Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala ibadah. Sayangnya, tanpa disadari, ada beberapa dosa sepele yang sering dilakukan saat berpuasa. Meskipun terlihat ringan, perbuatan ini bisa merusak nilai ibadah puasa dan menjauhkan dari keberkahan Ramadhan.
Sebagai Sahabat Muslim yang ingin meraih pahala maksimal, penting untuk lebih berhati-hati dalam menjaga sikap dan perkataan. Mari, simak 6 dosa sepele yang sering dilakukan tanpa sadar agar puasa tetap bernilai di sisi Allah.
1. Menggunjing Orang Lain
Rasulullah SAW menegaskan bahwa ghibah dapat menghilangkan pahala puasa karena orang yang berpuasa harus menahan diri dari segala bentuk dosa, termasuk dosa lisan.
Allah SWT juga melarang keras perbuatan ini dalam QS. Al-Hujurat: 12, yang mengibaratkan ghibah seperti memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Maka, menjaga lisan selama berpuasa sangat penting agar ibadah tetap bernilai dan penuh keberkahan.
Baca Juga: Amalan Penggugur Dosa Manusia
2. Berbuka dengan Makanan Haram
Berbuka puasa dengan makanan yang haram dapat menyebabkan hilangnya pahala puasa. Makanan haram mencakup hasil curian atau sesuatu yang dianggap najis dalam ajaran Islam.
Selain merusak nilai ibadah, mengonsumsi makanan haram juga dapat melemahkan semangat dalam beribadah, bahkan membuat seseorang lebih mudah meninggalkannya. (Habib Zain bin Smith, al-Fawaidul Mukhtarah li Saliki Tariqil Akhirah, h. 587).
3. Berbohong
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan selalu mengerjakannya, maka Allah tidak akan memedulikan puasanya.” (HR. Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa berbohong tidak hanya dosa, tetapi juga dapat menghilangkan pahala puasa karena bertentangan dengan esensi ibadah ini.
Bahkan, dalam hadis lain disebutkan bahwa dosa berbohong lebih sulit diampuni dibanding zina, kecuali orang yang digunjingkan memberikan maaf. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kejujuran dan menghindari kebohongan saat berpuasa sangat penting agar ibadah tetap bernilai di sisi Allah.
4. Bersikap Riya
Puasa yang dilakukan dengan niat mencari pujian atau merasa lebih baik dari orang lain dapat merusak nilai ibadah tersebut.
Selain menghilangkan pahala, sifat riya juga termasuk dalam perbuatan syirik. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa namun ia riya, maka dia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Thabrani).
Baca juga: Arti Marhaban Ya Ramadhan dan Hukumnya Menurut Syariat Islam
5. Mengucapkan Kata Kasar
Rasulullah SAW bersabda, “Bila kalian berpuasa, janganlah berbuat rafats.” (HR. Bukhari). Rafats mencakup segala bentuk maksiat, termasuk perkataan kasar dan tidak pantas.
Mengumpat atau berkata kotor tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga menunjukkan kurangnya pengendalian diri. Puasa seharusnya menjadi momen untuk melatih kesabaran dan ketakwaan, sehingga menjaga lisan dari ucapan buruk sangat penting agar ibadah tetap bernilai di sisi Allah SWT.
6. Melakukan Adu Domba
Mengadu domba adalah tindakan yang dapat merusak hubungan antara individu maupun kelompok.
Mereka yang menyebarkan fitnah dan menghasut orang lain agar bertikai termasuk dalam golongan yang dicela dalam Islam.
Selain menghilangkan pahala puasa, perbuatan ini juga berdampak negatif pada kehidupan sosial. Oleh karena itu, mari jadikan Ramadhan sebagai momen untuk memperbaiki diri dengan menjaga lisan, perbuatan, dan niat agar puasa Sahabat Muslim benar-benar mendatangkan berkah dan ampunan.
Referensi:
https://jabar.nu.or.id/ubudiyah/dosa-sepele-yang-dapat-menghilangkan-pahala-puasa-fqFr0
https://www.detik.com/jateng/berita/d-7807917/6-hal-yang-mengurangi-pahala-puasa-muslim-wajib-tahu