6 Golongan Manusia yang Ditakuti oleh Setan

Allah SWT. mengizinkan para setan untuk menggoda dan menyesatkan manusia hingga akhir zaman. 

Sebagaimana dinyatakan dalam Surah Al-Hijr ayat 39, Iblis berkata bahwa ia akan menyesatkan seluruh manusia, sehingga mereka melihat kesesatan sebagai sesuatu yang menyenangkan:

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ 

Artinya: “Ia (Iblis) berkata, ‘Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkan aku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua.’”

Setan akan menggoda manusia dari segala arah, seperti yang disebutkan dalam Surah Al-A’raf ayat 17:

ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

Artinya: “Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”

Namun, ada beberapa golongan manusia yang ditakuti oleh setan sehingga Anda tidak diganggu. Berikut ini adalah golongan-golongan tersebut.

1. Orang yang Memohon Perlindungan kepada Allah SWT  

Sebagaimana firman dalam Surah Al-Isra ayat 56:

   قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ فَلَا يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيْلًا ٥٦

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Serulah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Dia. Mereka tidak akan mampu menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengalihkannya.’”

2. Orang yang Takut pada Allah SWT

Setan akan merasa takut kepada orang yang takut kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam Fi Zhilalil-Qur’an karya Sayyid Quthb yang mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 175:

اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ١٧٥

“Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya. Oleh karena itu, janganlah takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang mukmin.”

3. Selalu Bertaubat dan Beristighfar  

Bertobat dan kembali kepada Allah SWT adalah amalan yang dapat menyelamatkan umat Islam dari godaan setan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-A’raf ayat 201:

   اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَۚ ٢٠١

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat (kepada Allah). Maka, seketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).”

Baca Juga: Keutamaan Membaca Asmaul Husna

4. Selalu Bergabung dengan Jamaah Muslim

Sumber Gambar: Freepik.com

Salah satu cara untuk melindungi diri dari bisikan setan adalah dengan berada di tengah-tengah komunitas Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

   مَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ يَحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمِ الْجَمَاعَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الْإِثْنَيْنِ أَبْعَدُ

Artinya: “Barangsiapa yang menginginkan kesenangan surga di antara kalian, hendaklah dia senantiasa bergabung dengan jamaah Muslimin karena setan itu berada di dekat orang yang sendiri dan akan tersingkir dari dua orang atau lebih.” (HR Tirmidzi).

5. Orang yang Alim

Salah satu sifat manusia yang ditakuti oleh setan adalah orang yang alim. Syamsul Rijal Hamid menjelaskan bahwa iblis lebih suka mengarahkan setan untuk menggoda ahli ibadah (abid) daripada orang-orang yang alim dalam karya bukunya “Mutiara Hikmah Islami”. 

Beberapa tafsiran menyebutkan bahwa orang alim di sini merujuk pada mereka yang menguasai fikih atau memiliki ilmu agama yang mendalam.

Baca Juga: Penyebab Sempitnya Rezeki

6. Orang yang Senantiasa Dekat dengan Kitabullah dan Sunnah 

Orang yang dekat dengan Al-Qur’an dan Hadits termasuk dalam golongan yang ditakuti oleh setan. Sobat Muslim yang rajin membaca dan mengamalkan wahyu Allah SWT akan terlindungi dari godaan setan.

Hal ini terjadi karena setan merasa lebih takut kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam daripada dengan mereka yang hanya ahli ibadah namun kurang memahami hukum-hukum agama. 

Itulah beberapa ciri manusia yang ditakuti setan. Dengan memahami ciri-ciri golongan ini, diharapkan Anda dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan, sehingga terjauhkan dari godaan setan.

Referensi:

https://www.nabawimulia.co.id/golongan-orang-yang-sangat-ditakuti-setan

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6900131/4-golongan-manusia-yang-ditakuti-setan

https://muslim.infoindonesia.id/muslimah/106413450355/inilah-4-golongan-manusia-yang-ditakuti-setan-apakah-kamu-salah-satunya

6 Manfaat Shalat Dhuha dalam Kehidupan Umat Muslim Sehari-hari

Shalat Dhuha adalah salah satu salat sunnah yang dilakukan di pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu shalat Zuhur. Bagi banyak orang, melaksanakan shalat Dhuha menjadi rutinitas harian yang tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan sehari-hari. 

Dengan rutin melaksanakan shalat Dhuha, Sahabat Muslim dapat merasakan manfaat spiritual dan fisik dalam kehidupan sehari-hari. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih dalam tentang manfaat shalat Dhuha!

1. Mendekatkan Diri kepada Allah

Shalat Dhuha merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan salat sunnah ini, seorang Muslim menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh-Nya. Shalat Dhuha juga menjadi sarana untuk memperbanyak amal ibadah, sehingga meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan.

2. Mendapatkan Pahala dan Keberkahan

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa shalat Dhuha memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar. Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa bagi siapa saja yang rutin melaksanakan shalat Dhuha, Allah akan mencatatnya sebagai salah satu hamba yang taat dan Allah akan mencukupi kebutuhannya. Hadis riwayat Abu Hurairah RA menyatakan: 

“Kekasihku (Rasulullah) berwasiat kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Hukuman bagi Orang yang Suka Menunda Shalat

3. Melancarkan Rezeki

Shalat Dhuha sering kali dikaitkan dengan kelancaran rezeki. Banyak yang percaya bahwa dengan melaksanakan salat ini secara rutin, pintu rezeki akan terbuka lebih lebar. 

Hal ini bukan berarti bahwa shalat Dhuha akan langsung memberikan rezeki secara materi, tetapi lebih kepada rezeki yang bersifat keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam urusan sehari-hari.

4. Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik

Sumber Gambar: Freepik.com

Salah satu manfaat dari shalat, termasuk shalat Dhuha, adalah menenangkan pikiran dan jiwa. Dengan melaksanakan shalat Dhuha, seseorang dapat memulai hari dengan penuh ketenangan dan kedamaian. 

Gerakan-gerakan dalam shalat, seperti rukuk dan sujud, juga membantu meregangkan otot-otot tubuh dan memperlancar peredaran darah, yang baik untuk kesehatan fisik.

5. Menjadi Penghapus Dosa

Shalat Dhuha juga berfungsi sebagai sarana penghapus dosa. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat atau empat rakaat (Dhuha), Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”

Baca Juga: Amalan Penggugur Dosa

6. Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Mengawali hari dengan ibadah seperti shalat Dhuha dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus seseorang dalam menjalani aktivitas harian. Salat ini memberikan waktu sejenak untuk merenung dan menenangkan pikiran, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dalam bekerja atau belajar.

Dengan rutin melaksanakan Shalat Dhuha, Sahabat Muslim dapat meraih berbagai manfaat, mulai dari kelapangan rezeki, ketenangan hati, hingga keberkahan dalam aktivitas sehari-hari. Ibadah ini juga menjadi wujud syukur atas nikmat Allah serta sarana mendekatkan diri kepada-Nya. 

Referensi:

Dhuha

Mengenal Puasa Nazar dalam Islam yang Harus Ditepati Umat Muslim

Puasa nazar adalah salah satu ibadah sunnah dalam Islam yang dilakukan untuk menepati janji kepada Allah SWT. Janji tersebut biasanya diucapkan ketika seseorang sedang mengalami kesulitan atau menginginkan sesuatu, dan berjanji akan melakukan puasa jika hajatnya terkabul. 

Puasa ini memiliki ketentuan khusus dalam Islam yang perlu dipahami agar pelaksanaannya sah dan sesuai syariat. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang tata cara, keutamaan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan.

Apa itu Puasa Nazar?

Puasa nazar menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT. Ketika hajat terkabul, puasa nazar menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, puasa ini juga meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan menepati janji, seseorang menunjukkan komitmennya untuk mentaati perintah Allah SWT.

Sahabat Muslim juga dapat melatih diri untuk disiplin dan menahan diri selama Puasa Nazar. Hal ini melatih kamu untuk disiplin dalam menjalankan ibadah dan menahan diri dari hawa nafsu.

Baca Juga: Penyebab Sempitnya Rezeki

Bagaimana Tata Cara Puasa Nazar yang Benar?

Puasa Nazar harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat Islam, karena merupakan janji kepada Allah SWT yang wajib ditepati. Tata cara pelaksanaannya hampir sama dengan puasa wajib, yaitu:

1.Melafalkan Niat

Niat puasa nazar diucapkan pada malam hari sebelum memulai puasa. Berikut lafal niatnya:

Nawaitu shauma nnadhr lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa nazar karena Allah SWT.”

2. Menjalankan Puasa Seperti Biasa

Puasa nazar dijalankan seperti puasa Ramadhan, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

3. Mengerjakan Puasa Sesuai dengan Nazar

Lama puasa nazar tergantung pada nazar yang diucapkan. Bisa sehari, beberapa hari, atau bahkan berbulan-bulan.

Apa Saja Keutamaan Puasa Nazar?

Puasa Nazar memiliki keutamaan sebagai bentuk ketaatan dan pemenuhan janji kepada Allah SWT. Ibadah ini menjadi bukti kesungguhan seseorang dalam memenuhi komitmen spiritualnya, serta dapat menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. 

Berikut adalah beberapa keutamaan puasa nazar yang perlu Sahabat Muslim ketahui:

  • Mendapatkan pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bernazar untuk berpuasa, maka wajib baginya untuk memenuhinya.” (HR Bukhari dan Muslim)
  • Menghilangkan dosa. Puasa nazar dapat menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa kecil.
  • Mempermudah terkabulnya hajat. Ada beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa puasa nazar dapat mempermudah terkabulnya hajat.

Baca Juga: Keutamaan Shalat Istikharah

Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Puasa Nazar?

Dalam menjalankan puasa Nazar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Nazar tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam. Nazar yang bertentangan dengan syariat Islam tidak boleh ditepati.
  • Nazar tidak boleh mengandung riya’ atau sumpah. Nazar yang mengandung riya’ atau sumpah tidak boleh ditepati.
  • Orang yang bernazar tidak boleh menyiksa diri sendiri, seperti berpuasa terlalu lama atau melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya.

Dengan memahami hal-hal ini, puasa Nazar dapat dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Menjalaninya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menguatkan keimanan serta kedisiplinan dalam beribadah.

Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Muslim untuk memahami hukum, tata cara, dan konsekuensi dari puasa Nazar agar dapat menunaikannya dengan benar.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6723874/puasa-nazar-adalah-puasa-untuk-menepati-janji-bagaimana-bacaan-niatnya

Bagaimana Proses Pencucian Ka’bah?

Ka’bah, bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia, memiliki makna yang sangat mendalam dalam agama Islam. Selain sebagai pusat ibadah, Ka’bah juga dijaga kebersihannya melalui proses pencucian yang dilakukan secara rutin. 

Proses pencucian ini bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga simbolik yang mencerminkan kesucian dan penghormatan terhadap rumah Allah. Berikut adalah langkah-langkah dalam proses pencucian Ka’bah dan makna di baliknya.

1. Persiapan Sebelum Pencucian

a. Penutupan Ka’bah

Sebelum pencucian dimulai, area di sekitar Ka’bah biasanya ditutup untuk umum. Hanya orang-orang tertentu yang diizinkan untuk ikut serta dalam proses ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga kekhusyukan dan kesakralan proses pencucian.

b. Pengumpulan Perlengkapan

Perlengkapan yang diperlukan untuk mencuci Ka’bah seperti air zamzam, air mawar, kain putih bersih, dan bahan pembersih lainnya dikumpulkan dan disiapkan.

Baca Juga:

Keutamaan Salat Berjamaah

2. Proses Pencucian

a. Pembukaan Pintu Ka’bah

Proses pencucian dimulai dengan membuka pintu Ka’bah. Pintu ini terletak beberapa meter di atas tanah dan hanya dapat dibuka dengan menggunakan tangga khusus. Pembukaan pintu dilakukan oleh petugas yang memiliki tugas khusus untuk itu.

b. Pembersihan Bagian Dalam

Setelah pintu Ka’bah dibuka, bagian dalamnya dibersihkan terlebih dahulu. Lantai, dinding, dan area dalam Ka’bah disapu dan dilap dengan kain bersih yang telah dibasahi air zamzam dan air mawar. Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa hormat.

c. Pembersihan Bagian Luar

Bagian luar Ka’bah juga dibersihkan dengan cara yang serupa. Kain putih bersih digunakan untuk mengelap dinding luar Ka’bah. Air zamzam dan air mawar juga digunakan untuk membersihkan bagian luar ini.

3. Penutupan Proses Pencucian

a. Penggantian Kiswah

Setelah pencucian selesai, Kiswa (kain penutup Ka’bah) yang baru dipasang. Kiswa ini diganti setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu saat umat Muslim melaksanakan ibadah haji. Penggantian Kiswa merupakan bagian penting dari proses pemeliharaan Ka’bah.

b. Doa dan Dzikir

Proses pencucian biasanya diakhiri dengan doa dan dzikir yang dipanjatkan oleh mereka yang terlibat dalam proses ini. Doa ini bertujuan untuk memohon berkah dan perlindungan dari Allah SWT.

Sumber Referensi:

Ka’bah

Sedekah Al-Qur’an sebagai Investasi Akhirat dengan Ayat Suci

Sahabat Muslim, pernahkah kamu terpikirkan tentang amalan yang pahalanya terus mengalir meski kita sudah tiada? Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah sedekah. Namun, tahukah bahwa ada jenis sedekah yang sangat istimewa dan pahalanya begitu besar?

Sedekah Al-Qur’an adalah tindakan mulia dengan menyumbangkan mushaf Al-Qur’an kepada mereka yang membutuhkan atau juga menyumbangkan dalam bentuk uang, yang nantinya akan dibelikan Al-Qur’an. Amalan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mengalirkan pahala yang berlimpah bagi pemberi.

Sahabat Muslim dapat simak artikel di bawah ini untuk mengetahui keutamaan dan manfaat sedekah Al-Qur’an selengkapnya.

Apa Saja Keutamaan Sedekah Al-Qur’an?

  • Pahala yang Terus Mengalir: Setiap kali Al-Qur’an atau uang yang kita sisihkan, dibaca, dipelajari, atau diamalkan, kita akan mendapatkan pahala yang terus mengalir.
  • Meningkatkan Keimanan: Dengan bersedekah Al-Qur’an, kita turut serta dalam menyebarkan Kalamullah dan meningkatkan keimanan umat.
  • Menjadi Bagian dari Dakwah: Sedekah Al-Qur’an adalah bentuk dakwah yang sangat efektif. Kita ikut berperan dalam mengajak orang lain untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.
  • Amalan Jariyah: Sedekah Al-Qur’an termasuk dalam kategori amalan jariyah, yaitu amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir meskipun pelakunya sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Etika Bersedekah dalam Islam

Apa Saja Manfaat Penerima Sedekah Al-Qur’an?

  • Mendapatkan Ilmu Agama: Penerima sedekah Al-Qur’an akan memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
  • Meningkatkan Kualitas Hidup: Dengan mempelajari Al-Qur’an, seseorang akan mendapatkan petunjuk hidup yang baik dan berkualitas.
  • Menjadi Generasi Qur’ani: Sedekah Al-Qur’an turut serta dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.

Dengan bersedekah Al-Qur’an, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. ArahMuslim menghadirkan Program Sedekah Al-Qur’an yang bekerja sama dengan lembaga terpercaya & insyaAllah amanah, yakni Asar Humanity. 

ArahMuslim hadir sebagai jembatan kebaikan bagi Sahabat Muslim yang ingin bersedekah Al-Qur’an dengan mudah dan terpercaya. Melalui program ini, kamu dapat berbagi mushaf kepada santri, masjid, atau komunitas yang membutuhkan, serta turut berkontribusi dalam menyebarkan ilmu agama. 

Jadikan sedekah Al-Qur’an sebagai bekal amal jariyah Anda dengan download aplikasi ArahMuslim sekarang!

Referensi:

https://donasi.baznas.go.id/sedekahquran

Bagaimana Cara Memperlakukan Istri dalam Islam?

Islam sangat menekankan pentingnya hubungan yang harmonis dalam keluarga, khususnya antara suami dan istri. Perlakuan yang baik terhadap istri merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berikut adalah beberapa cara memperlakukan istri sesuai ajaran Islam.

Panduan dari Al-Qur’an

Al-Qur’an memberikan panduan yang sangat jelas mengenai cara memperlakukan istri dengan baik. Beberapa ayat yang relevan antara lain:

  • QS. an-Nisa’ ayat 19: “Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” Ayat ini menginstruksikan suami untuk bergaul dengan istri dengan cara yang baik, penuh kasih sayang, dan hormat.
  • QS. ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” Ayat ini menjelaskan bahwa pernikahan adalah rahmat dari Allah dan suami istri seharusnya saling mencintai dan menyayangi.

Baca Juga:

Mendidik Anak dalam Islam

  • QS. an-Nisa’ ayat 34: “Laki-laki itu adalah pemimpin perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu perempuan yang saleh ialah yang patuh (kepada suaminya) dan memelihara apa yang Allah perintahkan kepadanya untuk memeliharanya, perempuan yang jika suaminya tidak ada, dia menjaga dirinya dan harta suaminya dengan cara yang Allah telah perintahkan.” Ayat ini menjelaskan kepemimpinan suami dalam rumah tangga, namun kepemimpinan ini harus dijalankan dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab.

Panduan dari Sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW memberikan contoh yang sangat baik tentang bagaimana seorang suami harus memperlakukan istrinya. Beberapa hadis yang relevan antara lain:

  • Hadis tentang menjaga lisan: Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” (HR. at-Tirmidzi)
  • Rasulullah SAW menganjurkan suami untuk memberikan hadiah kepada istrinya, meskipun hanya berupa ranting pohon kurma.
  • Rasulullah SAW menganjurkan suami untuk meminta izin kepada istrinya sebelum bepergian atau membawa tamu ke rumah.

Contoh Perilaku Suami yang Baik

  • Menghormati: Suami yang baik selalu menghormati pendapat dan perasaan istrinya.
  • Menyayangi: Suami yang baik selalu menyayangi istrinya dan memberikan perhatian yang cukup.
  • Sabar: Suami yang baik selalu sabar menghadapi kekurangan istrinya.
  • Membantu pekerjaan rumah tangga: Suami yang baik tidak ragu untuk membantu pekerjaan rumah tangga.
  • Berkomunikasi dengan baik: Suami yang baik selalu berkomunikasi dengan baik dengan istrinya.

Baca Juga:

Keistimewaan Wanita Hamil

Manfaat Memperlakukan Istri dengan Baik

  • Rumah tangga bahagia: Perlakuan yang baik terhadap istri akan menciptakan suasana rumah tangga yang bahagia dan harmonis.
  • Dapat ridha Allah: Memperlakukan istri dengan baik adalah bentuk ibadah yang akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
  • Anak-anak menjadi lebih baik: Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang harmonis cenderung memiliki akhlak yang baik.

Sumber Referensi:

Memperlakukan Istri

Keistimewaan Sosok Ayah dalam Islam

Ayah memiliki peran yang sangat istimewa dalam Islam. Sebagai pemimpin keluarga, ayah bertanggung jawab untuk membimbing, melindungi, dan memenuhi kebutuhan anak serta istrinya. 

Islam mengajarkan bahwa ayah bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga membentuk karakter anak-anaknya. Peran ayah dalam mendidik anak dengan nilai-nilai Islam akan menjadi bekal penting bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Oleh karena itu, seorang ayah harus menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Bagaimana Islam memandang sosok ayah dan perannya dalam keluarga? Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut!

Sosok Ayah sebagai Perlindungan Keluarga

Ayah dalam Islam dipandang sebagai pemimpin keluarga yang bertanggung jawab atas perlindungan, penghidupan, dan keamanan keluarga. 

Sebagai pemimpin, ayah memiliki tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang bijaksana dan memberikan arahan serta bimbingan bagi seluruh anggota keluarga.

Baca Juga: Keistimewaan Wanita Hamil dalam Islam

Sosok Ayah sebagai Pendidik Utama

Selain menjadi pemimpin, ayah juga berperan sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya. Dalam surat Luqman, Allah SWT memberikan contoh teladan seorang ayah yang berpesan kepada anaknya agar selalu mengingat Allah. 

Pendidikan yang diberikan oleh ayah tidak hanya sebatas ilmu agama, tetapi juga akhlak mulia, etika, dan keterampilan hidup.

Sosok Ayah sebagai Pendidik dan Pembinaan Moral

Ayah memiliki peran krusial dalam mengajarkan nilai-nilai agama, moral, dan etika kepada anak-anaknya. 

Dalam Islam, ayah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anaknya tumbuh dan berkembang sesuai dengan ajaran agama dan memperoleh pendidikan yang baik secara islami.

Baca Juga: Tanggung Jawab Seorang Ayah Tiri

Sosok Ayah sebagai Sahabat

Hubungan antara ayah dan anak idealnya adalah sebagai sahabat. Ayah yang baik adalah sosok yang bisa diajak berbagi, tempat berkeluh kesah, dan menjadi teman bermain. Dengan menjadi sahabat bagi anak-anaknya, ayah akan lebih mudah membangun kedekatan dan kepercayaan.

Sosok ayah bukan hanya sebagai pemimpin keluarga yang berwibawa, tetapi juga sebagai pendidik, teladan moral, dan pemberi kasih sayang yang penting dalam pembentukan karakter anak-anak. Keberadaannya menjadi pondasi yang kokoh bagi keharmonisan dan kesuksesan spiritual keluarga Muslim. 

Dengan menjadi ayah yang baik, kita tidak hanya akan membahagiakan keluarga, tetapi juga akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Referensi:

https://yatimmandiri.org/blog/parenting/peran-ayah-dalam-keluarga-menurut-islam/

Pentingnya Menjalankan Wira’i Bagi Umat Muslim

Wira’i adalah salah satu sifat terpuji yang dianjurkan dalam Islam. Kata wira’i berasal dari bahasa Arab yang berarti takut atau menghindar. Dalam konteks agama, wira’i berarti takut kepada Allah dan senantiasa berusaha menjauhi segala sesuatu yang dilarang-Nya. Sikap wira’i ini menjadi benteng bagi seorang muslim untuk menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat.

Pentingnya Wira’i dalam Kehidupan Muslim

Wira’i memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Beberapa alasan mengapa wira’i sangat dianjurkan, antara lain:

  • Menjaga keimanan: Sikap wira’i akan memperkuat keimanan seseorang. Dengan senantiasa takut kepada Allah, seorang muslim akan terdorong untuk selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
  • Mencegah perbuatan dosa: Wira’i akan membuat seseorang selalu berhati-hati dalam bertindak. Ia akan menghindari segala sesuatu yang dapat menjerumuskannya ke dalam perbuatan dosa.
  • Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat: Orang yang berwira’i akan mendapatkan ketenangan hati dan kebahagiaan dunia. Selain itu, ia juga akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah dan meraih surga-Nya.

Baca Juga:

Keutamaan Memiliki Sifat Jujur

Implementasi Wira’i dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk mengimplementasikan sikap wira’i dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Meningkatkan ketakwaan: Dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah, seseorang akan merasa selalu diawasi oleh-Nya sehingga akan terdorong untuk selalu berbuat baik.
  • Mempelajari ilmu agama: Dengan mempelajari ilmu agama, seseorang akan mengetahui apa saja yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah.
  • Bergaul dengan orang-orang saleh: Bergaul dengan orang-orang saleh akan memberikan pengaruh positif dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.
  • Berdoa dan beristighfar: Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk selalu berbuat baik dan beristighfar atas segala dosa yang telah dilakukan.

Contoh Sikap Wira’i

Beberapa contoh sikap wira’i dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Menjaga pandangan: Menghindari melihat hal-hal yang haram seperti aurat orang lain.
  • Menjaga lisan: Menghindari berkata bohong, ghibah, dan kata-kata kotor.
  • Menjaga anggota badan: Menghindari perbuatan zina, mencuri, dan minum minuman keras.
  • Menjaga hati: Menghindari perasaan dengki, iri hati, dan sombong.

Ibadah Umrah Makin Mudah dengan Berbagai Program yang Lengkap

Jakarta, Agustus 2024 – ArahMuslim tak hanya sebagai aplikasi yang membantu umat Muslim memenuhi kebutuhan ibadah sehari-hari, namun juga membantu dalam perjalanan spiritual Sahabat Muslim. Salah satu fitur unggulannya adalah Fitur Umrah, yang menawarkan kemudahan dalam memilih program umrah terbaik sesuai kebutuhan.

Sumber Gambar: Freepik.com

Fitur Umrah di ArahMuslim menyediakan berbagai program umrah dari travel terpercaya yang telah terdaftar resmi di Kementerian Agama, diantaranya Khalifah Asia & Charisma Insani. Kamu bisa menemukan paket umrah dengan beragam fasilitas, jadwal, dan harga yang sesuai dengan kebutuhan Sahabat Muslim. Kamu cari program umrah reguler, VIP, atau program khusus seperti umrah bersama keluarga? Semua tersedia di satu aplikasi!

Sahabat Muslim nggak perlu lagi datang langsung ke kantor travel, hanya melalui aplikasi ArahMuslim, kamu bisa mendaftar program umrah yang diinginkan hanya dengan beberapa klik. Sistem pendaftaran yang user-friendly memastikan proses menjadi lebih cepat, aman, dan transparan.

Fitur Umrah di ArahMuslim juga memberikan kemudahan dalam pembayaran. Sahabat Muslim bisa memilih untuk:

  • Bayar Lunas, untuk menyelesaikan seluruh biaya di awal.
  • Bayar Cicil, solusi ringan yang memudahkan kamu merencanakan keuangan tanpa mengorbankan niat ibadah.

Metode pembayaran fleksibel ini mendukung beragam kanal, mulai dari transfer bank, hingga e-wallet.

Keunggulan Umrah melalui ArahMuslim

  1. Transparansi Biaya

Semua informasi biaya ditampilkan secara rinci.

  1. Pilihan Travel Terpercaya

Semua mitra travel sudah tersertifikasi.

Sumber Gambar: Freepik.com

ArahMuslim tidak hanya membantu perjalanan umrah, tetapi juga menyediakan berbagai fitur lain seperti arah kiblat, waktu shalat, dan layanan edukasi keislaman. Unduh aplikasi ArahMuslim sekarang di Google Play Store atau Apple Store, dan wujudkan niat Umrah Sahabat Muslim dengan mudah. 

Cara Mendidik Anak Menurut Islam sebagai Pelajaran dari Kasus Kekerasan di Depok

Kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh pemilik daycare di Depok, telah menjadi perhatian serius bagi kita semua. Sebagai Sahabat Muslim, kita diajarkan untuk memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan pengertian, sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Islam yang mulia. 

Artikel ini akan membahas panduan Islam tentang perlakuan terhadap anak, serta pentingnya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Memberikan Kasih Sayang dan Pengasuhan

Panduan utama dalam Islam adalah memberikan kasih sayang kepada anak-anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada anak-anak kita, maka bukan termasuk golongan kita.” (HR. Ahmad)

Dalam kasus daycare, penting bagi pengasuh untuk memperlakukan anak dengan lembut dan penuh perhatian, seperti layaknya mereka merawat anak sendiri.

Baca Juga: Etika Perceraian dalam Islam

Melarang Perilaku Kekerasan

Islam secara tegas melarang kekerasan terhadap siapapun, apalagi terhadap anak-anak yang rentan dan masih dalam tahap perkembangan. Allah SWT. berfirman dalam Al-Quran, 

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kelembutan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil.’” (QS. Al-Israa: 24)

Memberikan Pendidikan dan Pembinaan Moral Islam

Pendidikan dalam Islam bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang moral dan akhlak yang baik. Anak-anak perlu dibina dengan penuh perhatian agar tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan kita untuk memberi pendidikan yang baik kepada anak-anak dalam hadisnya yang terkenal.

Baca Juga: Bentuk Kebaikan Ketika Mendengar Adzan

Pengawasan dan Perlindungan yang Adil

Orang tua dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk bahaya, termasuk kekerasan fisik dan mental. Hal ini termasuk memilih tempat perawatan yang aman dan pengasuh yang berkualitas.

Kasus kekerasan terhadap anak di Depok adalah peringatan bagi kita semua untuk lebih memahami dan menerapkan panduan Islam dalam memperlakukan anak-anak. 

Dengan memberikan kasih sayang, melarang kekerasan, memberikan pendidikan dan perlindungan yang baik, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh kembang dengan baik.

Mari kita bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak, sebagai amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita sebagai orang tua dan anggota masyarakat.

Referensi:

https://www.gramedia.com/literasi/mengulik-cara-mendidik-anak-ala-rasulullah/?srsltid=AfmBOoqZdAlhn0knEBRYVU77tPWScMDHXtEBlsKFR0nEBE9QWBwe_j73#google_vignette