuzulul Quran

Dalil utama yang membahas Nuzulul Quran adalah pada surah Al Baqarah ayat 185. Pada surah ayat ini Allah SWT berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Bulan Ramadhan merupakan (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta menjadi pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapapun di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu (Ramadhan), berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah sesungguhnya menghendaki kemudahan atasmu dan tidak menghendaki kesulitan. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Waktu Peristiwa Nuzulul Quran

Terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai waktu peristiwa terjadinya Nuzulul Quran, antara lain:

Malam ke-17 Bulan Ramadhan

Dalil yang menerangkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadhan adalah surah Al-Anfal ayat 41, berbunyi:

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya sesuatu yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlimanya adalah hak Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnu sabil, jikalau kamu beriman kepada Allah serta kepada apa yang Kami turunkan (Al-Qur’an) kepada hamba Kami (Nabi Muhammad SAW) pada hari al-furqān (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan (Perang Badar). Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Melalui Tafsir Quran Kemenag, referensi tanggal Perang Badar dalam ayat di atas bertepatan pada tanggal 17 bulan Ramadhan tahun kedua Hijriah.

10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Dalil yang dijadikan sebagai landasan bahwa malam Nuzulul Quran terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan adalah surah Al-Qadr ayat 1–5, berbunyi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah yang disebut dengan malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan adalah lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan juga Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Ayat di atas dengan jelas menerangkan bahwa Al-Qur’an itu diturunkan ketika terjadinya malam kemuliaan atau Lailatul Qadar.

Sumber:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6651666/dalil-tentang-nuzulul-quran-dan-waktu-terjadinya

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230403091152-289-932710/pengertian-dan-hikmah-nuzulul-quran-17-ramadhan

Berbagai Jenis Zakat yang Dapat Dibayarkan saat Ramadhan

Zakat merupakan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin dan sebagainya. Dalam suatu konsepsi ajaran islam, zakat memotivasi umat muslim untuk mewujudkan keadilan sosial, berbagi dengan orang sekitar, mengentaskan kemiskinan, serta memberdayakan masyarakat.

Kewajiban berzakat juga dituangkan dalam surah Maryam ayat 31, yaitu “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (QS. Maryam ayat 31)

Dalam penerapannya, zakat terbagi menjadi berbagai jenis. Berikut ini penjelasannya.

Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh umat muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadhan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan seperti beras, gandum dan sejenisnya.

Adapun, kualitas beras atau makanan pokok yang dibayarkan untuk zakat harus sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang kita konsumsi setiap harinya.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA berkata,

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan sebanyak satu sha kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya laki-laki atau perempuan.”

Zakat Mal (Harta)

Zakat Mal adalah zakat harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim sesuai dengan nisab, terbebas dari hutang (aset menjadi hak milik penuh), sumber hartanya halal, kepemilikan telah mencapai 1 tahun, dan haulnya. 

Hal ini juga diterangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 267 yang berbunyi 

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.”

Waktu pengeluaran zakat maal tidak dibatasi, jadi bisa dikeluarkan sepanjang tahun ketika syarat zakat telah terpenuhi.

Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan (termasuk di dalamnya Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu jenis zakat yang juga harus dibayarkan saat bulan Ramadhan. Para ulama mengatakan bahwa harta yang kita hasilkan dari sebuah profesi hukumnya wajib dikenakan zakat.

Sumber:

https://www.finansialku.com/catat-macam-macam-zakat-yang-harus-dibayar-saat-ramadhan/

https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20230202173001-29-410532/jangan-keliru-ini-jenis-jenis-zakat-dan-waktu-membayarnya/amp

https://www.merdeka.com/trending/zakat-adalah-harta-yang-wajib-dikeluarkan-pahami-jenis-dan-saat-bulan-ramadhan-kln.html

Berbagai Keutamaan Membaca Surah Al-Baqarah

Membaca kitab suci Al-Quran merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat muslim. Seluruh surah yang ada di dalamnya, memiliki makna, manfaat dan keutamaannya masing-masing. Salah satunya adalah Surah Al-Baqarah.

Keutamaan tersebut seperti diriwayatkan oleh Abu Umamah yang menyebutkan berikut:

اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ: الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا يَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ يُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ؛ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَاحَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

“Bacalah ‘dua tangkai bunga indah’, yakni surat al-Baqarah dan Ali ‘Imran. Sebab, keduanya akan datang pada hari Kiamat laksana penaung, atau seperti awan pelindung, atau seperti kelompok burung yang membeberkan sayap-sayapnya dan membela pembaca keduanya. Maka bacalah surat al-Baqarah, sebab didalamnya terdapat keberkahan. Sedangkan meninggalkannya adalah kerugian. Bahkan, para pelaku kebatilan (para ahli sihir) pun tak mampu menembusnya,” (HR. Ahmad)

Adapun keutamaan lainnya berdasarkan sumber hadis Rasulullah SAW,

Surah Al-Baqarah adalah Puncak Al-Quran

Dalam Hadis Riwayat Imam Hakim, Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa puncak dari AL-Quran adalah Surah Al-Baqarah. 

“Sesungguhnya setiap sesuatu itu memiliki puncak dan sesungguhnya puncak Al Quran adalah surat Al Baqarah. Dan sungguh, jika suatu rumah dibacakan surat Al Baqarah, maka setan akan keluar dari rumah tersebut,” (HR Imam Hakim).

Sebagai Pengusir Setan

Dari sahabat Ibnu Mas’ud RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa salah satu keutamaan dari surah Al-Baqarah adalah dijadikan sebagai pengusir setan.

“Sungguh saya tidak menemukan salah satu di antara kalian yang meletakkan salah satu kakinya pada kaki yang lain sambil mendendangkan surat Al Baqarah. Maka sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah. Dan sesungguhnya rumah yang paling kosong adalah rumah yang di dalamnya tidak terdapat Al Quran,” (HR Imam Nasa’i).

Mendapatkan Mahkota Surga bagi Pembacanya

Dari sahabat Abdurrahman bin Al Aswad menerangkan bahwa seluruh umat muslim yang rutin membaca surah Al-Baqarah akan dijanjikan sebuah mahkota di surga kelak.

“Barangsiapa yang membaca surat Al Baqarah di malam hari, maka kelak di surga ia akan mendapatkan mahkota,” (HR Imam Ibnu Dhoris)

Dilindungi Allah SWT

Rasulullah SAW juga mengingatkan seluruh hambanya untuk tidak lupa membaca Ayat Kursi yang terdapat di dalam surah Al-Baqarah agar selalu berada di dalam perlindungan Allah SWT.

Rasulullah SAW mengatakan, “Siapa saja yang membaca surat Al-Mu’min 1-3 dan Ayat Kursi ketika dia bangun pagi maka dia akan dilindungi hingga sore. Dan siapa saja yang membacanya saat sore hari maka dia dilindungi hingga pagi hari.” (HR Tirmidzi).

Penyelamat Hari Kiamat

Rasulullah SAW bersabda bahwa seluruh umat muslim yang membaca surah Al-Baqarah bersama dengan surah Ali Imran akan diselamatkan di hari kiamat kelak.

“Bacalah Al Quran! Karena sesungguhnya ia di hari kiamat akan memberi pertolongan bagi para pemiliknya. Bacalah dua surat yang bersinar yakni surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Sebab, keduanya di hari Kiamat akan didatangkan sebagai bentuk dua mendung atau dua awan. Atau dua surat tadi kelak dijelmakan menjadi dua kelompok burung yang membentangkan sayap-sayapnya dan membela pemiliknya. Maka bacalah surat Al Baqarah, karena membacanya adalah keberkahan. Sedangkan meninggalkannya adalah kerugian. Bahkan, para pelaku kebatilan (para ahli sihir) pun tak mampu menembusnya,” (HR Ahmad).

Sumber:

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5882098/al-baqarah-dan-8-keutamaannya-dalam-hadits-rasulullah-saw

https://www.liputan6.com/regional/read/5244160/keutamaan-membaca-surat-al-baqarah

Malam Nisfu Sya’ban, Kemuliaan & Amalan yang Dilakukan 

Malam Nisfu Sya’ban

Hari Selasa, 7 Maret 2023 kemarin, masyaAllah kita didatangkan dengan Malam Nisfu Sya’ban. Salah satu malam yang istimewa bagi Umat Muslim di seluruh dunia ini memiliki banyak keutamaan, tak heran jika banyak saudara kita yang melakukan amalan – amalan tertentu. 

Amalan tersebut tentunya berasal dari ajaran Nabi Muhammad SAW. yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Salah satu hadits yang populer di masyarakat, yakni Hadits dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu’anhu adalah Allah SWT. akan mendatangi makhlukNya dan memberikan ampunan dosa. 

Kemuliaan Malam Nisfu Sya’ban

Selain memberikan pengampunan , ada pun kemuliaan lainnya, yakni sebagai berikut. 

  • Malam dilaporkannya amal selama 1 tahun (HR. Nasa’i) 
  • Rahmat Allah turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban (Hadits Riwayat Baihaqi)

Amalan yang Dilakukan pada Malam Nisfu Sya’ban 

Ada kemuliaan, tentunya ada amalan tersendiri yang dapat dilakukan yang dapat dipanjatkan secara individual maupun berjamaah. Berikut ulasannya. 

  • Membaca Surat Yasin Sebanyak 3x

Pembacaan ini dapat membawa keberkahan bagi para pembacanya. Untuk bacaan yang pertama di niatkan untuk memohon panjangkan umur dalam kondisi taat & patuh kepada Allah SWT. Kemudian, niat yang kedua untuk memohon perlindungan dari segala marabahaya. Dan yang ketiga permohonan untuk meninggal secara husnul khatimah. 

  • Memperbanyak Doa 

InsyaAllah pada malam ini, rahmat Allah datang, oleh karena itu Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan Allah & keberkahan dari Allah SWT. Berdoalah sesuai keinginan Sahabat Muslim, apa yang Sahabat Muslim inginkan, InsyaAllah, Allah kabulkan. 

  • Membaca Al-Qur’an 

Tak hanya saat malam nisfu sya’ban, membaca Al-Qur’an juga istimewa dilakukan di hari – hari biasa. Tapi, kalau nggak dilakukan di malam nisfu sya’ban ini juga sayangkan? 

“Dari Abu Umamah, aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim). 

Itu tadi beberapa kemuliaan & amalan yang dilakukan di malam Nisfu Sya’ban. Nah disini, siapa yang udah ngelaksanain itu? Semoga Allah SWT. kabulkan permohonan Sahabat Muslim ya, Aamiin. 

Biar lebih lengkap ibadahnya, ditemenin ArahMuslim, aplikasi umat muslim terlengkap mulai dari ibadah sehari – hari hingga berbagi kepada sesama. Yuk download sekarang melalui App/Play Store. 

Sumber: 

Amalan – amalan Malam Nisfu Sya’ban 2023

https://an-nur.ac.id/amalan-amalan-malam-nisfu-syaban-2023/2/

Keistimewaan Malam Nisfu Syaban & Amalan yang Bisa Dilakukan

https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20230307164506-29-419633/keistimewaan-malam-nisfu-syaban-amalan-yang-bisa-dilakukan

Keutamaan dan Amalan Sunah di Malam Nisfu Sya’ban

https://www.detik.com/jabar/berita/d-6603524/keutamaan-dan-amalan-sunah-di-malam-nisfu-syaban

Doa dan Amalan Nisfu Syaban sesuai Sunnah

Macam-macam Doa saat Hujan Turun

doa saat hujan

Saat ini, musim hujan tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia. Selain mempersiapkan diri dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, sebagai seorang muslim kita juga dianjurkan untuk memanjatkan doa saat hujan turun. Berbagai bentuk doa yang akan disebutkan di artikel ini dapat diamalkan baik sebelum, saat, setelah, dan disesuaikan dengan intensitas turunnya hujan.

Doa saat Hujan Turun

Berdasarkan hadis dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radiyallahu’anha

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, Allahuma shoyyiban nafi’an [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Doa saat Hujan Turun Lebat

Ketika hujan turun begitu lebat, Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah agar hujan reda dan cuaca kembali cerah. Berikut doa hujan lebat Nabi Muhammad SAW.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiraabi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari. 

“Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari, No. 1014)

Doa saat Hujan Turun Disertai Petir

Ketika Abdullah bin Az-Zubair mendengar petir, pembicaraan dihentikan, dan mengucapkan.

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

“Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga pada malaikat karena takut kepada-Nya.”

Doa saat Hujan Turun DIsertai Angin Kencang

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ

Allahuma innii as’aluka khairahaa wa khairamaa fiihaa wa khairamaa ursilat bih, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarrimaa fiihaa wa syarrimaa ursilat bih.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan tujuan diembuskannya angin ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan tujuan diembuskannya angin ini.” (HR. Bukhari, 4:76; Muslim, 2:616)

Doa Setelah Hujan Reda

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kalian mengatakan,

أصْبَحَ مِن عِبادِي مُؤْمِنٌ بي وكافِرٌ، فأمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بفَضْلِ اللهِ ورَحْمَتِهِ فَذلكَ مُؤْمِنٌ بي كافِرٌ بالكَوْكَبِ، وأَمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بنَوْءِ كَذا وكَذا فَذلكَ كافِرٌ بي مُؤْمِنٌ بالكَوْكَبِ.

“Pada pagi hari, di antara hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku da nada yang kafir. Siapa yang mengatakan muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih [Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah], maka dialah yang beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan muthirna binnau kadza wa kadza’ [Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari, No. 846 dan Muslim, No. 71)

Sumber:
https://www.merdeka.com/sumut/doa-hujan-agar-cepat-reda-dan-terhindar-dari-bencana-kln.html
https://muslim.okezone.com/read/2023/02/27/618/2772233/doa-hujan-turun-terus-menerus-agar-tidak-banjir

Al-Quran Boleh Dibakar? Ini Penjelasannya!

Baru-baru ini dunia digemparkan oleh aksi pembakaran Al-Qur’an oleh politisi asal Swedia di dekat Kantor Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia. Aksi ini berawal dari unjuk rasa (protes) masyarakat Stockholm terhadap Turki dan upaya Swedia untuk bergabung di NATO (North Atlantic Treaty Organization)

Peristiwa pembakaran ini menuai kecaman dari berbagai negara muslim, termasuk Perdana Menteri Swedia itu sendiri. Banyaknya kecaman ini menimbulkan pertanyaan apakah ada hukum tersendiri di Islam mengenai boleh atau tidaknya Al-Qur’an dibakar. Melalui artikel ini, penulis akan menyajikan penjelasan terkait hukum tersebut. Simak sampai selesai, ya!

Mushaf Al-Qur’an

Sebagai muslim, kita diwajibkan untuk memuliakan Al-Qur’an, termasuk mushafnya (bagian naskah Al-Qur’an). Contohnya, yaitu harus diletakkan di tempat yang tinggi dan mulia supaya tidak terhina atau dihinakan makhluk hidup lainnya.

Apabila kondisi Al-Qur’an sudah tidak layak digunakan (lusuh dan rapuh) atau tidak bisa dibaca, maka ada dua solusi untuk melenyapkannya agar tidak tertumpuk dengan barang lain dan tidak terkena kotoran hewan. Dua cara tersebut adalah dikubur (ditanam di dalam tanah) atau dibakar.

Mazhab Hanafi & Hambali

Menurut kedua mazhab ini, Al-Qu’an bisa dikubur apabila memiliki kondisi rusak dan tidak bisa digunakan. Akan tetapi, lokasi penguburan mushaf tersebut bukan berada di jalan yang sering dilalui orang atau binatang agar Al-Qur’an itu sendiri tidak terhinakan.

Syekh Ibnu Taimiyyah juga pernah mengatakan bahwa penguburan mushaf rusak adalah bentuk penghormatan, sama seperti ketika manusia meninggal dimakamkan di lokasi yang aman.

Mazhab Maliki & Syafi’i

Alternatif kedua adalah membakar Al-Qur’an. Menurut kedua mazhab ini, opsi penguburan memiliki potensi besar akan terinjaknya Al-Qur’an secara tidak langsung. Hal ini sama saja umat muslim tidak menghormati Al-Qur’an.

Opsi merobek pun dirasa kurang tepat karena nantinya akan menyisakan huruf-huruf suci pada Al-Qur’an. Maka opsi membakar pun menjadi pilihan yang tepat. Tindakan membakar Al-Qur’an ini juga pernah dilakukan oleh Khalifah Usman Bin Affan.

Majelis Tarjih PP Muhammadiyah juga menegaskan bahwa membakar mushaf Al-Qur’an di sini bukan untuk menghinakannya, namun untuk menjaga kemuliaannya.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka membakar mushaf Al-Qur’an itu diperbolehkan dengan catatan untuk menjaga Al-Qur’an agar tidak terhinakan atau dihinakan karena telah rapuh dimakan usia dan tidak bisa dibaca lagi. Hal ini lebih baik dilakukan supaya Al-Qur’an tersebut tidak terbakar, terinjak, atau dibuang di tempat sampah.

Oleh karena itu, wajar apabila aksi yang terjadi di Swedia mendapat kecaman dari seluruh umat muslim di dunia. Aksi tersebut sama saja menghina dan menodai kesucian ayat-ayat Al-Qur’an yang sangat diyakini dan dimuliakan oleh umat muslim.

Sumber:

https://www.republika.co.id/berita/rox9g5451/terkait-pembakaran-alquran-di-swedia-apa-hukum-islam-terkait-pembakaran-alquran