Potret Perayaan Hari Raya Idul Adha di Negara – Negara Islam

Hari Raya Idul Adha merupakan Hari Raya Umat Muslim yang identik dengan penyembelihan hewan dan diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Perayaan Idul Adha ini untuk memperingati kepatuhan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT dengan rela mengorbankan segalanya. Maknanya adalah segala sesuatu yang ada di bumi ini adalah milik Allah SWT, sekalipun seorang anak.

Idul Adha ini mengajarkan kita untuk mengikhlaskan sesuatu, entah itu barang, uang, seseorang apapun itu. Pada Hari Raya Idul Adha, tentunya dimulai dengan pelaksanaan sholat Idul Adha. Hikmah dari pelaksanaan sholat Idul Adha bahwasanya hakikat semua manusia adalah sama, yang membedakannya adalah ketaqwaan setiap manusia yang ada di bumi ini. 

Setelah melaksanakan sholat Idul Adha, Umat Muslim melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Tetapi ternyata, di setiap daerah bahkan di negara – negara di dunia ini memiliki perbedaan lho, ada yang langsung menyembelih, ada yang menyembelihnya di waktu yang berbeda. Bagaimana perayaan Idul Adha di negara – negara lain di dunia ini ya? Yuk kita simak informasi berikut ini!

Turki

Sumber gambar: Kompas.com

Seperti di Indonesia, perayaan Idul Adha di Turki dimulai dengan pelaksanaan sholat hari raya, setelah itu mengunjungi makam keluarga, mendatangi tetangga, dan dilanjut dengan penyembelihan hewan qurban. Bagian yang menarik dan seru dari perayaan Idul Adha di Turki ini yaitu sebelum dilakukan penyembelihan, hewan – hewan qurban ini dirias, dibersihkan, dan dicat dengan heena. Ada juga yang dihias dengan menggunakan pita warna warni.

Kazakhstan

Sumber gambar: Liputan6.com

Di Kazakhstan, Idul Adha terkenal dengan nama Kurban Ait. Pada hari raya ini, masyarakat Kazakh akan berkumpul dan bertukar hadiah. Kalau di Indonesia terkenal dengan Tradisi Open House, di Kazakhstan juga merayakan Idul Adha dengan tradisi yang sama lho! Mereka menerima kunjungan dan berbagai hidangan Kazakh untuk memperkuat kekerabatan.

Bangladesh

Sumber gambar: Senayanpost.com

Saat perayaan Idul Adha, di Bangladesh lebih spesialnya adalah masyarakatnya beramai – ramai ke Masjid untuk mengaji dan tentunya beribadah juga. Kemudian, mereka akan mudik ke kampung halamannya masing – masing. Bedanya, Idul Adha di Bangladesh dirayakan dalam waktu tiga hari untuk berkumpul dan makan bersama keluarga. Tradisi – tradisi tersebut sudah menjadi tradisi turun temurun Idul Adha di negara ini.

Arab Saudi

Sumber gambar: 99.co

Saat merayakan Idul Adha di Arab Saudi, terdapat makanan yang wajib ada bernama Hamees. Makanan tersebut harus ada lho di masing – masing daerah di Arab Saudi. Hamees adalah makanan yang terdiri daging dan hati sapi yang dimasak dengan bawang, tomat, dan bumbu rempah. Kemudian, mereka saling berkunjung ke rumah keluarga dan memberi hadiah kepada anak – anak.

Menjelang Waktu Isya’ atau setelah sholat Maghrib, Umat Muslim berkumpul dalam satu tenda besar untuk menikmati permainan dan musik rakyat dengan sajian kue, kurma, dan kacang.

Maroko

Sumber gambar: blog.misteraladin.com

Negara yang merayakan Idul Adha selama empat hari berturut – turut ini menganggap Idul Adha merupakan festival yang suci. Masyarakat Maroko akan menghidangkan berbagai macam makanan yang berbahan dasar dari bagian tubuh hewan qurban. Layaknya Indonesia yang identik menggunakan baju baru untuk Idul Fitri, masyarakat Maroko juga antusias untuk membeli pakaian tradisional sebagai pelengkap untuk merayakan Hari Raya Idul Adha.

Wah, ternyata di negara – negara Islam yang ada di dunia ini memiliki tradisi yang berbeda ya dalam merayakan Hari Raya Idul Adha, mulai dari lamanya waktu perayaan sampai pada makanannya. Selain perayaan Idul Adha di Indonesia, ada negara lain nggak yang kamu suka? Semoga kita mendapatkan kesempatan untuk merayakan Idul Adha di negara-negara tersebut ya, Sahabat Muslim. Aamiin Ya Rabbal Alamin. 

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *