Alasan Makam Rasulullah Ditutup Rapat di Masjid Nabawi

Makam Rasulullah SAW berada di kawasan Masjid Nabawi dan menjadi salah satu tempat yang diziarahi oleh umat Islam yang datang ke Madinah. Bersama makam Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, makam Rasulullah SAW berada dalam area yang memiliki pengaturan khusus bagi para peziarah. 

Meski begitu, peziarah tidak dapat mendekati atau menyentuh makam secara langsung. Pemerintah Arab Saudi mengatur jalur, tata tertib, serta cara berziarah untuk menjaga ketenangan dan ketertiban di kawasan tersebut. Lantas, mengapa akses menuju makam diatur sedemikian rupa? Simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Ringkasan

  • Makam Rasulullah SAW berada di area Masjid Nabawi dengan akses yang diatur dan dibatasi bagi para peziarah.
  • Peziarah dapat menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW tanpa harus mendekati atau menyentuh makam secara langsung.
  • Saat berziarah, umat Islam dianjurkan menjaga ketenangan, merendahkan suara, tidak berdesakan, dan mengikuti arahan petugas.

Bagaimana Akses Peziarah ke Makam Rasulullah SAW Diatur?

Peziarah yang hendak mengunjungi makam Rasulullah SAW diarahkan melalui jalur yang telah ditentukan. Sumber resmi Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyebutkan bahwa pengunjung dapat menuju area makam melalui jalur yang ditentukan dari Bab As-Salam (Gate 1). 

Pengaturan tersebut juga berkaitan dengan jumlah peziarah yang datang ke Masjid Nabawi. Peziarah diminta berdiri dengan tenang, tidak berdesakan, dan memberikan kesempatan kepada pengunjung lainnya. Kementerian Haji dan Umrah Saudi juga menekankan agar waktu memberi salam dibuat singkat supaya tidak menghambat peziarah lain.

Mengapa Peziarah Tidak Dapat Mendekati Makam Secara Langsung?

Area makam memiliki pembatas sehingga peziarah tidak dapat mengakses makam secara langsung. Dalam panduan resmi, peziarah diarahkan untuk berdiri di hadapan makam dengan sikap hormat dan suara yang rendah, kemudian menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW. 

Pengaturan ini juga berkaitan dengan tata tertib di kawasan Masjid Nabawi. Pengunjung diminta tidak berdesakan, menjaga ketenangan, mengikuti arahan petugas, serta tidak mencari keberkahan dengan menyentuh benda-benda di area tersebut. Dengan demikian, ziarah tetap berlangsung dengan tertib dan sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan. 

Bagaimana Adab Ziarah ke Makam Rasulullah SAW?

Ketika berada di hadapan makam Rasulullah SAW, peziarah dianjurkan bersikap tenang, penuh penghormatan, dan merendahkan suara. Panduan resmi Saudi menyebutkan salam kepada Rasulullah SAW, kemudian dilanjutkan dengan memberikan salam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab RA. 

Peziarah juga diminta tidak mengganggu pengunjung lain dengan suara keras atau berdesakan. Dalam panduan resmi, pengunjung bahkan diingatkan untuk tidak melakukan tindakan seperti mencari keberkahan dengan menyentuh benda-benda di area Masjid Nabawi serta mengikuti instruksi petugas selama berada di kawasan tersebut. 

Mengapa Area Makam Rasulullah SAW Memiliki Pembatas?

Pembatas membuat area makam tidak menjadi ruang yang dapat dimasuki secara bebas oleh setiap peziarah. Pengunjung tetap dapat berada di jalur yang telah ditentukan untuk menyampaikan salam, tetapi tidak diarahkan untuk menyentuh atau mendekati makam secara langsung. 

Hal ini berjalan bersama sistem pengaturan kunjungan di Masjid Nabawi secara keseluruhan. Pemerintah Saudi juga menerapkan jalur dan ketentuan khusus untuk berbagai area dengan jumlah pengunjung tinggi. Sebagai contoh, kunjungan ke Raudhah diatur melalui reservasi untuk membantu mengatur arus pengunjung dan menjaga kenyamanan serta keselamatan jemaah.

Kesimpulan

Makam Rasulullah SAW berada di area Masjid Nabawi yang memiliki pengaturan khusus bagi para peziarah. Akses menuju makam diarahkan melalui jalur tertentu, sementara peziarah diminta menjaga ketenangan, merendahkan suara, tidak berdesakan, dan mengikuti arahan petugas. Jadi, istilah “ditutup rapat” lebih tepat dipahami dalam konteks pembatasan akses langsung dan pengaturan ziarah, bukan berarti umat Islam tidak dapat menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW. 

Ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar ibadah dan perjalanan muslim? ArahMuslim bisa menjadi teman dalam keseharian. Download ArahMuslim untuk membantu mengecek jadwal salat, menemukan masjid terdekat, dan mendapatkan berbagai informasi yang menunjang ibadah.

Referensi:

https://hajinews.co.id/2026/09/11/makam-nabi-muhammad-saw-masjid-nabawi/

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8656788/ternyata-ini-alasan-makam-nabi-muhammad-tertutup-rapat

FAQ

Makam Rasulullah SAW berada di kawasan Al-Hujrah, yang kini menjadi bagian dari Masjid Nabawi di Madinah.

Peziarah tidak diarahkan untuk menyentuh makam. Dalam tata tertib ziarah, pengunjung diminta menyampaikan salam dengan tenang dari area yang telah ditentukan.

Peziarah tidak dapat memasuki area makam atau melihat makam secara langsung dari jarak dekat karena terdapat pembatas dan pengaturan akses di sekitarnya. Namun, peziarah tetap dapat menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW dari area yang telah ditentukan.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *