6 Adab Bertetangga ala Rasulullah SAW

Tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim, bahkan sering kali lebih cepat mengetahui kondisi kita dibandingkan sanak saudara yang tinggal jauh. Karena kedekatan inilah, Islam memberikan perhatian khusus terhadap bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap kepada tetangganya.

Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa Malaikat Jibril terus-menerus berwasiat kepada beliau tentang pentingnya berbuat baik kepada tetangga, hingga beliau mengira tetangga akan turut mendapatkan hak waris. Lalu, apa saja adab bertetangga yang diajarkan Rasulullah SAW dan mengapa hal ini begitu ditekankan dalam Islam? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Islam sangat menekankan pentingnya berbuat baik kepada tetangga, hingga disebutkan sebagai salah satu tanda kesempurnaan iman seseorang.
  • Beberapa adab bertetangga yang diajarkan Rasulullah SAW antara lain memuliakan tetangga, tidak menyakitinya, berbagi rezeki, serta menjaga aib dan kehormatannya.
  • Islam mengajarkan agar seorang Muslim tetap bersabar dan berusaha menyelesaikan konflik dengan tetangga secara baik-baik, karena sengketa antar tetangga disebutkan sebagai perkara pertama yang diadili pada hari kiamat.

Mengapa Islam Begitu Menekankan Pentingnya Berbuat Baik kepada Tetangga? 

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 36 agar manusia berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, hingga tetangga dekat maupun tetangga jauh. Ayat ini menunjukkan bahwa hak tetangga sejajar kedudukannya dengan hak-hak sosial lain yang sangat ditekankan dalam Islam.

Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa barang siapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Ulama seperti Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin turut menjelaskan bahwa menjaga hak tetangga merupakan salah satu bentuk akhlak mulia yang mencerminkan kesempurnaan iman seorang Muslim, terlepas dari perbedaan agama maupun latar belakang tetangga tersebut.

Apa Saja Adab Bertetangga yang Diajarkan Rasulullah SAW? 

Sumber: Magnific

Berikut beberapa adab bertetangga yang diajarkan Rasulullah SAW dan para ulama: 

  1. Memuliakan dan Menghormati Tetangga

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tetangganya. Memuliakan tetangga dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti menyapa dengan ramah, mengucapkan salam terlebih dahulu, serta menunjukkan sikap jujur dan tulus dalam berinteraksi sehari-hari.

  1. Tidak Menyakiti Tetangga

Selain memuliakan, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa tidak menyakiti tetangga merupakan bagian dari keimanan. Bahkan dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa seseorang yang rajin beribadah namun suka menyakiti tetangganya melalui lisan, tetap terancam masuk neraka. Hal ini menunjukkan betapa besar dosa menyakiti tetangga di mata Allah SWT.

  1. Berbagi Rezeki dengan Tetangga

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berbagi makanan dengan tetangga, bahkan menyebutkan bahwa seseorang dianjurkan memperbanyak kuah masakan agar dapat dibagikan. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa bukanlah seorang mukmin sejati apabila ia tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangga di sebelahnya kelaparan.

  1. Menjenguk saat Sakit dan Melayat saat Berduka

Kepedulian terhadap tetangga juga tercermin dari kebiasaan menjenguknya ketika sakit dan melayat ketika tertimpa musibah. Sikap ini menjadi wujud nyata dari kepedulian sosial yang diajarkan Islam, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar tetangga.

  1. Menjaga Aib dan Kehormatan Tetangga

Islam melarang seorang Muslim untuk mengintip, mencari-cari kesalahan, maupun menyebarkan aib tetangganya. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa menjaga kehormatan tetangga, termasuk anggota keluarganya, merupakan salah satu bentuk hak tetangga yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim.

  1. Tidak Menghalangi Kepentingan Tetangga

Rasulullah SAW juga mengajarkan agar tidak menghalangi tetangga dalam memenuhi kebutuhannya, misalnya melarang menancapkan kayu di dinding rumah untuk keperluan tertentu tanpa alasan yang jelas. Adab ini mengajarkan pentingnya sikap toleran dan tidak mempersulit urusan tetangga selama tidak melanggar syariat.

Bagaimana Jika Berhadapan dengan Tetangga yang Menyakiti?

Dalam sebuah riwayat, ada seseorang yang mengadu kepada Rasulullah SAW tentang kezaliman tetangganya, dan setiap kali mengadu, beliau selalu menasihatinya untuk bersabar hingga tiga kali. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kesabaran sebagai langkah awal dalam menghadapi konflik dengan tetangga, sebelum mengambil tindakan lain yang lebih tegas.

Rasulullah SAW bahkan mengingatkan bahwa sengketa pertama yang akan diadili pada hari kiamat adalah sengketa antar tetangga, di mana salah satunya pernah menyakiti yang lain. Peringatan ini menjadi pengingat penting agar setiap Muslim senantiasa berusaha menyelesaikan konflik dengan cara yang baik dan tidak membiarkan permusuhan berlarut-larut.

Kesimpulan

Adab bertetangga yang diajarkan Rasulullah SAW meliputi memuliakan tetangga, tidak menyakitinya, berbagi rezeki, menjenguk saat sakit, menjaga aib dan kehormatannya, serta tidak menghalangi kepentingannya. Seluruh adab ini menunjukkan bahwa hubungan bertetangga memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam, sejajar dengan hak-hak sosial lainnya.

Dengan menerapkan adab-adab ini, diharapkan hubungan antar tetangga dapat terjalin dengan lebih harmonis, penuh kepedulian, dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar. Yuk, terus tambah wawasan seputar akhlak dan kehidupan sosial Islami bersama ArahMuslim.

Referensi: 

https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/sejumlah-hak-bertetangga-dalam-islam-K5N2n

https://konsultasisyariah.com/16964-hak-bertetangga.html

FAQ

Tidak. Islam mengajarkan untuk memenuhi hak tetangga tanpa memandang agama, meski tingkatan haknya berbeda, di mana tetangga Muslim yang juga kerabat memiliki hak paling besar dibandingkan tetangga non-Muslim.

Islam mengajarkan untuk bersabar terlebih dahulu dan berusaha menyelesaikannya secara baik-baik, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang menasihati seseorang untuk bersabar sebelum akhirnya memberikan solusi lain.

Karena Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sengketa antar tetangga menjadi salah satu perkara pertama yang diadili pada hari kiamat, sehingga penting untuk senantiasa menjaga hubungan baik dan menghindari perselisihan dengan tetangga.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *